Perkuat Ketahanan Pangan, DKPPP Jember Genjot Produktivitas Sektor Peternakan dan Perikanan Daerah

JEMBER, 11 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP) bergerak secara masif dan terintegrasi dalam memperkuat pilar ketahanan pangan daerah sepanjang awal Juli 2026. Melalui serangkaian program strategis, Pemkab Jember melakukan intervensi langsung mulai dari pemeriksaan kesehatan hewan, pendampingan teknis peternak mandiri, hingga persiapan pelaksanaan program prioritas perikanan nasional. Langkah proaktif ini diambil untuk menjaga produktivitas ternak lokal, menangkal ancaman Penyakit Hewan Menular (PHM) seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), serta mendorong kemandirian ekonomi berbasis potensi desa di seluruh wilayah Kabupaten Jember.
Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu di Sumbersari dan Mayang
Aksi nyata di lapangan diawali dengan pelaksanaan program Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu (Yankeswandu) pada Kamis, 9 Juli 2026, mulai pukul 09.00 WIB. Pelayanan jemput bola yang diinisiasi oleh DKPPP Kabupaten Jember ini menyasar dua lokasi strategis, yaitu Kelurahan Wirolegi di Kecamatan Sumbersari dan Desa Mrawan di Kecamatan Mayang. Guna mengoptimalkan penanganan preventif terhadap ancaman penyakit hewan menular, dinas terkait bersinergi langsung dengan Tim Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Mayang serta Tim Balai Besar Veteriner (BBVET) Wates.
Dalam aksi lapangan tersebut, petugas gabungan memberikan pelayanan medis intensif kepada 40 ekor ternak milik warga. Bantuan kesehatan yang disalurkan meliputi injeksi vitamin, pembagian obat cacing, serta pemberian vitamin B-kompleks bolus guna menjaga kebugaran fisik hewan. Tidak hanya memberikan pengobatan, tim medis juga mengambil 40 sampel darah ternak untuk melakukan uji titer antibodi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta deteksi dini parasit darah sebagai langkah memantau efektivitas vaksinasi yang telah berjalan.
Perwakilan Tim Bidang Kesehatan Hewan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Masy’ Ariel Huda, menegaskan bahwa Yankeswandu merupakan pilar preventif rutin pemerintah agar roda ekonomi peternak rakyat tidak terganggu oleh wabah penyakit. Melalui pemantauan kondisi makro lewat sampel darah dan edukasi langsung mengenai manajemen pemeliharaan serta biosekuriti kandang, pemerintah berharap kesadaran mandiri peternak dapat tumbuh sehingga produktivitas ternak di Jember terus meningkat secara berkelanjutan.
Perluasan Jangkauan Yankeswandu di Wilayah Kecamatan Mumbulsari
Pada hari yang sama, Kamis, 9 Juli 2026, kegiatan Yankeswandu juga diperluas ke wilayah selatan Jember, tepatnya di Desa Lampeji dan Desa Mumbulsari, Kecamatan Mumbulsari. Dimulai pukul 12.30 WIB, program ini melibatkan kolaborasi antara Tim Kesehatan Hewan (Keswan) DKPPP Kabupaten Jember, Tim Puskeswan Jenggawah, serta Tim Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates. Melalui sinergi terpadu ini, sebanyak 50 ekor ternak milik peternak setempat berhasil mendapatkan penanganan medis yang meliputi pemberian injeksi vitamin, pembagian obat cacing, serta Vitamin B-Complex Bolus untuk mendongkrak daya tahan tubuh dan produktivitas ternak.
Selain tindakan pengobatan, tim kesehatan hewan melakukan pengambilan 20 sampel darah ternak untuk keperluan uji titer PMK dan pengawasan parasit darah. Langkah ini krusial untuk memantau tingkat kekebalan ternak pascavaksinasi sekaligus mendeteksi dini penyakit potensial. Perwakilan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Henry Kurniawan Mulyodiputro, M.Vet., menyampaikan bahwa kegiatan berkelanjutan ini bertujuan mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat sekaligus memperkuat sistem surveilans. Peternak di lokasi juga diberikan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mengenai pentingnya kebersihan kandang dan diimbau segera melapor jika menemukan gejala klinis mencurigakan pada hewan mereka.
Penguatan Pendampingan Pascapelayanan Medis di Kecamatan Puger
Komitmen Pemkab Jember dalam memantau kesehatan hewan tidak berhenti pada saat pelaksanaan pos pelayanan saja. DKPPP Kabupaten Jember terus memperkuat pendampingan kepada peternak sebagai tindak lanjut pascapelaksanaan Yankeswandu di Desa Bagon dan Desa Kasiyan Timur, Kecamatan Puger. Dari kegiatan yang telah dilaksanakan di wilayah tersebut, tercatat sebanyak 60 ekor sapi milik 23 peternak telah memperoleh pelayanan medis lengkap, mulai dari pemberian vitamin, obat cacing, premix, hingga pemeriksaan kebuntingan.
Pasca-pelayanan tersebut, pemantauan berkala terus digalakkan agar peternak konsisten menerapkan ilmu manajemen pemeliharaan yang telah disampaikan oleh petugas. Dokter hewan Tim Keswan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Yusmaniar Galuh Adi Luhung, mengingatkan bahwa keberhasilan jangka panjang dari pelayanan kesehatan hewan sangat bergantung pada kedisiplinan peternak. Penerapan praktik budi daya yang sehat, pemberian pakan berkualitas, kebersihan kandang, dan pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci utama untuk mencegah paparan penyakit dan mendongkrak nilai ekonomi ternak rakyat.
Standardisasi dan Pemantauan Teknis Peternakan Ayam Petelur Sukorambi
Selain sektor penanganan hewan besar, pembinaan intensif juga menyasar sektor unggas untuk memastikan stabilitas pasokan protein hewani. Pada Kamis, 9 Juli 2026, tim ahli dari dinas terkait yang terdiri atas Bhisma Briantama, S.Pt., Rendra Dwi Prasetya, S.Pt., Hairul Anwar, A.Md., drh. Agar Sektiono Widodo, dan Sulton Erin Nur Arifin diterjunkan langsung ke peternakan ayam petelur (layer) milik Joko di Dusun Curahdami, Desa Sukorambi, Kecamatan Sukorambi. Kunjungan ini berfokus pada standardisasi good farming practices (praktik peternakan yang baik) serta penguatan aspek kelembagaan peternak mandiri.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis di lapangan, populasi 486 ekor ayam petelur berumur 22 minggu di peternakan tersebut dipastikan berada dalam kondisi prima. Unggas tampil aktif dengan nafsu makan yang baik tanpa adanya indikasi penyakit massal, didukung kebersihan kandang baterai dengan sistem sirkulasi udara yang optimal. Perwakilan tim teknis, Bhisma Briantama, S.Pt., mengapresiasi langkah preventif yang telah diterapkan peternak, seperti pelaksanaan vaksinasi tetes mata secara berkala dan penyediaan kandang karantina khusus untuk menekan risiko penularan.
Saat ini, produktivitas telur di lokasi tersebut telah mencapai 70 butir per hari atau setara dengan 14,40 persen hen day production (HDP). Angka produksi ini dikategorikan normal serta sangat prospektif untuk ayam yang baru memasuki fase awal bertelur, dengan kualitas cangkang yang sudah memenuhi standar pasar meskipun keseragaman diameter telur masih perlu dioptimalkan. Guna mendukung keberlanjutan usaha peternak, dinas memberikan edukasi mengenai legalitas usaha dan mendorong pembentukan kelompok ternak resmi agar memenuhi syarat administrasi dalam memperoleh Surat Keterangan Terdaftar (SKT).
Sosialisasi dan Akselerasi Program Budidaya Perikanan Tematik Desa
Penguatan ketahanan pangan Kabupaten Jember kian lengkap dengan optimalisasi di sektor perikanan. DKPPP Kabupaten Jember mengikuti Sosialisasi Program Prioritas Budidaya Tematik untuk Desa yang digelar secara hybrid melalui Zoom Meeting pada Jumat, 10 Juli 2026. Agenda strategis nasional ini diikuti oleh Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Jember Ratno Cahyadi Sembodo, Kepala DKPPP Kabupaten Jember drh. Sugiyarto, S.KH., M.Si., Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kabid Perikanan, serta jajaran camat, kepala desa, lurah, dan penyuluh perikanan se-Kabupaten Jember dengan materi dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Dalam pemaparan tersebut dijelaskan bahwa program budidaya tematik dari pemerintah pusat ini menargetkan pembangunan 40.000 lokasi hingga tahun 2029, dengan prioritas awal sebanyak 4.000 lokasi pada tahun 2026 khusus di wilayah Pulau Jawa. Setiap lokasi penerima manfaat akan dibangun fasilitas berupa 20 kolam budidaya berukuran 3 x 5 meter untuk komoditas lele atau nila, dengan target hasil produksi yang cukup tinggi yakni mencapai 10 ton per siklus.
Kabupaten Jember merespons peluang besar ini secara cepat dan agresif dengan mengusulkan total 17 calon lokasi desa pembudidaya, yang terdiri atas 15 proposal yang telah resmi dikirim serta 2 proposal yang kini sedang dalam proses penyempurnaan akhir. Kepala DKPPP Kabupaten Jember, drh. Sugiyarto, S.KH., M.Si., berharap seluruh pemerintah desa dapat mempersiapkan usulan sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan agar mampu meningkatkan produksi perikanan dan menggerakkan ekonomi desa. Pihak dinas juga menegaskan secara terbuka kepada masyarakat bahwa seluruh proses pengajuan bantuan program ini berjalan tanpa dipungut biaya atau gratis, serta mengimbau warga agar tetap waspada terhadap segala bentuk tindakan oknum yang tidak bertanggung jawab.
Melalui integrasi program yang menyentuh berbagai klaster, mulai dari kesehatan hewan ternak, standardisasi budi daya unggas, hingga penguatan sektor perikanan desa, Pemerintah Kabupaten Jember menujukkan komitmen kuat dalam membangun ketahanan pangan tangguh dari hulu ke hilir. Kehadiran negara secara langsung melalui pelayanan inklusif, pembagian bantuan medis gratis, serta pengawalan program nasional menjadi jaminan bahwa roda ekonomi masyarakat arus bawah tetap berjalan dengan aman. Seluruh langkah strategis dan berkesinambungan ini diharapkan tidak hanya mampu menjaga stabilitas pasokan protein hewani daerah, melainkan juga secara nyata mendongkrak daya saing, kemandirian usaha, serta kesejahteraan ekonomi para peternak dan pembudidaya lokal di Kabupaten Jember.



