Jember Cinta Kesehatan Resmi Meluncur, Sasar 10 Ribu Warga Dapatkan Layanan Medis dan Operasi Gratis

JEMBER, 18 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan kelanjutan program Jember Cinta Kesehatan (JCK) Tahap Dua bertempat di Pondok Pesantren Nurul Islam (Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin (17/8/2026). Momentum peluncuran yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dipimpin langsung oleh Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait), sebagai langkah nyata memperluas jaminan pelayanan medis gratis dan berkualitas bagi masyarakat luas.

Program bakti sosial berskala besar ini tidak hanya menyediakan pengobatan dasar, melainkan menghadirkan intervensi medis komprehensif mulai dari skrining kesehatan massal, tindakan bedah operatif, penanganan kelainan bawaan (kongenital), hingga penyediaan berbagai alat bantu kesehatan tanpa dipungut biaya. Kegiatan terpadu ini ditargetkan menyasar hingga 10.000 penerima manfaat dari berbagai kelompok umur dan latar belakang sosial.

Ragam Intervensi Medis dan Pemberian Alat Bantu Kesehatan

JCK Tahap Dua mencakup 18 indikator layanan kesehatan yang dirancang untuk menjawab kebutuhan medis yang selama ini sulit dijangkau masyarakat kurang mampu. Rangkaian tindakan dan bantuan alat kesehatan tersebut mencakup sedikitnya 11 sasaran spesifik, antara lain:

  • Operasi katarak dan pterigium, serta penyediaan bola mata palsu.
  • Penanganan kelainan bibir sumbing dan langit-langit.
  • Penanganan kelainan fisik seperti polidaktili, sindaktili, serta kelainan bentuk kaki (talipes equinovarus atau valgus).
  • Penanganan kelainan genital seperti fimosis dan hipospadia, termasuk layanan khitan.
  • Tindakan medis untuk penderita hernia anak maupun dewasa, serta kasus meningocele atau hidrosefalus.
  • Pembagian alat bantu penunjang kesehatan, meliputi kacamata korektif bagi pelajar dan masyarakat umum, alat bantu dengar, serta pembuatan protesa kaki dan tangan palsu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menyampaikan bahwa rangkaian bakti sosial diawali dengan pemeriksaan dan cek kesehatan gratis sebagai data awal untuk memetakan kebutuhan intervensi medis lanjutan para peserta.

Target 10 Ribu Penerima Manfaat dan Akses Luas Lintas Daerah

Ketua Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, menjelaskan bahwa dari total target 10.000 sasaran, saat ini proses pendataan dan penanganan telah mencakup lebih dari 4.000 penerima manfaat. Program ini dirancang khusus guna memangkas antrean tindakan medis di rumah sakit dan mendekatkan akses bagi warga yang terkendala kondisi geografis maupun mobilitas.

Menariknya, kemudahan layanan JCK Tahap Dua tidak terbatas hanya bagi warga ber-KTP Jember. Gus Fawait menegaskan bahwa masyarakat dari luar daerah di Jawa Timur maupun seluruh Indonesia diperkenankan mendaftar untuk layanan tertentu, khususnya operasi katarak dan bantuan protesa kaki palsu. Pendaftaran program dibuka secara fleksibel melalui puskesmas terdekat maupun kanal aduan publik Wadul Gus’e.

Integrasi Strategis dengan UHC, Homecare, dan Layanan Kewilayahan

Bupati Jember memaparkan bahwa JCK Tahap Dua merupakan penguat dari grand design pelayanan kesehatan daerah yang saling terintegrasi dengan Universal Health Coverage (UHC) Prioritas, Gerakan 1.200 Nakes, dan program Homecare. Langkah ini melengkapi kebijakan berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia yang telah berjalan bagi seluruh warga ber-KTP Jember sejak 1 April 2025.

Guna melayani masyarakat miskin ekstrem yang terkendala biaya transportasi ke fasilitas kesehatan, Pemkab Jember memaksimalkan layanan Homecare agar warga kurang mampu memiliki akses dokter pribadi langsung ke rumah. Pendanaan dan eksekusi program turut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan APBD, program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan swasta, dan organisasi nonpemerintah.

Kesiapan pelaksanaan di tingkat akar rumput didukung penuh oleh jajaran kewilayahan dan fasilitas kesehatan. Camat Patrang Ajib, S.IP., bersama Kepala UPTD Puskesmas Patrang dr. Gurid Anggridiaksha dan Kepala UPTD Puskesmas Banjarsengon drg. Driana Desy Purwaningsih, M.Kes., menyatakan komitmennya mengawal pemerataan layanan hingga tingkat kelurahan. Dukungan serupa disampaikan Lurah Antirogo Teguh Tri Laksono, S.E., M.M., yang mengapresiasi kehadiran layanan medis langsung di wilayahnya.

Pemilihan Pondok Pesantren Nuris sebagai pusat peluncuran program membawa pesan penghormatan atas rekam jejak perjuangan para kiai dan santri dalam sejarah bangsa. Sinergi antara pemerintah dan kalangan pesantren kini diwujudkan dalam bentuk kerja nyata kemanusiaan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jember secara berkelanjutan.

Turut hadir mendampingi bupati dalam agenda tersebut antara lain Plt Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Diskominfo, Kepala Dinas Pendidikan, jajaran camat, kepala puskesmas se-wilayah terkait, Babinsa, serta para tenaga kesehatan. Melalui program JCK, Pemkab Jember memastikan seluruh lapisan warga mendapatkan perlindungan dan kepastian penanganan medis yang adil dan merata.

Related Articles

Back to top button