Berorientasi Dampak Nyata, Pemkab Jember Intensifkan Penguatan SAKIP 2026 Menuju Predikat A

JEMBER, 6 Mei 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil. Sebagai langkah strategis, Pemkab Jember menggelar serangkaian kegiatan maraton mulai dari paparan implementasi, asistensi teknis, hingga perbaikan laporan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang berlangsung sejak Senin (4/5/2026) hingga Rabu (6/5/2026) di Aula dan Aula Bawah Pemkab Jember.
Rangkaian kegiatan yang diselenggarakan atas sinergi antara Bagian Organisasi Sekretariat Daerah (Setda) dan Inspektorat Kabupaten Jember ini ditujukan untuk seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga tingkat kecamatan. Langkah terpadu ini diakselerasi tidak hanya sekadar untuk mengejar target peningkatan nilai evaluasi menuju SAKIP berkategori A, tetapi untuk memastikan seluruh program kerja pemerintah daerah memberikan dampak ekonomi dan kesejahteraan yang nyata bagi masyarakat.
Kolaborasi Akademisi: Menakar “Value of Money” dan Pohon Kinerja
Pada pelaksanaan asistensi hari pertama dan kedua (4–5 Mei 2026), Pemkab Jember menghadirkan narasumber kompeten dari kalangan akademisi, yakni Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D., dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sesi awal ini diikuti oleh Tim SAKIP Kabupaten Jember beserta sejumlah perangkat daerah strategis, di antaranya Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, hingga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
Dalam paparannya, Prof. Mudrajad menekankan kunci utama tata kelola yang akuntabel terletak pada keselarasan antara dokumen perencanaan, penganggaran, dan pelaporan kinerja. Setiap perangkat daerah diwajibkan untuk memahami prinsip Value of Money dari setiap program yang dijalankan. Artinya, evaluasi kinerja tidak boleh berhenti pada indikator penyerapan anggaran atau penyelesaian kegiatan semata (output), melainkan harus berfokus pada dampak (impact/outcome) yang dihasilkan.
Untuk mendukung hal tersebut, peserta mendapatkan pendampingan teknis dalam membedah analisis kelemahan sistemik, memperbaiki penyusunan pohon kinerja, serta menajamkan indikator logis antara tujuan, sasaran, hingga program. Masing-masing OPD juga diberikan kesempatan memaparkan pohon kinerja mereka untuk mendapatkan masukan dan evaluasi langsung dari narasumber.
Penny Artha Medya, S.E., Ak., yang dalam kegiatan ini hadir selaku Kepala Bagian Organisasi Setda sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Inspektur Kabupaten Jember, menegaskan bahwa pendampingan ini merupakan momentum strategis untuk melakukan perbaikan yang konkret dan terukur.
“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas akuntabilitas kinerja. Melalui paparan dan asistensi ini, perangkat daerah diharapkan mampu melakukan perbaikan secara berkelanjutan sehingga target Kabupaten Jember untuk meraih predikat A dapat tercapai,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa tujuan akhir dari penguatan ini adalah terciptanya pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
Intervensi Spesifik: Kolaborasi Lintas OPD Atasi Kemiskinan
Penguatan orientasi hasil (outcome) semakin dipertajam pada asistensi hari kedua (5/5/2026) yang dihadiri khusus oleh para Camat dan perencana kecamatan. Fokus utama pada sesi ini adalah analisis peta kemiskinan, pembedahan masalah kemiskinan, serta perumusan intervensi berdasarkan karakteristik potensi wilayah dan Indeks Desa Membangun (IDM).
Dalam sesi tersebut, ditekankan pentingnya strategi kolaborasi lintas OPD untuk menuntaskan isu-isu krusial daerah. Bukti nyata dari penerapan SAKIP yang optimal di tingkat kecamatan nantinya harus terukur melalui dampak-dampak vital, seperti terselesaikannya kemiskinan ekstrem, meningkatnya kemandirian desa, serta berkembangnya potensi ekonomi desa.
Penyelarasan Laporan Kinerja Triwulan I
Sebagai tindak lanjut berkesinambungan untuk mengoptimalkan SAKIP 2026, Pemkab Jember melalui Sekretariat Daerah langsung menggelar agenda Perbaikan Laporan Kinerja Triwulan I pada Rabu (6/5/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 12.00 WIB di Aula Bawah Kantor Kabupaten Jember ini melibatkan berbagai perwakilan perangkat daerah guna memperbaiki kekurangan pada laporan sebelumnya sekaligus menyelaraskan capaian terkini dengan target yang telah direncanakan.
Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Jember turut berpartisipasi aktif dalam sesi ini dengan memberikan perhatian khusus pada aspek pengelolaan keuangan daerah yang berkaitan erat dengan akurasi pelaporan kinerja.
Perwakilan BPKAD Kabupaten Jember, Erni Sri Handayani, S.E., menyatakan bahwa agenda perbaikan ini menjadi langkah penting dalam menjaga konsistensi dan kualitas instrumen tata kelola pemerintahan.
“Kegiatan perbaikan ini menjadi momentum bagi kami untuk melakukan evaluasi sekaligus penyempurnaan terhadap laporan kinerja yang telah disusun. Dengan adanya pembinaan dan koordinasi yang intensif, kami optimistis kualitas SAKIP di Kabupaten Jember dapat terus meningkat,” tegas Erni.
Melalui rangkaian panjang pembinaan dan perbaikan yang terintegrasi ini, Pemkab Jember menaruh harapan besar agar seluruh perangkat daerah mampu mengimplementasikan standar pelaporan yang transparan dan konsisten. Peningkatan kualitas SAKIP ini pada akhirnya diproyeksikan mampu mendongkrak kinerja organisasi, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.



