Peringati Hari Kontrasepsi Sedunia, Pemkab Jember Gelar Layanan KB Gratis Hingga 7 Oktober

JEMBER, 26 September 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) menggelar pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis secara masif di seluruh wilayah Kabupaten Jember. Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan dalam rangka memperingati World Contraception Day (WCD) atau Hari Kontrasepsi Sedunia ini berlangsung sejak 7 September hingga 7 Oktober 2026.
Langkah strategis ini melibatkan berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) serta Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) yang tersebar di 31 kecamatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas jangkauan layanan kontrasepsi, khususnya Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) seperti implan dan IUD. Selain mengendalikan laju pertumbuhan penduduk, program ini difokuskan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), serta mengakselerasi pencegahan tengkes (stunting).
Komitmen Dekatkan Akses Layanan KB hingga Tingkat Desa
Pelaksanaan layanan KB gratis ini menjadi momentum penting bagi Pemkab Jember untuk mengedukasi masyarakat mengenai krusialnya perencanaan keluarga. Melalui pengaturan jarak kelahiran dan usia kehamilan yang ideal, setiap pasangan suami istri dapat memberikan pengasuhan, pemenuhan gizi, dan persiapan kesehatan yang optimal bagi anak-anak mereka.
Untuk memastikan pelayanan menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Dinkes PPKB Jember menyiagakan tenaga kesehatan, bidan wilayah, serta penyuluh KB di setiap kecamatan. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi, berkonsultasi mengenai pilihan metode kontrasepsi yang tepat, hingga mendapatkan layanan pemasangan alat kontrasepsi tanpa dipungut biaya di fasilitas kesehatan terdekat.
Pelayanan Efektif di TPMB Sukorambi dan Puskesmas Rambipuji
Antusiasme warga dalam memanfaatkan program ini terlihat di berbagai lokasi pelayanan. Di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Fitri Nur Diana, Kecamatan Sukorambi, sebanyak 20 akseptor berhasil mendapatkan pelayanan KB gratis pada Kamis (24/9/2026).
Bidan Fitri Nur Diana menyatakan bahwa pelayanan berjalan lancar dan mendapat respons sangat positif dari warga setempat. Menurutnya, pemasangan kontrasepsi jangka panjang memegang peranan kunci dalam membantu pasangan usia subur mengontrol kehamilan secara matang. “Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar. Sebanyak 20 akseptor telah mendapatkan pelayanan KB gratis. Harapannya, ke depan semakin banyak kegiatan serupa sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan pemasangan kontrasepsi secara gratis,” ujar Fitri. “Dengan adanya pelayanan pemasangan kontrasepsi jangka panjang ini, kami berharap dapat membantu program pengendalian penduduk sekaligus mendukung upaya penurunan angka stunting, angka kematian ibu, dan angka kematian bayi,” tambahnya.
Sementara itu, pelayanan serupa juga dilaksanakan di Puskesmas Rambipuji pada Jumat (25/9/2026). Layanan difokuskan pada pemasangan KB IUD dan implan gratis, di mana sebanyak 10 akseptor tercatat sukses mendapatkan pelayanan KB implan pada hari tersebut.
Bidan Puskesmas Rambipuji, Latiefatus Salamah, mengajak masyarakat, khususnya para ibu, untuk tidak ragu mengakses fasilitas kesehatan maupun berkonsultasi dengan petugas di wilayah masing-masing. “Hari ini di Puskesmas Rambipuji dilaksanakan pemasangan KB IUD dan implan gratis dalam rangka Hari Kontrasepsi Sedunia. Untuk hari ini kami telah melayani 10 akseptor implan,” jelas Latiefatus. “Untuk ibu-ibu yang ingin KB gratis, monggo bisa langsung ke kader atau ke bidan wilayah Puskesmas setempat,” ajaknya.
Hapus Stigma dan Rasa Takut: Pengalaman Nyata para Akseptor
Selain mendekatkan pelayanan medis, momentum Hari Kontrasepsi Sedunia di Jember berhasil mengikis rasa takut dan kekhawatiran yang kerap membayangi para calon akseptor KB baru. Pendampingan yang ramah dan komunikatif dari para tenaga kesehatan membuat proses tindakan berlangsung nyaman dan aman.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh Putri dan Indah, dua warga Desa Dukuhmencek, Kecamatan Sukorambi, saat menjalani pemasangan implan di TPMB Fitri Nur Diana pada Kamis (24/9/2026). Keduanya mengaku sempat merasa cemas karena baru pertama kali memasang KB implan dan membayangkan prosesnya akan terasa sakit. “Sebelum saya memasang KB implan, saya khawatir karena ini pertama kali saya pasang KB. Kemudian, setelah dipasang, tidak terasa sama sekali. Bu bidannya ramah sekali, jadi saya lebih nyaman. Terima kasih,” kata Putri.
Hal senada diungkapkan oleh Indah yang sempat ragu sebelum dipasang alat kontrasepsi. “Ternyata kalau pakai implan benar-benar tidak sakit dan tidak terasa. Awalnya takut, ternyata sudah pasang tidak sakit sama sekali,” tutur Indah.
Kisah inspiratif juga datang dari Ibu Wardah, akseptor di Puskesmas Rambipuji pada Jumat (25/9/2026). Bagi Wardah, ini merupakan kali ketiga dirinya memilih metode KB implan. Didukung penuh oleh suami dan pertimbangan matang dalam merencanakan keluarga, ia menjalani proses pemasangan dengan santai. “Saya sudah ketiga kalinya KB implan, jadi tidak khawatir, tidak takut, santai saja. Karena anak saya juga sudah dua dan suami mendukung penuh, jadi saya pasang KB lagi. Dua anak sudah cukup,” ungkap Wardah.
Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau seluruh masyarakat yang ingin mendapatkan layanan atau informasi seputar kesehatan reproduksi untuk memanfaatkan sisa waktu program hingga 7 Oktober 2026. Warga dapat berkoordinasi langsung dengan kader Posyandu, Bidan Desa, Puskesmas setempat, maupun Penyuluh KB di tingkat kecamatan.



