Pemkab Jember Gelar Pelatihan Mlijo Cinta: Pelatihan Peningkatan SDM Pedagang Sayur

Jember, 5 Desember 2025 – Program Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) “Mlijo Cinta” yang digagas Pemerintah Kabupaten Jember terus bergulir secara masif. Hingga awal Desember 2025, pelatihan telah berhasil menjangkau enam kecamatan, yaitu Kencong, Semboro, Sumberbaru, Mayang, Ambulu, dan Kalisat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas pedagang sayur keliling (mlijo) agar lebih profesional, mampu mengelola usaha dengan baik, serta tetap relevan di tengah perubahan pola konsumsi dan persaingan pasar yang semakin ketat.

Program yang dikoordinasikan Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskopum) Kabupaten Jember ini secara konsisten dibuka oleh Kepala Bidang Produksi dan Restrukturisasi Usaha, Totok Sugiharto, S.E., M.M. Dalam setiap kesempatan, Totok menegaskan bahwa mlijo bukan sekadar pedagang kecil, melainkan bagian penting dari ekosistem distribusi pangan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat sehari-hari. “Peningkatan kapasitas mlijo akan berdampak langsung pada pelayanan kepada warga sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat paling bawah,” ujarnya.

Materi Pelatihan yang Terarah dan Praktis

Seluruh rangkaian pelatihan menghadirkan narasumber tetap yang kompeten, antara lain:

  • Dr. Evi Lestari, S.E., M.Si. (TP3D Kabupaten Jember) – menyampaikan pengenalan Program Mlijo Cinta, strategi berdagang sederhana, penataan dagangan yang menarik, menjaga kualitas dan kebersihan produk, serta teknik membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
  • Suci Hastuti, S.H. – fokus pada manajemen keuangan usaha mikro dan pembukuan sederhana yang selama ini menjadi kelemahan mayoritas mlijo.
  • Dani Eri Setiawan, S.Pd. (pendamping UMKM Diskopum Jember) – memberikan pelatihan public speaking dasar agar mlijo lebih percaya diri saat melayani dan menawarkan dagangan.
  • Nyoman Aribowo (TP3D) – turut memperkuat materi strategi usaha dan inovasi pelayanan.

Kombinasi materi tersebut dirancang praktis dan langsung dapat diterapkan di lapangan, mulai dari cara menata sayuran supaya tetap segar lebih lama, menghitung untung-rugi harian, hingga teknik komunikasi yang ramah agar pelanggan kembali lagi.

Antusiasme Tinggi dari Para Peserta

Di setiap kecamatan, suasana pelatihan berlangsung hidup dan interaktif. Para mlijo yang mayoritas ibu-ibu dan lansia ini aktif bertanya, berbagi pengalaman, serta mempraktikkan langsung materi yang diberikan. Banyak peserta mengaku baru pertama kali mendapatkan pembekalan sistematis mengenai pengelolaan keuangan dan teknik berjualan yang selama ini hanya dilakukan secara turun-temurun.

“Sebelumnya saya jualan ya cuma jalan keliling, untung berapa ya sudah Alhamdulillah. Sekarang tahu cara mencatat, ternyata masih banyak yang bisa ditabung untuk tambah modal,” cerita salah seorang peserta dari Kecamatan Kalisat.

Komitmen Pemerintah untuk Perluasan Program

Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan bahwa Program Mlijo Cinta tidak akan berhenti di enam kecamatan. Rencananya, pelatihan akan terus bergulir secara bertahap hingga menjangkau 31 kecamatan yang ada di Kabupaten Jember. Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan pemerintah daerah terhadap pelaku usaha mikro serta upaya memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi kerakyatan dari tingkat desa.

Dengan semakin banyaknya mlijo yang mendapatkan pembekalan, diharapkan akan lahir generasi pedagang keliling yang lebih modern, profesional, mampu berinovasi, serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat Jember. Program Mlijo Cinta menjadi bukti bahwa pemerintah hadir di tengah-tengah pelaku ekonomi kecil untuk bersama-sama membangun Jember yang lebih sejahtera.

Related Articles

Back to top button