Tingkatkan Kapasitas Medis dan Pendekatan Sosial, Pemkab Jember Gelar Pelatihan Pengendalian Kusta bagi Dokter Puskesmas

JEMBER, 15 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kusta. Berkolaborasi dengan Yayasan NLR Indonesia, pemerintah menyelenggarakan Pelatihan Program Pencegahan dan Pengendalian Kusta bagi Dokter di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 10 hingga 13 Juni 2026, di Hotel Grand Valonia ini diikuti oleh 24 dokter puskesmas dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember. Pelatihan ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah untuk memutus rantai penularan dan menyiapkan dokter rujukan kusta yang kompeten di tingkat layanan primer.
Respons terhadap Temuan Kasus Baru
Penguatan kapasitas tenaga kesehatan ini menjadi salah satu urgensi utama karena Kabupaten Jember tercatat masih menemukan kasus kusta baru setiap tahunnya, baik yang menjangkiti kelompok usia dewasa maupun anak-anak. Melalui peningkatan kompetensi tenaga medis, pemerintah berharap penemuan kasus dapat dipercepat, kualitas pelayanan meningkat, serta risiko kecacatan akibat penyakit kusta dapat ditekan secara signifikan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes PPKB Kabupaten Jember, dr. Rita Wahyuningsih, menyatakan bahwa peningkatan kompetensi tenaga kesehatan merupakan bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan kusta di masyarakat. Keberadaan dokter dengan kompetensi khusus ini sangat dibutuhkan untuk memberikan terapi yang tepat, mencegah kecacatan, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.
“Salah satu upaya dalam pengendalian dan pencegahan kusta di Kabupaten Jember yaitu dengan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, khususnya tenaga medis, agar mampu melakukan tata laksana dan upaya pencegahan penularan secara optimal,” jelasnya pada Sabtu (13/6/2026).
Pembekalan Komprehensif: Dari Klinis Hingga Pendekatan Sosial
Selama pelatihan berlangsung, para dokter tidak hanya menerima pembelajaran teori, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam diskusi kasus dan praktik klinis. Materi yang diberikan meliputi epidemiologi penyakit, deteksi dan diagnosis kasus, tata laksana pengobatan, pencatatan dan pelaporan program, penyuluhan serta konseling, hingga surveilans. Para peserta juga dibekali dengan modul pelatihan sebagai pedoman dalam menjalankan layanan dan program kusta secara berkelanjutan di wilayah kerja masing-masing.
Selain memperkuat kapasitas medis, pelatihan ini dinilai berhasil memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai tantangan sosial yang menyertai upaya pengendalian kusta. Hal ini mendapat apresiasi dari perwakilan peserta, dr. Siti Masnunah dari Puskesmas Sukorejo. Menurutnya, materi pelatihan secara komprehensif membekali tenaga kesehatan dengan kemampuan komunikasi, edukasi, dan pemberdayaan masyarakat untuk mengatasi stigma negatif terhadap penderita kusta yang masih dijumpai di lingkungan sosial.
“Pelatihan ini tidak hanya membahas masalah medis, tetapi kami juga diajarkan bagaimana menghadapi tantangan sosial yang masih ada di masyarakat. Dengan begitu, peran aktif masyarakat dalam pemberdayaan dan upaya pengendalian kusta juga dapat semakin ditingkatkan,” ungkap dr. Siti. Ia turut menaruh harapan agar kegiatan peningkatan kapasitas ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan demi menjaga dan meningkatkan kompetensi tenaga medis di fasilitas tingkat pertama.
Langkah Menuju Eliminasi Kusta
Melalui pelatihan yang menyeluruh ini, ke-24 peserta diharapkan mampu menjadi dokter rujukan kusta di puskesmas masing-masing sekaligus bertindak sebagai penggerak utama dalam program pencegahan, pengendalian, dan eliminasi kusta. Kolaborasi sinergis antara Dinkes PPKB Kabupaten Jember dan Yayasan NLR Indonesia ini diproyeksikan dapat mengoptimalkan pencapaian target penurunan kasus baru serta mewujudkan eliminasi kusta di wilayah Kabupaten Jember melalui dukungan sumber daya manusia kesehatan yang kompeten dan berkualitas.



