World Cleanup Day 2025: Jember Bangun Kesadaran Lingkungan Berkelanjutan

Jember, 23 September 2025 – Kabupaten Jember kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui rangkaian peringatan World Cleanup Day (WCD) Indonesia 2025. Acara yang berlangsung pada 20-21 September 2025 di Alun-Alun Ambulu ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, TNI-Polri, dan relawan. Dengan tema “Let’s Keep Jember Clean”, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang aksi bersih, tetapi juga wadah diskusi mendalam untuk membangun kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah, menekankan bahwa tanggung jawab lingkungan adalah milik bersama.
Puncak acara pada Minggu (21/9) berlangsung meriah, menarik perhatian publik atas partisipasi lintas sektor yang masif. Kegiatan ini dimulai dengan senam bersama diikuti ribuan peserta, diikuti apel pagi yang menyemarakkan semangat gotong royong. Selanjutnya, aksi bersih-bersih dilaksanakan di kawasan Alun-Alun Ambulu, Pasar Ambulu, dan area sekitarnya, di mana peserta secara aktif mengumpul, memilah, dan mengangkut sampah organik serta anorganik ke titik penampungan.
Sarasehan Pra-Puncak: Bangun Fondasi Kesadaran Kolektif
Sehari sebelum puncak acara, pada Sabtu malam (20/9), Focus Group Discussion (FGD) dan Sarasehan bertema “Let’s Keep Jember Clean” digelar di Alun-Alun Ambulu. Diikuti ratusan peserta dari pelajar, mahasiswa, penggiat bank sampah, dan perwakilan masyarakat, acara ini bertujuan memperkuat pemahaman bahwa pengelolaan sampah memerlukan kolaborasi lintas sektor. Diskusi berlangsung interaktif, dengan peserta berbagi gagasan kreatif seperti kampanye digital lingkungan dan pengembangan bank sampah berbasis sekolah serta kampus.
Sebagai narasumber utama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jember, Drs. Suprihandoko, MM, menekankan peran pemerintah sebagai fasilitator dalam gerakan ini. “Gerakan World Cleanup Day ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran kolektif bisa tumbuh dari bawah. Pelajar, mahasiswa, komunitas bank sampah, hingga masyarakat umum punya peran besar dalam menciptakan lingkungan yang bersih. Pemerintah hadir sebagai fasilitator, tetapi pelaku utamanya adalah kita semua,” tegas Suprihandoko. Ia juga menyoroti urgensi mengurangi sampah dari sumbernya, khususnya plastik sekali pakai, serta mengajak generasi muda mengadopsi gaya hidup ramah lingkungan seperti membawa botol minum sendiri dan memilah sampah di rumah.
Narasumber lain, seperti PLT Camat Ambulu Hanifah, Spt., MSi., anggota Komisi C DPRD Jember Fenny Purwaningsih, dan aktivis lingkungan Harry Bagoes, turut memperkaya diskusi dengan pengalaman praktis dalam pemberdayaan masyarakat melalui bank sampah. Antusiasme peserta, terutama dari kalangan muda, menandakan potensi lahirnya solusi konkret yang berkelanjutan.

Dukungan Logistik dan Komitmen Pemerintah Daerah
Dalam puncak acara, DLH Jember tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga berperan strategis dalam mendukung kelancaran kegiatan. Petugas kebersihan diterjunkan untuk memfasilitasi aksi, sementara dua armada truk sampah disiagakan untuk mengangkut hasil pembersihan secara langsung. Kehadiran ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program nasional pengelolaan sampah, sekaligus mewujudkan kebersihan lingkungan secara instan.
Suprihandoko kembali menyampaikan apresiasinya atas partisipasi semua pihak. “Kami berharap gerakan ini tidak berhenti hanya di acara seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari,” ungkapnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa aksi bersih bukan akhir, melainkan awal dari budaya peduli lingkungan yang lebih dalam.
Jember Bersih sebagai Cita-Cita Bersama
Rangkaian WCD 2025 di Jember berhasil membuktikan kekuatan kolaborasi dalam mengatasi tantangan sampah, dengan dampak langsung berupa kawasan yang lebih bersih dan kesadaran yang meningkat. DLH Jember berkomitmen melanjutkan sinergi dengan komunitas dan generasi muda, termasuk melalui kegiatan serupa di masa depan. “Jember bersih bukan sekadar slogan, tetapi cita-cita bersama. Kalau semua pihak bergerak, saya yakin Jember bisa menjadi contoh daerah dengan gerakan lingkungan yang kuat,” pungkas Suprihandoko.
Melalui momentum ini, Jember diharapkan terus menjadi teladan dalam menjaga kelestarian lingkungan, memastikan kabupaten ini tetap sehat, nyaman, dan layak huni bagi generasi mendatang.



