Perkuat Sektor Kopi dan Kakao Jember: Kementan Dorong Modernisasi Hulu, Warga Arjasa Sambut Panen dengan Tradisi Selamatan

JEMBER, 22 Mei 2026 – Sektor komoditas kopi dan kakao di Kabupaten Jember terus berkembang, mulai dari riset teknologi di tingkat hulu hingga pelestarian tradisi panen. Pada Jumat (22/5/2026), hal ini terlihat melalui dua agenda penting, yakni peninjauan modernisasi pembibitan oleh Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia di Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslit Koka) Jember, serta tradisi Doa Bersama dan Selamatan Petik Kopi Robusta di Kecamatan Arjasa.
Momentum ini menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi komoditas perkebunan tidak hanya bergantung pada industri pengolahan, tetapi mutlak membutuhkan fondasi bibit unggul, adaptasi teknologi, serta keharmonisan sosial para petani yang menjadi ujung tombak produksi di lapangan.
Hilirisasi Dimulai dari Hulu dan Modernisasi Teknologi
Kunjungan kerja perwakilan Kementan ke Puslit Koka dipimpin langsung oleh Prof. Dr. Ir. Ali Agus, DAA, DEA., bersama Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Jawa Timur, Dr. Ismatul Hidayah, S.P., M.P. Peninjauan ini difokuskan pada fasilitas pembibitan, kebun koleksi plasma nutfah, serta teknologi perbanyakan tanaman.
Dalam agenda tersebut, ditekankan bahwa kualitas produk hilir sangat dipengaruhi oleh bahan baku sejak tahap awal budidaya. Oleh karena itu, pendekatan pertanian konvensional yang mengandalkan pola budidaya turun-temurun kini harus bertransformasi menuju modernisasi. Penggunaan teknologi pembibitan diharapkan mampu menghasilkan bibit unggul dengan kualitas yang seragam serta tingkat produktivitas yang jauh lebih tinggi.
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Jember, Rudi Indrawan, S.P., M.P., yang turut serta dalam diskusi taktis pemenuhan jutaan bibit, menegaskan pentingnya penguatan sektor hulu ini. Menurutnya, pemenuhan bibit unggul merupakan langkah vital dalam mendukung peningkatan produktivitas petani dan memperkuat program hilirisasi komoditas perkebunan di masa depan.
“Modernisasi pertanian berbasis teknologi menjadi langkah penting agar inovasi pembibitan dan pengembangan tanaman dapat lebih cepat diterapkan oleh petani,” ungkap Rudi Indrawan. Percepatan adopsi inovasi ini diyakini akan membantu petani lebih siap dalam menghadapi tuntutan pasar global yang semakin kompetitif.
Kearifan Lokal Menyongsong Musim Panen Kopi Robusta
Di saat modernisasi terus didorong di pusat penelitian, kesiapan menyambut hasil bumi juga diwujudkan melalui pendekatan kultural di tengah masyarakat. Pada hari yang sama, tradisi Doa Bersama dan Selamatan Petik Kopi Robusta Tahun 2026 digelar dengan khidmat di Kebun Renteng Banjarsari Afdeling Rayap, Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa.
Kegiatan yang berlatarkan hamparan kebun kopi siap panen ini dihadiri oleh Camat Arjasa Andri Purnomo, S.T., M.Si., jajaran pemerintah desa, perwakilan perkebunan, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar. Tradisi tahunan ini dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan atas rezeki hasil bumi, sekaligus memohon kelancaran panen dan keselamatan bagi seluruh pekerja kebun.
Camat Arjasa, Andri Purnomo, memberikan apresiasi tinggi terhadap kelestarian budaya tersebut. Ia menilai tradisi selamatan tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga berperan besar dalam mempererat kekompakan dan silaturahmi antarwarga serta pihak perkebunan.
“Kegiatan doa bersama dan selamatan petik kopi ini merupakan tradisi yang sangat baik karena menjadi bentuk rasa syukur atas hasil panen yang diberikan. Selain itu, kegiatan seperti ini juga memperkuat kebersamaan dan kekompakan masyarakat,” tuturnya. Ia menaruh harapan besar agar hasil panen kopi robusta tahun ini melimpah sehingga mampu memberikan dampak positif yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian warga setempat.
Sinergi antara kesiapan inovasi pertanian dari sisi hulu dan lestarinya budaya gotong royong petani di tingkat akar rumput ini menjadi modal utama bagi Kabupaten Jember. Ke depan, sektor kopi dan kakao daerah diharapkan mampu terus tumbuh menjadi ekosistem perkebunan yang modern, berkelanjutan, dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan masyarakat luas.



