Jember Marching Band dan Kesenian Khas Jember Warnai Penyambutan Delegasi Jinhua Tiongkok di Kabupaten Jember

JEMBER, 3 Juni 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember memberikan sambutan hangat dan meriah atas kunjungan resmi delegasi Kota Jinhua, Provinsi Zhejiang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT). Berlangsung di Pendopo Wahyawibawagraha pada Selasa (2/6/2026) malam, acara penyambutan ini diwarnai oleh suguhan diplomasi budaya melalui penampilan kesenian dan kreativitas khas daerah sebagai langkah awal penjajakan kerja sama strategis Sister City.
Kunjungan kehormatan yang dihadiri oleh Konsulat Jenderal RRT di Surabaya bersama Wakil Ketua Komite Chinese People’s Political Consultative Conference (CPPCC) Kota Jinhua ini merupakan momentum penting. Jember memanfaatkan pertemuan tersebut untuk membangun fondasi persahabatan yang kuat sekaligus mempromosikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan sumber daya manusia di mata internasional.
Kolaborasi Tradisi dan Semangat Generasi Muda
Rangkaian malam keakraban tersebut dibuka dengan alunan ritmis nan enerjik dari Musik Patrol, kesenian tradisional Jember yang menyimbolkan semangat kebersamaan dan kekayaan budaya masyarakat lokal. Kemeriahan berlanjut dengan suguhan Tari Pesona Watu Ulo yang dibawakan secara anggun dan dinamis oleh Sanggar Seni Kartika Budaya. Nuansa pesisir yang kental dalam tarian ini menjadi simbol penghormatan sekaligus keterbukaan Kabupaten Jember dalam menjalin kemitraan global.
Tidak hanya kesenian tradisional, potensi generasi muda Jember turut ditunjukkan melalui penampilan disiplin dan harmonis dari Jember Marching Band. Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jember, Tri Basuki, mengapresiasi penampilan tersebut sebagai wujud karakter unggul pemuda daerah yang membanggakan.
“Kami sangat bangga dengan penampilan Jember Marching Band dalam penyambutan delegasi Kota Jinhua. Mereka tidak hanya menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan semangat yang menjadi karakter generasi muda Jember. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional,” ujar Tri Basuki.
Panggung Internasional JFC dan Promosi Tema “HEAL” 2026
Sorotan utama lainnya dalam malam penyambutan tersebut adalah kehadiran para talent Jember Fashion Carnaval (JFC) yang memukau tamu undangan dengan kostum spektakuler dan artistik. Momen ini dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemkab Jember untuk mempromosikan perhelatan JFC 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 24 hingga 26 Juli 2026.
Pada tahun 2026, JFC akan mengusung tema “HEAL” yang merepresentasikan Humanity, Earth and Life, dengan konsep parade jalan raya membentang dari Jember Sentral Park menuju GOR PKPSO Kaliwates. Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa JFC bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan ikon kekuatan ekonomi kreatif penggerak sektor pariwisata.
“Jember fashion Carnaval ini merupakan Parade Fashion Show terbesar kedua di dunia,” ungkap Bupati Fawait. “Melalui kesempatan ini juga, kami ingin memperkenalkan JFC kepada para tamu dari Kota Jinhua sekaligus mengundang mereka untuk menyaksikan langsung kemeriahan JFC HEAL yang akan dilaksanakan pada 24-26 Juli 2026,” sambungnya.
Fondasi Kuat Kemitraan Antarbangsa
Melampaui pertunjukan seni yang berkesan, kunjungan delegasi ini membawa misi utama untuk memperkuat komunikasi dan menjajaki kerja sama Sister City. Melalui skema ini, Kabupaten Jember membidik perluasan peluang kolaborasi di berbagai sektor vital, di antaranya ekonomi, perdagangan, investasi, pertanian, pariwisata, kebudayaan, hingga pendidikan dan pengembangan SDM.
Bupati Fawait meyakini bahwa hubungan yang berlandaskan komunikasi dan budaya akan menjadi fondasi kokoh untuk kerja sama yang saling menguntungkan pada masa mendatang. “Jember memiliki sumber daya dan potensi yang besar. Melalui kerja sama Sister City, kami berharap dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, budaya, teknologi, serta membuka akses yang lebih luas bagi pengembangan ekonomi daerah. Yang terpenting, kerja sama ini harus mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Bupati.
Penampilan paripurna dari para pelaku seni lokal dalam malam penyambutan ini menegaskan komitmen Pemkab Jember. Daerah ini tidak hanya gigih mempertahankan identitas budaya di tengah pesatnya dinamika global, tetapi juga aktif berinovasi memanfaatkan kekayaan budayanya sebagai jembatan emas menuju kesejahteraan ekonomi dan kemajuan pembangunan melalui hubungan internasional yang produktif.



