Pemerintah Kabupaten Jember Perkuat UMKM melalui Program Nasional, Pembinaan Lokal, dan Evaluasi Berkelanjutan

Jember, 5 November 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember terus mengintensifkan upaya penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Melalui inisiatif nasional Kemudahan Usaha Mikro Bermitra (Kumitra), pembinaan manajemen keuangan di tingkat kecamatan, hingga monitoring dan evaluasi (Monev) program oleh Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda), berbagai pihak berkolaborasi untuk mendorong UMKM naik kelas, meningkatkan daya saing, dan mengurangi kemiskinan ekstrem. Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen pemerintah pusat dan daerah dalam membangun ekosistem ekonomi inklusif yang berkelanjutan.
Sosialisasi Kumitra: Kolaborasi Usaha Besar dan Kecil untuk Pemerataan Ekonomi
Program Kumitra resmi disosialisasikan di Kabupaten Jember pada Senin, 3 November 2025, di Balai Serba Guna. Wakil Menteri Koperasi dan UMKM, Helvi Yuni Moraza, memimpin acara tersebut di hadapan pelaku usaha, pejabat daerah, dan lembaga keuangan. Program ini bertujuan mempertemukan UMKM dengan perusahaan besar untuk tumbuh bersama dalam ekosistem ekonomi inklusif.
Helvi menekankan bahwa Kumitra merupakan gerakan kolaboratif dengan prinsip kemitraan sejajar. “Usaha besar memiliki jaringan dan teknologi, sementara UMKM punya inovasi dan potensi lokal yang kuat. Ketika keduanya bergandengan, maka pemerataan ekonomi bukan lagi wacana,” ujarnya. Sejak 2022, Kementerian Koperasi telah memfasilitasi lebih dari 2.500 kemitraan dengan nilai investasi Rp15,9 triliun, melibatkan 725 pelaku usaha lintas sektor. Program ini juga membuka partisipasi bagi kelompok rentan seperti perempuan, penyandang disabilitas, dan kepala keluarga miskin untuk masuk ke rantai pasok nasional.
Bupati Jember Muhammad Fawait menyambut baik inisiatif ini, yang sejalan dengan visi pembangunan ekonomi berbasis kewirausahaan. Ia menyoroti kemiskinan ekstrem sebagai tantangan utama dan mendorong munculnya pengusaha muda. “Hari ini kita melihat bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya memberi arahan, tetapi menghadirkan solusi” katanya, sambil mengapresiasi dukungan Presiden Prabowo, Wamen Helvi, dan Gubernur Khofifah.
Pembinaan Manajemen Keuangan di Kecamatan Ambulu: Langkah Praktis Naik Kelas
Di tingkat lokal, 41 pelaku UMKM dari tujuh desa di Kecamatan Ambulu mengikuti pembinaan manajemen keuangan sederhana pada Rabu, 29 Oktober 2025, di Aula Pendopo Kecamatan Ambulu. Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 hingga 12.30 WIB ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Ambulu bersama Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, dengan narasumber Dani Eri Setiawan, S.Pd.
Pelatihan mencakup pembuatan laporan laba rugi, neraca sederhana, dan catatan kas harian. Sekretaris Kecamatan Ambulu, Jaka Permanajaya S.S.T.P., menekankan disiplin memisahkan keuangan usaha dan pribadi untuk memaksimalkan keuntungan. “Harapannya, ibu-ibu sekalian dapat me-manage keuangan dengan sebaik-baiknya sehingga dapat memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya,” ujarnya.
Plt. Camat Ambulu, Hanifah, S.PT., M.Si., yang hadir meski terlambat, berbagi pengalaman pribadi sebagai pelaku UMKM. Ia menceritakan kebiasaan mencatat di nota kecil yang pernah hilang, sebagai pengingat pentingnya pencatatan teratur. “Kami harap ibu-ibu sekalian kalau sudah dapat ilmu kayak tadi segera diterapkan/dilaksanakan lalu berinovasi,” tuturnya, mengajak saling mendukung antara kecamatan dan UMKM.
Monev Bappeda: Evaluasi Program untuk Sinkronisasi dan Transparansi
Untuk memastikan efektivitas, Bappeda Jember menggelar Monev Triwulan II dan III pada Senin, 27 Oktober 2025, di Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskopum). Dipimpin tim Bidang Perekonomian dan Sumber Daya Alam, kegiatan ini menilai capaian kinerja, kesesuaian dengan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) 2025, serta memperkuat koordinasi antarlembaga.
Kepala Bidang Perekonomian dan SDA Bappeda menyatakan bahwa Monev berfungsi sebagai pengawasan sekaligus pembelajaran. “Kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai pengawasan, tetapi juga sebagai forum pembelajaran untuk memperbaiki pelaksanaan program ke depan,” katanya. Kepala Diskopum memaparkan capaian seperti pelatihan manajemen usaha bagi pelaku UMKM, penguatan koperasi digital, dan fasilitas pembiayaan untuk usaha mikro. Hasil evaluasi tim Bappeda merekomendasikan sinkronisasi data realisasi, laporan keuangan, dan sistem informasi untuk akurasi dan aksesibilitas publik. Monev akan berlanjut hingga 31 Oktober 2025 di perangkat daerah lain.
Upaya terpadu ini diharapkan mempercepat UMKM Jember naik kelas, menciptakan lapangan kerja, dan mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif menuju Indonesia Emas. Kolaborasi lintas tingkat pemerintahan menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.



