Bupati Fawait Sidak Dapur SPPG, Pastikan Kualitas dan Konsistensi Program Makan Bergizi Gratis

Jember, 17 Maret 2026 – Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Curah Lele di Kecamatan Balung pada Senin, 16 Maret 2026. Kunjungan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP), menjaga kualitas gizi, kebersihan, serta ketepatan porsi makanan bagi ribuan siswa sekolah di wilayah tersebut.
Sidak ini dilakukan menyusul beberapa laporan ketidaksesuaian di dapur SPPG lain, sehingga Bupati ingin memverifikasi secara langsung kondisi fasilitas, proses pengolahan, hingga distribusi makanan di salah satu unit yang dinilai representatif. Gus Fawait didampingi sejumlah pejabat tinggi, termasuk Kepala Dinas Kesehatan PPKB, Penjabat Sekretaris Daerah, serta kepala dinas terkait lainnya seperti Dinas Perhubungan, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat.
Peninjauan Menyeluruh Fasilitas dan Proses Pengolahan
Selama kunjungan, Bupati mengecek berbagai aspek operasional dapur, mulai dari kebersihan ruangan, peralatan memasak, penyimpanan bahan baku, proses pengolahan makanan, pengemasan, hingga kesiapan distribusi. Ia secara khusus memeriksa menu harian yang disajikan untuk memastikan telah memenuhi standar gizi yang ditetapkan serta sesuai dengan harga acuan Rp10.000 per porsi untuk bahan makanan.
Gus Fawait memberikan penilaian positif terhadap kondisi SPPG Curah Lele. Fasilitas dinilai cukup baik, luas, dengan tata letak ruangan yang sesuai SOP, kebersihan terjaga, serta penataan peralatan yang rapi. Secara umum, dapur tersebut dinyatakan layak dan telah memenuhi standar yang berlaku.
Tekankan Konsistensi Porsi, Pengemasan, dan Penggunaan Anggaran
Salah satu poin penting yang ditekankan Bupati adalah konsistensi porsi makanan agar tetap sesuai SOP dan tidak menyimpang dari ketentuan. Ia mengingatkan pengelola untuk menjaga ketepatan porsi serta memperhatikan penggunaan anggaran secara tepat guna menghindari keluhan seperti yang terjadi di beberapa lokasi lain.
Bupati juga menyoroti pentingnya pengemasan yang rapi dan aman. Pengemasan yang baik tidak hanya menjaga kualitas makanan selama distribusi, tetapi juga meningkatkan selera makan siswa serta mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik.
Untuk memberikan kejelasan kepada masyarakat, Gus Fawait menjelaskan mekanisme anggaran program. Dari total Rp15.000 per porsi, Rp10.000 dialokasikan untuk bahan makanan, sedangkan Rp5.000 sisanya digunakan untuk operasional seperti pengolahan, distribusi, dan kebutuhan pendukung lainnya.
Dampak Ekonomi dan Pengawasan Berlapis
Program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak sekolah, tetapi juga memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat lokal. Program ini membuka lapangan kerja bagi warga sekitar dapur dan mendorong perputaran dana yang signifikan, dengan potensi mencapai hampir Rp4 triliun di seluruh Kabupaten Jember melalui keterlibatan UMKM, petani, serta pelaku produksi dan distribusi.
Dapur SPPG Curah Lele menerapkan pengawasan berlapis untuk menjamin kualitas. Proses diawasi secara langsung oleh petugas (aslap), didukung pemantauan melalui CCTV di beberapa titik kritis, sehingga pengendalian dapat dilakukan baik dari dalam dapur maupun dari kantor. Setiap hari, dapur ini menyiapkan 2.242 paket makanan untuk siswa di 9 lembaga pendidikan, dengan penekanan pada ketepatan waktu distribusi agar makanan tetap layak konsumsi.
Komitmen Pemerintah
Meskipun terdapat 58 dapur MBG yang masih disuspend karena perizinan dan standar belum lengkap, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berkomitmen mendukung program ini secara keseluruhan. Langkah pembenahan terus dilakukan agar seluruh unit dapat beroperasi optimal sesuai ketentuan Badan Gizi Nasional (BGN).
Melalui sidak ini, diharapkan seluruh dapur SPPG di Kabupaten Jember dapat menjaga konsistensi kualitas layanan, kebersihan, serta pemenuhan gizi. Upaya pengawasan langsung dan penguatan sistem menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kesehatan, tumbuh kembang generasi muda, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.



