Dongkrak Potensi Daerah, Pemkab Jember Hadirkan Inovasi Destinasi Estetik, Aksesibilitas Modern, dan Wisata ‘Bus Si Cinta’

JEMBER, 7 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) terus menggalakkan berbagai strategi inovatif untuk meningkatkan daya saing dan memperkuat citra pariwisata daerah. Melalui rangkaian program nyata yang digulirkan pada awal Juli 2026, Pemkab Jember mengintegrasikan penambahan fasilitas estetis di destinasi unggulan, kemudahan aksesibilitas transportasi publik melalui sinergi lintas sektor, hingga penyediaan paket wisata terjangkau yang berdampak langsung pada perputaran ekonomi pelaku usaha lokal.

Langkah terpadu ini diambil untuk merespons kebutuhan pasar pariwisata modern yang adaptif terhadap perkembangan digital sekaligus memastikan bahwa sektor pariwisata dapat menjadi penggerak pembangunan daerah yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat kesejahteraan bagi masyarakat luas.

Puncak Rembangan Tampil Lebih Estetik dan Ramah Media Sosial

Sebagai salah satu langkah penguatan destinasi, Disporabudpar Kabupaten Jember melakukan pengembangan kawasan wisata Puncak Rembangan dengan menghadirkan berbagai spot foto baru yang menarik dan mengikuti tren masa kini. Inovasi ini ditujukan bagi wisatawan yang gemar membagikan momen rekreasi mereka melalui platform digital, dengan tetap mempertahankan karakter alami kawasan.

Penambahan area swafoto yang aman dan nyaman ini memanfaatkan latar belakang perbukitan, pepohonan, serta pemandangan Kota Jember dari ketinggian. Pembaruan fasilitas ini diharapkan mampu memperpanjang durasi kunjungan wisatawan dan meningkatkan angka kunjungan secara organik melalui promosi digital berbasis konten yang diunggah pengunjung.

Kepala Disporabudpar Kabupaten Jember, Bobby Arie Sandy, S.STP., M.M., menyatakan bahwa pengembangan fasilitas di Puncak Rembangan merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan pengalaman berwisata yang menyenangkan secara berkelanjutan. “Penambahan spot foto di Puncak Rembangan merupakan salah satu inovasi untuk meningkatkan daya tarik destinasi, sehingga pengunjung memiliki lebih banyak alasan untuk datang, menikmati keindahan alam, sekaligus membagikan pengalaman positif mereka. Promosi yang lahir dari pengalaman wisatawan akan menjadi kekuatan besar dalam memperkenalkan pariwisata Jember kepada masyarakat yang lebih luas,” ujar Bobby Arie Sandy pada Selasa (07/07/2026).

Terminal Tawang Alun Jadi Pintu Gerbang Informasi Wisata

Selain berfokus pada estetika destinasi, aspek aksesibilitas turut diperkuat melalui kolaborasi strategis antara Disporabudpar dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jember. Sinergi ini diwujudkan melalui pembuatan video promosi wisata pada Senin (06/07/2026) yang mengusung konsep perjalanan menggunakan transportasi umum, seperti angkutan kota, angkutan pedesaan, hingga bus antarkota.

Langkah ini sekaligus memperkenalkan wajah baru Terminal Tawang Alun yang kini tampil lebih modern, bersih, dan representatif pascarenovasi. Terminal tersebut kini juga berfungsi sebagai pusat informasi awal bagi wisatawan melalui penyediaan papan informasi yang dilengkapi dengan barcode digital. Melalui pemindaian barcode tersebut, wisatawan dapat mengakses peta wisata Kabupaten Jember lengkap dengan rekomendasi lokasi tujuan secara praktis.

Kepala Bidang Pariwisata Disporabudpar Kabupaten Jember, Yunita Maharani, menekankan bahwa pariwisata tidak dapat dipisahkan dari aspek kemudahan akses transportasi. “Melalui kolaborasi dengan Dinas Perhubungan, kami ingin menunjukkan bahwa berwisata di Kabupaten Jember kini semakin mudah karena didukung pilihan transportasi yang beragam. Kehadiran Terminal Tawang Alun yang telah direnovasi juga menjadi wajah baru sekaligus pusat informasi awal bagi wisatawan untuk mengenal potensi pariwisata Jember,” tutur Yunita.

‘Bus Si Cinta’: Solusi Wisata Murah dan Penggerak Ekonomi UMKM

Komitmen Pemkab Jember dalam menghadirkan wisata yang inklusif dan berdampak ekonomi secara nyata diimplementasikan melalui program Bus Si Cinta. Pada Minggu (05/07/2026), rombongan kader Posyandu Kecamatan Sumbersari memanfaatkan program ini untuk melakukan perjalanan wisata menuju Pantai Watu Ulo dan Pantai Papuma.

Hanya dengan biaya Rp12.500 per orang, masyarakat sudah bisa menikmati paket wisata yang aman dan nyaman ke dua destinasi unggulan tersebut. Kehadiran rombongan ini terbukti menghidupkan ekosistem ekonomi lokal melalui pembelian produk makanan, minuman, serta suvenir UMKM di sekitar kawasan pantai.

Dwi Handayani, selaku ketua rombongan, mengungkapkan bahwa program ini menjadi solusi rekreasi berkualitas yang sangat terjangkau bagi masyarakat tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Dampak positif ini turut dibenarkan oleh Lutfi, salah seorang pemilik tempat makan di kawasan Pantai Watu Ulo, yang mengaku mengalami peningkatan omzet penjualan setiap kali rombongan Bus Si Cinta datang berkunjung.

Menanggapi antusiasme tersebut, Kepala Bidang Pariwisata Kabupaten Jember, Yunita Maharani, menambahkan bahwa kuota keberangkatan program Bus Si Cinta sepanjang bulan Juli 2026 telah terisi penuh (full booked). “Bus Si Cinta hadir sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menghadirkan wisata yang inklusif, terjangkau, dan berdampak langsung bagi masyarakat. Ketika masyarakat semakin mudah mengakses destinasi wisata, maka pelaku UMKM, rumah makan, pedagang suvenir, hingga jasa wisata turut merasakan manfaatnya. Inilah semangat pariwisata yang berkelanjutan, di mana manfaat ekonomi dapat dirasakan bersama,” pungkas Yunita.

Related Articles

Back to top button