Pantau Revitalisasi Sekolah dan Program Homecare, Bupati Jember Turun Langsung ke Tanggul

JEMBER, 20 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat. Langkah nyata tersebut ditunjukkan langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), melalui rangkaian kegiatan lapangan di Kecamatan Tanggul pada Minggu (18/10/2026). Rangkaian agenda fokus pada dua sektor fundamental dasar masyarakat, yakni pelayanan kesehatan jemput bola Home Care di desa pelosok serta peninjauan langsung progres pembangunan revitalisasi sarana pendidikan.
Kehadiran jajaran Pemkab Jember di tengah-tengah warga ini bertujuan untuk memastikan bahwa fasilitas kesehatan dapat diakses oleh warga rentan, sekaligus menjamin proses perbaikan sarana sekolah berjalan sesuai spesifikasi demi menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi generasi penerus.
Menjangkau Pelosok Desa Melalui Pelayanan Kesehatan Home Care
Mengawali agenda kerja di Kecamatan Tanggul, Bupati Gus Fawait bersama tim dokter, tenaga kesehatan, dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan program Home Care di Dusun Sumberbulus, Desa Darungan. Untuk mendatangi kediaman warga yang memiliki keterbatasan fisik dan aksesibilas, rombongan Bupati harus menggunakan sepeda motor lantaran kondisi jalur pemukiman yang sulit dilalui kendaraan roda empat.
Dalam aksi jemput bola tersebut, Pemkab Jember mendatangi tiga warga lansia yang membutuhkan perhatian medis khusus, yakni Suna (68), Sugito (69), dan Suri (68). Penanganan dilakukan secara langsung di tempat untuk mengidentifikasi kondisi kesehatan serta menyambungkan mereka dengan layanan sosial dan administrasi yang dibutuhkan.
Bupati menegaskan bahwa perhatian pemerintah tidak boleh terbatas oleh jarak maupun kondisi geografis. Kehadiran jajaran pemerintah di hunian warga merupakan bentuk evaluasi langsung terhadap efektivitas pelayanan di lapangan. “Hari ini saya datang bersama-sama ke rumah panjenengan semua. Saya ingin memastikan apakah benar warga saya, masyarakat Jember, sudah mendapatkan pelayanan dengan baik,” tutur Gus Fawait saat menyapa warga di Desa Darungan.
Tinjau SDN Tanggul Kulon 01, Menepis Isu Pengabaian Sektor Pendidikan
Usai menuntaskan agenda kesehatan, Bupati Jember melanjutkannya dengan meninjau perkembangan revitalisasi SDN Tanggul Kulon 01. Kedatangan Bupati disambut oleh Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., bersama jajaran kepala sekolah se-Kecamatan Tanggul.
Pada kesempatan tersebut, Gus Fawait meluruskan narasi yang berkembang di masyarakat terkait efektivitas anggaran pusat. Ia menepis anggapan sejumlah pihak yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuat pemerintah mengabaikan sektor pendidikan. Menurutnya, alokasi anggaran pusat untuk revitalisasi satuan pendidikan justru mencatatkan angka signifikan.
Berdasarkan data daerah, Kabupaten Jember menerima alokasi revitalisasi sekolah terbesar se-Indonesia pada tahun 2025 dengan total 126 sekolah. Tren positif tersebut berlanjut pada tahun 2027 dengan target perbaikan mencapai 254 sekolah—jumlah terbanyak dalam sejarah daerah. Di samping itu, Jember juga menerima bantuan anggaran program optimalisasi lahan (oplah) terbesar secara nasional.
Fasilitas Baru untuk 416 Siswa dan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal
Progres pembangunan di SDN Tanggul Kulon 01 mencakup perbaikan 22 ruang, di mana 14 di antaranya merupakan ruang belajar kelas serta penataan sarana prasarana penunjang dengan alokasi anggaran hampir mencapai Rp3 Miliar. Kepala Sekolah SDN Tanggul Kulon 01, Titin Agustin, mengonfirmasi bahwa sekolah yang menampung 416 peserta didik tersebut baru pertama kali menerima program revitalisasi secara menyeluruh.
Demi menjamin keamanan dan keberlangsungan proses belajar mengajar (KBM) selama pengerjaan fisik berlangsung, kegiatan pembelajaran para siswa dipindahkan sementara ke Asrama Militer 515. Titin berharap penataan ini dapat memberikan kenyamanan yang optimal bagi siswa dan guru dalam kegiatan pembelajaran mendatang.
Di sisi lain, Bupati Jember memberikan instruksi khusus agar pelaksanaan fisik proyek revitalisasi memberikan dampak multiplier ekonomi bagi lingkungan sekitar. Pemkab Jember mewajibkan pihak pelaksana untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal asal Kabupaten Jember sesuai kebutuhan dan regulasi yang berlaku. Dengan langkah ini, dana pembangunan yang dikucurkan diharapkan tetap berputar dan menggerakkan perekonomian warga lokal.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa revitalisasi fisik harus selaras dengan peningkatan mutu dan karakter peserta didik. Menurutnya, fasilitas gedung yang memadai merupakan sarana pendukung untuk melahirkan iklim belajar yang aman, disiplin, dan berakhlak. “Revitalisasi sekolah merupakan langkah penting untuk menghadirkan lingkungan belajar yang lebih baik bagi peserta didik. Kami berharap seluruh proses pengerjaan dilaksanakan dengan memperhatikan kualitas dan ketentuan yang berlaku, sehingga fasilitas yang diperbaiki dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang,” jelas Nurul Hafid.



