Festival dan Expo Sapi se-Jawa Timur 2025 Sukses Digelar di Jember, Hadirkan Kontes Ternak hingga Inovasi Peternakan Modern

Jember, 3 November 2025 – Kabupaten Jember sukses menyelenggarakan Festival dan Ekspo Sapi se-Jawa Timur 2025 selama dua hari pada 1–2 November 2025 di Jember Sport Garden (JSG), Desa Ajung, Kecamatan Ajung. Acara berskala provinsi ini, yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jember bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Asosiasi Peternak dan Penggemukan Sapi Indonesia (APPSI), menarik ribuan pengunjung dari berbagai daerah. Kegiatan ini tidak hanya memamerkan lebih dari 300 ekor sapi unggulan seperti Simental, Limousin, PO, dan Brahman Cross, tetapi juga menjadi platform sinergi pemerintah, peternak, dan UMKM untuk mendorong modernisasi peternakan, ketahanan pangan nasional, serta pertumbuhan ekonomi lokal.
Pembukaan Bergengsi dan Dukungan Tingkat Nasional
Festival dibuka secara resmi pada 1 November 2025 dengan kehadiran tokoh-tokoh penting, termasuk Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. H. Andi Amran Sulaiman, M.P.; Ketua MPR RI Ahmad Muzani; Wakil Gubernur Jawa Timur Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc.; Anggota DPR RI Dapil Jember–Lumajang Mas Kawendra Lukman; serta Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.M. Unsur Forkopimda Kabupaten Jember, jajaran Dinas Pertanian, dan tokoh peternak turut serta, menunjukkan kolaborasi lintas lembaga.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyerahkan secara simbolis dua ekor sapi unggul sebagai hibah, disertai bantuan kambing untuk masyarakat kurang mampu serta program pengembangan bibit kopi dan jagung. Ia menekankan posisi strategis Jember dalam ketahanan pangan nasional. “Kabupaten Jember adalah salah satu daerah yang memiliki potensi luar biasa di bidang peternakan. Pemerintah akan terus memperkuat program modernisasi peternakan rakyat, peningkatan akses permodalan, serta pengembangan teknologi pembiakan. Kita ingin Jember menjadi daerah unggulan nasional dalam sektor peternakan sapi,” ujarnya.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi penyelenggaraan acara sebagai wadah pembelajaran peningkatan kualitas peternakan. Wakil Gubernur Emil Dardak menyampaikan data bahwa populasi sapi potong di Jawa Timur mencapai lebih dari 3 juta ekor atau seperempat total nasional, sementara lebih dari 60% sapi perah nasional berada di provinsi ini. Ia juga menyoroti potensi kopi dan tembakau Jember sebagai komoditas unggulan.
Kontes Ternak, Inovasi Teknologi, dan Partisipasi UMKM
Inti acara adalah kontes ternak yang memamerkan sapi unggul dari berbagai daerah, disertai kegiatan edukatif seperti seminar peternakan modern, pelatihan pakan alami fermentasi, manajemen kandang, dan teknologi inseminasi buatan. Lebih dari 200 pelaku UMKM terlibat, menjajakan produk kuliner khas, minuman tradisional, perlengkapan peternakan, serta inovasi seperti pengolahan limbah kotoran menjadi pupuk organik. Kecamatan Ajung turut berpartisipasi dengan lomba kuliner berbahan daging ayam dan produk kreatif lokal.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan festival sebagai langkah kemandirian ekonomi. “Kabupaten Jember memiliki potensi luar biasa dalam sektor pertanian dan peternakan. Melalui kegiatan ini, kita ingin memberikan ruang bagi para peternak, UMKM, dan masyarakat untuk memperluas jejaring usaha, memperkenalkan inovasi, serta meningkatkan kesejahteraan bersama,” tuturnya. Anggota DPR RI Mas Kawendra Lukman berkomitmen memperjuangkan anggaran nasional untuk peternakan daerah.
Dampak Ekonomi dan Pengelolaan Lingkungan
Berdasarkan data awal dari panitia, kegiatan ini memicu perputaran uang miliaran rupiah melalui transaksi produk peternakan, kuliner, dan asesoris, dengan peningkatan penjualan bagi UMKM dan pedagang kecil. Beberapa peserta luar daerah menyatakan minat kerja sama dagang, memperluas jejaring bisnis.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember memastikan kebersihan optimal dengan mengerahkan truk pengangkut sampah, motor roda tiga, dan petugas lapangan yang bekerja hingga pasca-acara, menerapkan pengelolaan sampah terpilah ramah lingkungan. Salah satu koordinator lapangan tim kebersihan DLH mengungkapkan “Bagi kami, kebersihan adalah bagian penting dari kesuksesan sebuah acara besar. Kami ingin para tamu dan masyarakat yang hadir merasa nyaman dan bangga dengan wajah Jember yang bersih dan tertata,” .
Penutupan dan Harapan Keberlanjutan
Acara ditutup meriah pada 2 November 2025 dengan penghargaan bagi pemenang kontes ternak, lomba kuliner, dan partisipan terbaik. Bupati Fawait menyatakan keberhasilan ini sebagai hasil kerja keras seluruh elemen. “Festival ini menjadi bukti bahwa Jember mampu bersaing dan memimpin dalam pengembangan peternakan di Jawa Timur. Kita ingin menjadikan kegiatan seperti ini agenda tahunan agar manfaatnya terus berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Festival dan Ekspo Sapi se-Jawa Timur 2025 menandai Jember sebagai poros peternakan modern, dengan komitmen penuh dari pemerintah pusat hingga daerah untuk membangun ekosistem terintegrasi, mulai dari bibit unggul hingga peluang ekspor, guna mendukung ekonomi rakyat yang inklusif dan berkelanjutan.



