Langkah Pemkab Jember Perkuat UMKM dan Ekraf: Dari Pemetaan Data 31 Kecamatan, Dorong Inovasi Produk, hingga Partisipasi Pameran Nasional

JEMBER, 6 Mei 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Melalui sinergi lintas instansi, pemerintah daerah menerapkan strategi terpadu untuk mendongkrak daya saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pelaku ekonomi kreatif (ekraf) agar mampu terus berkembang dan “naik kelas”. Langkah komprehensif ini dimulai dari inventarisasi data pelaku usaha di 31 kecamatan, penguatan inovasi serta pengemasan produk, hingga fasilitasi perluasan akses pasar melalui ajang nasional Pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 di Surabaya pada awal Mei 2026.

Pemetaan Akurat Pelaku Usaha di 31 Kecamatan

Sebagai fondasi awal pengembangan, sektor ekonomi kreatif Kabupaten Jember melakukan pendataan ulang terhadap pelaku usaha yang tersebar di seluruh wilayah. Pada Selasa (5/5/2026), tim ekraf turun langsung ke lapangan menyasar 31 kecamatan guna memetakan potensi sekaligus memastikan seluruh pelaku usaha terdata secara akurat dan menyeluruh. Inventarisasi ini mencakup berbagai subsektor, mulai dari fesyen, kuliner, desain komunikasi visual (DKV), hingga kerajinan tangan hasil karya masyarakat.

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember, Feby A. Ginting, menegaskan bahwa pendataan ulang ini sangat penting untuk memperkuat koordinasi lintas sektor. Menurutnya, basis data yang lengkap dan akurat akan memudahkan pemerintah bersama pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan program pembinaan yang tepat sasaran. Pihaknya menekankan bahwa ekonomi kreatif bukan hanya sekadar urusan produk, melainkan upaya membangun ekosistem yang berkelanjutan agar pelaku usaha dapat berkembang, naik kelas, dan memiliki daya saing di tingkat regional maupun nasional.

Dorong Inovasi dan Penyusunan Katalog Produk

Sejalan dengan akurasi pemetaan data di lapangan, penguatan nilai tambah produk lokal dipacu melalui pendampingan inovasi dan kreativitas. Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, menyampaikan bahwa penguatan sektor ekonomi kreatif menjadi strategi penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jember dinilai memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah—seperti edamame, kopi, hingga tanaman herbal—yang potensial diolah menjadi produk kreatif bernilai jual tinggi.

Bobby mengajak para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat. Peningkatan daya saing tersebut tidak hanya difokuskan pada kualitas bahan baku, tetapi juga pada tampilan kemasan (packaging) yang menarik guna meningkatkan minat beli konsumen.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Disporabudpar Jember menyusun katalog produk unggulan berbasis pendataan lapangan. Katalog yang memuat produk seperti edamame, teh telang, kopi khas Jember, hingga beragam kerajinan tangan ini ditujukan untuk mempermudah promosi, membangun branding lokal, dan membuka peluang kerja sama. Upaya ini turut diperkuat dengan pendampingan berkelanjutan melalui pelatihan, pembinaan, serta fasilitasi pemasaran baik secara langsung maupun digital.

Perluas Akses Pasar Melalui Pameran Tingkat Nasional

Pemerintah Kabupaten Jember memfasilitasi para pelaku usaha untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Melalui kolaborasi Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Jember berpartisipasi aktif dalam Pameran Batik Bordir & Aksesoris Fair 2026 yang diselenggarakan pada 6–10 Mei 2026 di Grand City Surabaya.

Ketua Dekranasda Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, hadir secara langsung pada pembukaan resmi kegiatan, Rabu (6/5/2026), guna memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan produk kerajinan dan UMKM lokal agar semakin dikenal di tingkat nasional. Dalam ajang strategis ini, Kabupaten Jember memamerkan identitas dan kekuatan ekonomi lokalnya melalui produk bernilai kreativitas tinggi, mulai dari batik khas Jember, kerajinan tangan, hingga aneka produk olahan kreatif.

Staf Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Diskopumdag Jember, Farhansyah Sya’aini, menyatakan bahwa keikutsertaan dalam pameran ini merupakan momentum positif. Ajang ini menjadi kesempatan emas bagi para pelaku UMKM Jember untuk memperkenalkan produk unggulannya, memperluas jaringan pemasaran, serta menjalin kerja sama strategis dengan berbagai pihak demi menjamin keberlanjutan usaha.

Rangkaian sinergi terintegrasi—mulai dari penguatan basis data di tingkat kecamatan, peningkatan nilai mutu dan visual produk, hingga penetrasi pasar di pameran nasional—menjadi wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam memajukan ekonomi kerakyatan. Sektor ekonomi kreatif dan UMKM diyakini mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah yang tidak hanya memperkuat identitas khas Jember, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta meningkatkan pendapatan masyarakat.

Related Articles

Back to top button