Buka Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember, Wamen Komdigi Dorong Keseimbangan Literasi Digital dan Budaya Lokal

JEMBER, 10 Mei 2026 – Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan arus digitalisasi, Pemerintah Kabupaten Jember bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) Republik Indonesia menegaskan komitmennya dalam melestarikan warisan budaya lokal. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran Festival Egrang (FE) Tanoker ke-14 yang secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, di kawasan Pasar Lumpur, Desa Sumberlesung, Kecamatan Ledokombo, pada Sabtu (9/5/2026).

Mengusung tema “Membangun Harmoni Komunitas Melalui Permainan Tradisional”, kegiatan yang dihadiri sekitar 350 peserta ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai luhur budaya bangsa. Festival ini tidak sekadar menyajikan hiburan, melainkan wujud nyata dari upaya holistik dalam pendidikan karakter anak, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan sinergi lintas sektor.

Harmonisasi Teknologi dan Tradisi untuk Perlindungan Anak

Kehadiran Wakil Menteri Komdigi RI, Nezar Patria, membawa pesan kuat mengenai pentingnya pelindungan anak di ruang digital (PP TUNAS). Dalam sambutannya, Nezar menyoroti perlunya membangun ekosistem internet yang aman guna melindungi anak-anak dari ancaman pornografi, perundungan siber, penipuan, hingga kecanduan teknologi. Ia menegaskan bahwa pemerintah mendorong pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun.

Sebagai alternatif yang menyehatkan, Nezar menilai permainan tradisional egrang sangat relevan di tengah gempuran permainan digital. Permainan yang dikembangkan oleh Komunitas Tanoker ini dinilai mampu melatih keseimbangan, membangun kepedulian sosial, serta mengajarkan kebersamaan tanpa adanya perundungan (bullying).

Momentum peluncuran ini ditandai dengan pelepasan balon oleh Wamen Komdigi RI bersama jajaran pemerintah daerah, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke berbagai kegiatan edukatif seperti lomba mewarnai tingkat TK dan senam lansia.

Pendidikan Karakter Melalui Permainan Tradisional

Pemerintah Kabupaten Jember, yang diwakili oleh Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Akhmad Helmi Luqman, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya festival yang bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional ini. Helmi menyatakan bahwa permainan egrang adalah media pendidikan karakter yang mengajarkan keberanian, ketekunan, sportivitas, dan kerja sama. Ia berharap generasi muda Jember dapat tumbuh menjadi individu yang adaptif terhadap teknologi namun tetap berakar pada budaya bangsa.

Senada dengan hal tersebut, Pembina Tanoker Ledokombo, Suporahardjo, mengingatkan para orang tua untuk lebih bijak dalam memberikan akses gawai kepada anak sejak dini, serta menjadikan permainan tradisional sebagai medium interaksi sosial dan pendidikan karakter.

Pemberdayaan Ekonomi Unik dengan Koin Batok Kelapa

Kemeriahan peluncuran Festival Egrang ke-14 turut diwarnai oleh keunikan transaksi di Pasar Lumpur Tanoker. Mengusung konsep pasar tradisional, kegiatan ini menghadirkan sistem transaksi jual beli menggunakan koin khusus berbahan batok kelapa yang bernilai Rp5.000 per keping. Pengunjung diwajibkan menukarkan uang tunai mereka dengan koin batok kelapa sebelum menikmati aneka kuliner khas lokal seperti pisang cokelat, kue cucur, tape khas Ledokombo, hingga nasi pecel yang dijajakan warga setempat.

Camat Ledokombo, Nino Eka Putra Wahyu Ramadhonni, bersama Ketua TP-PKK Kecamatan Ledokombo, Sultanah Zahariah, yang turut hadir mencicipi kuliner lokal, mengapresiasi konsep ini. Menurut Camat Nino, festival ini sukses menghidupkan ekonomi masyarakat melalui UMKM sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal. Konsep ini juga dinilai sangat edukatif bagi generasi muda untuk mengenal budaya transaksi tradisional di masa lampau.

Sinergi Keamanan Pastikan Kelancaran Acara

Kesuksesan dan kemeriahan peluncuran festival tahunan ini tidak terlepas dari persiapan matang jajaran keamanan lintas sektor. Sejak pukul 06.30 WIB, jajaran Muspika Kecamatan Ledokombo telah menggelar apel pengamanan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Ledokombo Iptu Andrias Suryo Rubedo, Danramil Ledokombo Kapten Abd. Aziz, dan Camat Ledokombo.

Pengamanan terpadu ini melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, Polsuska PT KAI, tenaga kesehatan, hingga anggota Linmas desa. Kolaborasi seluruh pihak memastikan kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga rombongan kementerian meninggalkan lokasi pada pukul 13.48 WIB berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Puncak dari rangkaian kegiatan Festival Egrang Tanoker ini sendiri dijadwalkan akan berlangsung pada 1 Agustus 2026 mendatang.

Related Articles

Back to top button