BPBD Jember Salurkan Bantuan dan Tangani Kerusakan Pasca Angin Kencang di Tiga Kecamatan

Jember, 8 Maret 2026 – Kabupaten Jember kembali dilanda bencana angin kencang pada Jumat, 6 Maret 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, yang dipicu oleh hujan disertai angin kencang. Peristiwa ini menyebabkan kerusakan pada puluhan rumah warga, robohnya bangunan tambahan seperti gudang tembakau dan kandang ternak, serta tumbangnya puluhan pohon di beberapa wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember bersama tim gabungan dan masyarakat setempat langsung melakukan penanganan intensif, termasuk evakuasi pohon tumbang, pendistribusian bantuan logistik, dan perencanaan bantuan material untuk pemulihan.

Dampak Tersebar di Tiga Kecamatan dan Lima Desa

Bencana angin kencang tersebut melanda tiga kecamatan, yaitu Wuluhan, Kencong, dan Gumukmas, yang mencakup lima desa terdampak. Berdasarkan pendataan BPBD hingga Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 21.30 WIB, tercatat total 24 rumah mengalami kerusakan dengan rincian 19 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 1 rumah rusak berat. Selain itu, sebanyak 51 pohon tumbang berhasil ditangani, sementara 18 jiwa warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat atau tetangga karena kondisi rumah tidak aman ditempati.

Wilayah paling terdampak berada di Kecamatan Wuluhan, khususnya Desa Kesilir dan Desa Tanjungrejo. Di Desa Kesilir, sekitar 30 pohon tumbang menyebabkan kerusakan pada 13 rumah (11 rusak ringan, 1 rusak sedang, dan 1 rusak berat), terutama pada bagian atap dapur, kamar, serta bangunan tambahan seperti kandang ternak dan kamar mandi. Fasilitas pendidikan SDN Kesilir 01 juga mengalami kerusakan ringan pada atap bangunan. Di Desa Tanjungrejo, tercatat 20 pohon tumbang dan robohnya 15 gudang tembakau yang sebagian menimpa rumah warga, sehingga 8 rumah rusak (5 rusak ringan dan 3 rusak sedang). Tiga sekolah dasar, yaitu SDN Tanjungrejo 04, SDN Tanjungrejo 05, dan SDN Tanjungrejo 06, turut mengalami kerusakan pada atap dan papan nama sekolah.

Di Kecamatan Kencong, dampak terjadi di Desa Paseban dan Desa Kraton. Sebuah pohon tumbang menimpa rumah milik Abdur Rahim (dihuni 4 jiwa) di Dusun Sidomulyo, Desa Paseban, menyebabkan kerusakan ringan pada atap. Warga bernama Ibu Istiqomah mengalami luka ringan akibat tertimpa genteng yang jatuh. Di Desa Kraton, Dusun Kencong, rumah milik Sumarsono (dihuni 4 jiwa) juga mengalami kerusakan ringan pada atap. Sementara di Kecamatan Gumukmas, khususnya Desa Karangrejo Dusun Banderejo RT 01 RW 13, dapur dan kandang ternak milik Saiful Bahri roboh dengan kerusakan ringan, meskipun tidak menimbulkan korban jiwa.

Penanganan Cepat dan Distribusi Bantuan Logistik

Tim gabungan BPBD Kabupaten Jember, perangkat desa, relawan, dan masyarakat segera bergerak melakukan koordinasi, asesmen kerusakan, pemotongan serta evakuasi pohon tumbang, pembersihan gudang tembakau yang roboh, dan evakuasi ternak. Kerja bakti dilaksanakan untuk memindahkan bangunan yang membahayakan, termasuk gudang tembakau di Desa Tanjungrejo yang berhasil dievakuasi pada malam hari. Akses jalan desa yang tertutup pohon telah dibersihkan sehingga lalu lintas kembali normal.

BPBD juga mendistribusikan berbagai bantuan logistik kepada warga terdampak, meliputi paket sembako dari BNPB, alat kebersihan dari pemerintah provinsi, family kit, lauk pauk, makanan siap saji, tambahan gizi, selimut, paket sandang, baby kit, terpal, paket lansia, serta perlengkapan kebersihan. Korban luka ringan mendapatkan penanganan mandiri oleh keluarga dan masyarakat sekitar, sementara rumah-rumah yang tertimpa pohon telah diperbaiki secara swadaya.

Tindak Lanjut dan Imbauan Kewaspadaan

Hingga Minggu, 8 Maret 2026, situasi di wilayah terdampak dilaporkan relatif aman dan terkendali. Tim Jitupasna BPBD akan menyalurkan bantuan material khusus kepada Saiful Bahri berupa 500 buah batu bata dan delapan lonjor kayu usuk untuk memperbaiki dapur rumah yang roboh. Pemerintah terus melakukan pemantauan dan pendataan kerugian lebih lanjut.

Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi kapan saja. Warga diminta memperhatikan kondisi pohon besar di sekitar rumah yang berisiko tumbang saat angin kencang. Kerja sama antara pemerintah, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan, sehingga kehidupan warga segera kembali normal.

Related Articles

Back to top button