Awali Program JCK di Ponpes Nuris, Pemkab Jember Gelar Pemeriksaan Mata dan Bagikan Ratusan Kacamata Gratis

JEMBER, 18 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember resmi meluncurkan gerakan terpadu “Jember Cinta Kesehatan” (JCK) yang dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Islam (Ponpes Nuris), Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Senin (17/8/2026). Momentum peluncuran yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia ini dihadiri langsung oleh Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait) bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pimpinan Dinas Kesehatan, serta direksi Rumah Sakit Daerah (RSD).
Peluncuran JCK diwujudkan melalui aksi medis jemput bola berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan pemeriksaan kesehatan mata massal. Langkah ini menjadi gerbang awal intervensi medis daerah untuk mendeteksi dini gangguan penglihatan, mempercepat penanganan kuratif, hingga mendistribusikan bantuan alat kesehatan secara cuma-cuma bagi pelajar dan masyarakat kurang mampu.
Pelayanan Dokter Spesialis dan Intervensi Medis Mata
Aksi medis di Ponpes Nuris didukung penuh oleh kolaborasi tenaga medis profesional lintas fasilitas kesehatan. Pemeriksaan mata massal dipimpin langsung oleh jajaran dokter spesialis mata (Sp.M), dokter umum Instalasi Gawat Darurat (IGD) yakni dr. Fauqi dan dr. Hilda, perawat, refraksionis, serta jajaran manajemen RSD dr. Soebandi dan RSD Kalisat yang diwakili oleh dr. Koeshar. Pelaksanaan teknis turut diperkuat oleh tiga tenaga refraksionis dari BPJS Kesehatan dengan perlengkapan diagnostik rujukan standar tinggi, seperti Snellen Card, Loopt, dan Trial Lens.
Berdasarkan data penanganan di lokasi, kolaborasi medis ini berhasil memberikan manfaat langsung kepada 502 sasaran penerima intervensi mata, yang mencakup:
- Tindakan operasi katarak gratis bagi 32 pasien.
- Pemasangan bola mata palsu (protesa) untuk 6 pasien.
- Pembagian kacamata korektif secara gratis kepada 364 warga.
- Skrining gangguan penglihatan spesifik bagi 100 santri Ponpes Nuris.
Pemberian kacamata dilakukan secara simbolis oleh Bupati Gus Fawait kepada perwakilan penerima guna mendukung produktivitas kerja dan proses belajar para peserta yang terkendala biaya pengadaan kacamata mandiri.
Kolaborasi 6 Puskesmas dan Layanan CKG Terpadu
Sebanyak 503 peserta tercatat mengikuti alur Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebelum diarahkan menuju tahapan skrining penglihatan. Pelayanan komprehensif ini terlaksana berkat sinergi tenaga kesehatan dari enam puskesmas kewilayahan, yakni Puskesmas Arjasa, Puskesmas Pakusari, Puskesmas Gladak Pakem, Puskesmas Sumbersari, Puskesmas Patrang, dan Puskesmas Banjarsengon. Komitmen institusional juga ditunjukkan melalui kehadiran lengkap tiga pimpinan rumah sakit milik daerah, yaitu Direktur RSD dr. Soebandi, Direktur RSD Kalisat, dan Direktur RSD Balung.
Kepala UPTD Puskesmas Patrang, dr. Gurid Anggridiaksha, menerangkan bahwa pemeriksaan CKG dan mata ini merupakan langkah awal dari rangkaian panjang program JCK. Ke depan, tahapan ini akan disusul oleh penanganan medis spesialistik lainnya, seperti operasi bibir sumbing, pelayanan khitan, operasi hernia, pembagian alat bantu dengar, hingga pembuatan protesa fisik.
Dampak Nyata bagi Pelajar dan Warga Sekitar
Pemeriksaan mata secara massal ini dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat sekitar pesantren yang meliputi warga Kecamatan Pakusari, Arjasa, Patrang, dan Sumbersari, serta para santri. Alya, salah seorang santriwati Ponpes Nuris, mengaku sangat terbantu karena melalui pemeriksaan tersebut ia dapat mengetahui adanya perubahan atau kenaikan ukuran minus pada matanya secara tepat. Hal senada disampaikan oleh Rafa, santri Nuris lainnya, yang mengapresiasi kehadiran fasilitas medis cuma-cuma ini sebagai bentuk kepedulian nyata pemerintah daerah bagi masyarakat kecil.
Anggota Tim Pengarah Percepatan Pembangunan Daerah (TP3D) Bidang Kesehatan Kabupaten Jember, dr. Ulfa Elfiah, menegaskan bahwa identifikasi dini sangat krusial agar gangguan visual tidak menghambat aktivitas harian warga maupun proses penerimaan pelajaran para siswa di sekolah. Pemeriksaan menyeluruh juga memungkinkan tim medis menjaring kebutuhan protesa bola mata palsu dan menjadwalkan tindakan operasi bagi penderita katarak secara terukur.
Penguatan Sistemik Menuju Target 10 Ribu Sasaran
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menyampaikan bahwa program JCK terintegrasi penuh dalam ekosistem layanan kesehatan berkelanjutan Pemkab Jember. Program ini menyempurnakan cakupan Universal Health Coverage (UHC), penguatan layanan Homecare (dokter keluarga), dan Gerakan 1.200 Nakes.
Bupati Jember Gus Fawait menegaskan bahwa sejak 1 April 2025, seluruh masyarakat pemegang KTP Jember telah dijamin untuk berobat gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit di Indonesia. Melalui JCK dan penguatan Homecare, pemerintah hadir menjemput bola langsung ke rumah-rumah warga miskin ekstrem yang memiliki hambatan mobilitas dan transportasi ke fasilitas rujukan.
Dari target total 10.000 sasaran penerima manfaat JCK, saat ini tercatat sekitar 3.600 hingga 4.000 warga telah melalui proses skrining awal di puskesmas se-Kabupaten Jember. Momentum peluncuran di Ponpes Nuris diharapkan memacu percepatan pemenuhan sisa kuota, sehingga seluruh target penanganan medis khusus dapat terealisasi secara merata, adil, dan berkesinambungan.



