Tindak Lanjut Aduan ‘Wadul Gus’e’ hingga Penataan Lokasi, Pemkab Jember Optimalkan Operasi Pasar Murah

JEMBER, 7 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember secara berkelanjutan menggulirkan program Operasi Pasar (Opsar) Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai titik wilayah strategis. Langkah intervensi ekonomi berbasis pasokan terpusat ini ditempuh sebagai upaya nyata dalam mengendalikan laju inflasi daerah, menjaga stabilitas harga, serta memastikan keamanan pasokan komoditas pokok di tingkat akar rumput.

Pelaksanaan program ini momentumnya dinilai sangat tepat bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi fluktuasi harga pangan serta memenuhi lonjakan biaya kebutuhan menjelang dimulainya tahun ajaran baru sekolah. Melalui keterlibatan aktif berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pangan, hingga tingkat pemerintahan desa, Pemkab Jember berkomitmen menjaga daya beli masyarakat sekaligus memacu pertumbuhan pelaku usaha mikro lokal secara inklusif.

Kolaborasi Multi-Instansi dan Respons Cepat Aspirasi ‘Wadul Gus’e’ di Tanggul

Pada Rabu (01/07/2026), Pemkab Jember menggelar Operasi Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah di Kantor Desa Manggisan, Kecamatan Tanggul. Pelaksanaan di wilayah Jember bagian barat ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan agenda serupa yang sebelumnya sukses dilaksanakan di Balai Desa Semboro pada 25 Juni 2026 serta di Desa Kramatsukoharjo.

Menariknya, pasar murah di Desa Manggisan ini merupakan bentuk tindak lanjut langsung atas aspirasi masyarakat yang masuk melalui kanal pengaduan resmi Pemkab Jember, yaitu “Wadul Gus’e”. Instrumen aduan publik ini terbukti efektif menjadi jembatan bagi pemerintah daerah dalam menangkap dan menyelesaikan persoalan kebutuhan logistik warga secara real-time.

Kegiatan ini berhasil terlaksana berkat sinergi harmonis lintas sektor yang dikoordinasikan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember dengan melibatkan sejumlah mitra strategis, di antaranya:

  • Badan Urusan Logistik (Perum Bulog)
  • Bank Indonesia (BI)
  • Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan, dan Perikanan (DKPPP)
  • Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP)
  • Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat
  • Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Desa Manggisan

Camat Tanggul, Fariqul Mashudi, S.Sos, menyatakan kesiapan penuh wilayahnya dalam mendukung program berkala ini. “Kami siap mendukung penuh program yang sangat bermanfaat ini. Sebelumnya sudah diadakan di Desa Kramatsukoharjo, kini berlanjut di Manggisan. Ini bukti nyata komitmen Pemkab Jember. Ke depannya, pasar murah akan terus digelar secara berkala dan diperluas ke titik-titik lain agar semakin banyak warga yang terbantu,” tegas Fariqul.

Komoditas Berkualitas di Bawah Harga Pasar

Antusiasme ratusan warga yang memadati area sejak pagi hari membuat seluruh stok sembako habis terjual. Kemudahan akses pangan ini dirasakan langsung manfaatnya karena harga komoditas yang dipasarkan terbukti terpaut lebih murah sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 jika dibandingkan dengan harga eceran di pasar umum.

Adapun rincian komoditas pokok yang disediakan oleh masing-masing instansi di lokasi tersebut meliputi:

  • Perum Bulog: Menyediakan Beras SPHP seharga Rp11.000 per kilogram dan Minyakita (minyak goreng kemasan 1 liter) seharga Rp15.500.
  • DKPPP Kabupaten Jember: Menggelontorkan pasokan khusus berupa 600 kilogram gula pasir seharga Rp15.000 per kilogram dan 100 kilogram telur ayam seharga Rp20.000 per kilogram.
  • Dinas TPHP & Sayur Balap: Menyediakan produk pertanian segar seperti aneka sayuran, cabai, bawang merah, serta bawang putih.

Selain bahan pangan utama, pasar murah ini menyediakan pakaian layak pakai serta beragam produk makanan olahan kreatif dari UMKM lokal melalui fasilitas BUMDes. Kepala Bidang Perdagangan dan Pengendalian Bapokting Diskopumdag Jember, Lilik Makhfiyah, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa agenda ini dirancang untuk memberikan dampak ekonomi ganda (multiplier effect).

“Pasar murah ini tidak hanya menyediakan bahan pokok dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk olahan masyarakat agar semakin dikenal luas. Antusiasme masyarakat hari ini sangat tinggi, bahkan jumlah pengunjung yang datang di luar perkiraan kami,” urai Lilik Makhfiyah.

Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPPP Kabupaten Jember, drh. Welas Wahyu Widayanti, menambahkan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan instrumen pemerintah dalam kerangka Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Salah seorang warga Dusun Krajan bernama Asmi mengaku sangat diringankan. “Harga sembako saat ini tidak stabil, kadang naik turun, apalagi sebentar lagi anak-anak masuk sekolah yang butuh banyak biaya. Pasar murah ini sangat meringankan pengeluaran kami,” ungkap Asmi.

Operasi Pasar Gebang Dialihkan ke Aula Demi Ketertiban

Komitmen Pemkab Jember dalam mengedepankan pelayanan yang aman dan tertib juga ditunjukkan pada pelaksanaan Operasi Pasar di wilayah lain. Pada Senin (06/07/2026), Diskopumdag Jember mengambil kebijakan taktis dengan mengalihkan lokasi Operasi Pasar yang sebelumnya digelar di pinggir jalan depan Pasar Gebang masuk ke dalam aula pasar setempat.

Langkah respons cepat ini diambil oleh pengelola pasar guna mengantisipasi memanjangnya antrean warga ke badan jalan raya yang berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas umum dan mengancam keselamatan pengendara maupun warga. Mantri Pasar Gebang, Abdurrahman, membenarkan peralihan tersebut demi mewujudkan keamanan bersama. “Iya, kalau di pinggir jalan khawatir mengganggu kendaraan yang lewat. Jadi, kita pindah ke dalam aula saja agar lebih aman. Alhamdulillah, warga yang datang tetap ramai,” jelas Abdurrahman.

Melalui penataan lokasi baru di dalam aula, alur masuk dan keluar warga dapat diatur secara kondusif menggunakan sistem nomor urut oleh petugas Diskopumdag bersama pengelola pasar. Penataan ini membuat suasana di sekitar Pasar Gebang menjadi jauh lebih rapi, terlindung dari terik matahari, serta memastikan roda perekonomian pedagang pasar lainnya tetap berjalan lancar. Tingginya partisipasi masyarakat di berbagai titik pasar murah ini membuktikan bahwa program subsidi dan stabilisasi pangan besutan Pemkab Jember menjadi solusi ekonomi yang dinantikan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan warga Jember.

Related Articles

Back to top button