Capai Progres 90 Persen, Sekolah Rakyat Jember Hadirkan Fasilitas Lengkap dan Asrama Terpadu

JEMBER, 11 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menaruh perhatian besar pada pengentasan kemiskinan struktural melalui jalur pendidikan inklusif. Guna memastikan program tersebut berjalan tepat waktu, Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di kawasan Jember Sport Garden (JSG), Kecamatan Ajung, Kabupaten Jember, pada Kamis, 9 Juli 2026. Peninjauan megaproyek ini dilakukan bersama Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas (RSPD) Kementerian Sosial Republik Indonesia, M.O. Royani, untuk melihat kesiapan fisik bangunan yang kini telah mencapai progres sekitar 90 persen.

Kehadiran kompleks pendidikan terpadu yang berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 50 hektare di Jalan MH Thamrin, Desa Ajung ini ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 30 Juli 2026. Proyek strategis ini merupakan wujud nyata dari kehadiran negara dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu di Kabupaten Jember. Bupati Jember yang akrab disapa Gus Fawait menegaskan bahwa investasi jangka panjang ini diharapkan menjadi instrumen pamungkas untuk menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) serta memutus mata rantai kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan formal yang merata.

Sinergi Lintas Sektor dan Kesiapan Operasional Wilayah

Pembangunan Sekolah Rakyat Jember merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Jember dengan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Kabupaten Jember menjadi salah satu daerah yang beruntung masuk dalam gelombang pertama pelaksanaan program nasional ini. Berdasarkan evaluasi dari Kementerian Sosial RI, proyek di Jember mencatatkan kemajuan yang sangat positif dibandingkan wilayah lain. Dari total lima titik pembangunan Sekolah Rakyat di Provinsi Jawa Timur, lokasi di Kabupaten Jember dinilai sebagai yang paling siap dari segi bangunan dan sarana pendukung untuk segera dioperasikan dalam waktu dekat.

Dalam proses peninjauan di lapangan, Bupati Jember didampingi oleh Willie selaku project manager yang memimpin jalannya konstruksi. Manajemen proyek memastikan seluruh tim di lapangan bekerja dalam kecepatan penuh guna mengejar tenggat waktu akhir Juli tanpa sedikit pun menurunkan kualitas spesifikasi teknis bangunan. Setelah proses fisik selesai sepenuhnya, Kementerian Sosial RI dijadwalkan segera melaksanakan tahapan pengenalan lingkungan sekolah atau campus introduction bagi para calon peserta didik sebagai persiapan awal sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai.

Prioritas untuk Keluarga Prasejahtera

Berbeda dengan sekolah unggulan pada umumnya, Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 6 Jember menerapkan kebijakan pembalikan urutan prioritas penerimaan siswa baru. Kuota utama sekolah ini tidak disasarkan kepada anak dengan nilai akademik tertinggi, melainkan dikhususkan bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem yang masuk dalam kategori desil satu dan desil dua berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kebijakan ini diambil demi memberikan keadilan akses bagi masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah yang selama ini mengalami kendala ekonomi dalam menempuh pendidikan layak.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Bupati Jember menginstruksikan seluruh jajaran camat, lurah, hingga pemerintah desa untuk bergerak proaktif melakukan pendataan anak-anak di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah menegaskan tidak boleh ada lagi anak di Kabupaten Jember yang kehilangan hak bersekolah hanya karena terkendala biaya. Di samping memberikan fasilitas pendidikan gratis, program komprehensif ini juga akan menyentuh sektor perumahan. Pemerintah akan memberikan perhatian berupa perbaikan atau pembangunan rumah tidak layak huni (RTLH) bagi keluarga peserta didik prasejahtera yang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Fasilitas Modern dan Sistem Pengasuhan Karakter Berbasis Asrama

Meski disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya, fasilitas yang dibangun di kompleks Sekolah Rakyat Jember ini dirancang sangat representatif dan setara dengan sekolah swasta elite. Lembaga pendidikan yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA ini dilengkapi dengan asrama siswa dengan tempat tidur yang layak, ruang kelas modern, aula, laboratorium komputer, gedung serbaguna untuk pertunjukan seni, serta sarana olahraga yang lengkap termasuk lapangan basket, lapangan bulu tangkis, dan lapangan sepak bola berstandar FIFA. Seluruh kebutuhan logistik siswa juga dipenuhi secara penuh oleh negara, mencakup pemberian konsumsi tiga kali sehari serta makanan selingan dua kali setiap hari.

Dari sisi metode pengajaran, konsep Sekolah Rakyat ini akan mengadopsi perpaduan antara kedisiplinan ala militer dan sistem pengasuhan pondok pesantren guna membentuk karakter siswa yang kuat. Kepala SRT 6 Jember, Kartika Sari Dewi, S.Pd., M.TESOL., menjelaskan bahwa sekolah ini menerapkan kurikulum multi exit multi entry, yang memungkinkan pihak sekolah menerima siswa putus sekolah kapan saja sepanjang tahun setelah melalui proses assessment. Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dilangsungkan lebih panjang mulai tanggal 14 hingga 31 Juli 2026, yang kemudian dilanjutkan dengan program matrikulasi untuk menyiapkan mental serta kemampuan dasar literasi, numerasi, dan kalistung siswa sebelum memasuki pembelajaran reguler.

Jaminan Pemerintah untuk Proteksi Kesehatan

Mengingat seluruh siswa akan berinteraksi dan tinggal bersama di dalam asrama selama 24 jam penuh, pihak sekolah menerapkan proses seleksi yang ketat dari aspek kesehatan dan psikologi calon peserta didik. Prosedur ini krusial dilakukan untuk mencegah masuknya riwayat penyakit menular di lingkungan asrama. Sebagai contoh bentuk pengawasan, SRT 6 Jember menggandeng Puskesmas Patrang untuk melakukan tes kehamilan bagi calon siswi pada jenjang SMA yang baru pertama kali dibuka tahun ini, di mana temuan kasus tertentu langsung dialihkan dalam pembinaan Dinas Sosial.

Terkait faktor kesehatan protektif selama masa pendidikan, Pemerintah Kabupaten Jember menjamin layanan kesehatan gratis bagi seluruh siswa. Melalui skema program Universal Health Coverage (UHC) dan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang telah berjalan di Jember, seluruh biaya pengobatan siswa prasejahtera di fasilitas kesehatan, baik puskesmas maupun rumah sakit, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah daerah. Penempatan lokasi Sekolah Rakyat di kawasan Ajung pun sengaja dipertimbangkan secara matang agar dekat dengan fasilitas pelayanan kesehatan utama demi memberikan rasa aman bagi para siswa yang mayoritas berasal dari desa-desa terpencil.

Kesiapan Tenaga Pendidik

Dinas Pendidikan Kabupaten Jember menyatakan kesiapan penuh dalam mengawal operasional Sekolah Rakyat begitu fisik bangunan diserahterimakan. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Arief Tjahyono, menegaskan bahwa pihaknya tengah bergerak cepat mematangkan data calon peserta didik serta menggodok pasokan tenaga pendidik berkualitas agar sistem pengajaran langsung siap berjalan. Sinergi ini dibentuk agar anak-anak Jember dari keluarga kurang mampu mendapatkan mutu pendidikan terbaik tanpa bayang-bayang hambatan finansial.

Saat ini, pihak manajemen sekolah juga sedang mempercepat penerbitan Surat Keputusan (SK) penetapan siswa sebagai dasar utama pemenuhan dan pencairan anggaran operasional. Untuk memperluas jangkauan informasi, Pemkab Jember berencana menggelar agenda open house di sekolah-sekolah perkampungan agar sosialisasi mengenai sistem asrama dan fasilitas modern ini dapat dipahami dengan baik oleh seluruh lapisan masyarakat sasaran. Melalui pengoperasian megaproyek Sekolah Rakyat Jatim 4 ini, Pemkab Jember optimistis dapat meruntuhkan sekat sosial dalam pendidikan dan melahirkan sumber daya manusia yang unggul demi mewujudkan cita-cita Jember Baru, Jember Maju.

Related Articles

Back to top button