Tekan Angka Putus Sekolah, Pemkab Jember Padukan Pelatihan Ecoprint dan Jaminan Beasiswa Kejar Paket bagi ATS

JEMBER, 11 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember menaruh perhatian serius terhadap upaya penuntasan jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Melalui sinergi antara Dinas Pendidikan (Dispendik) dan Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, pemerintah meluncurkan program inovatif bertajuk “Ecoprint sebagai Upaya Penuntasan dan Pemberdayaan Anak Tidak Sekolah”. Kegiatan perdana ini diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Sumbersari pada Rabu (10/6/2026).

Program ini tidak hanya dirancang untuk membekali anak-anak putus sekolah dengan keterampilan vokasional yang bernilai ekonomi kreatif, tetapi juga menjadi jembatan strategis guna menarik mereka kembali ke bangku pendidikan. Sebagai bentuk komitmen nyata, Pemkab Jember memfasilitasi para peserta untuk menyelesaikan pendidikannya melalui program Kejar Paket secara gratis yang dibiayai penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Fokus Penuntasan di Kantong Penyumbang ATS Tertinggi

Berdasarkan pemetaan data terbaru Dispendik Kabupaten Jember, angka ATS saat ini tercatat berada di kisaran 34 hingga 35 ribu anak. Jumlah tersebut sejatinya telah mengalami penurunan signifikan dari data sebelumnya yang mencapai sekitar 42 ribu anak.

Plt. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., mengungkapkan bahwa program pemberdayaan ini akan diproyeksikan di tiga kecamatan dengan penyumbang angka ATS tertinggi, yakni Kecamatan Sumberbaru, Bangsalsari, dan Sumbersari.

Kecamatan Sumbersari yang menempati urutan ketiga dengan jumlah ATS sekitar 1.019 anak, dipilih sebagai lokasi tahap awal. Sebanyak 38 peserta ATS dari total 50 undangan yang berasal dari berbagai wilayah kelurahan di Sumbersari—termasuk Kebonsari, Karangrejo, dan Tegalgede—hadir memadati pendopo kecamatan dengan antusias.

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan PNF Kabupaten Jember, Mohammad Gozali, menjelaskan bahwa pemberian keterampilan ini merupakan langkah taktis. “Tujuan kegiatan ini adalah memberikan keterampilan teoritis dan teknis kepada ATS agar mereka memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan secara mandiri, serta meningkatkan daya saing mereka di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ecoprint sebagai Katalis Kemandirian Ekonomi

Pelatihan yang diinisiasi bersama TP PKK Pokja 2 Kabupaten Jember ini memilih ecoprint—teknik mencetak motif pada kain menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga—karena sifatnya yang ramah lingkungan, minim modal, namun berpotensi menghasilkan produk ekonomi kreatif bernilai tinggi, seperti tas, syal, dan pakaian.

Pelatihan ini terbukti mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan harapan baru bagi pesertanya. Asfi Rehan, remaja putus sekolah dari Kelurahan Karangrejo, mengaku bahwa pelatihan ini mengubah keraguannya menjadi antusiasme untuk merintis usaha sendiri di masa depan. Hal senada diungkapkan Aliyah, peserta asal Kelurahan Tegalgede, yang melihat teknik ecoprint sebagai solusi aplikatif untuk keluar dari keterbatasan ekonomi melalui kemandirian finansial.

Nurul Hafid Yasin menegaskan bahwa pendidikan tidak bisa hanya diatasi melalui pendekatan kelas formal semata, melainkan juga lewat pemberian keterampilan hidup (life skills). “Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang dapat menjadi bekal hidup, meningkatkan rasa percaya diri, dan membuka peluang usaha di masa depan,” tegasnya.

Jaminan Pendidikan Wajib Belajar

Lebih dari sekadar pemberdayaan ekonomi, tujuan utama dari kegiatan ini adalah mendorong penuntasan program wajib belajar. Dispendik memastikan bahwa jalur vokasional ini akan bermuara pada kembalinya para ATS ke jalur pendidikan.

Hafid menegaskan, Pemkab Jember memberikan dukungan penuh agar anak-anak yang putus di tingkat SMP dapat melanjutkan ke Kejar Paket B, sedangkan yang putus di tingkat SMA dapat tuntas melalui Kejar Paket C. Seluruh biaya pendidikan dan jaminan kelayakan studi peserta ditanggung secara penuh oleh APBD Kabupaten Jember.

Sinergi Lintas Sektor untuk Keberlanjutan

Langkah strategis Dispendik ini mendapat respons positif dan pengawalan ketat di tingkat pemerintahan wilayah. Camat Sumbersari, Deni Hadiatullah, menyatakan kesiapan jajarannya bersama pemerintah kelurahan untuk terus menyisir dan memfasilitasi anak-anak putus sekolah agar masuk ke program Kejar Paket. Hal ini langsung diamini oleh Lurah Tegalgede, Shierley Aisyah, yang berkomitmen melakukan validasi data ulang agar jaminan beasiswa tersebut tepat sasaran.

Sementara itu, Lurah Kebonsari, Edy Hariyanto, menyoroti pentingnya langkah pasca-pelatihan. Ia berharap ke depannya terdapat pendampingan lanjutan bagi anak-anak yang berminat mengembangkan usahanya, mulai dari aspek pemasaran produk, pengemasan, hingga akses bantuan permodalan.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang mengawinkan pemberian keterampilan komersial dan jaminan akses pendidikan gratis ini, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dapat memotong mata rantai kemiskinan sekaligus mencetak generasi muda yang mandiri, berdaya saing, dan berpendidikan.

Related Articles

Back to top button