Gapuro Cafe & Resort Diresmikan Bupati Jember, Ikon Baru Wisata dan Ekonomi Kerakyatan di Sidomulyo

Jember, 1 Juli 2025 – Kabupaten Jember menambah destinasi wisata baru sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dengan peresmian Gapuro Cafe & Resort di Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, pada Jumat, 27 Juni 2025. Bupati Jember, Gus Fawait, secara langsung meresmikan fasilitas ini, yang dikelola oleh Koperasi Desa Merah Putih. Kehadiran Gapuro Cafe & Resort menjadi simbol gerakan ekonomi berbasis desa yang mengedepankan kolaborasi dan gotong royong warga.
Ikon Baru Wisata Desa Sidomulyo
Terletak di tepi Jalan Nasional Jember-Banyuwangi, Gapuro Cafe & Resort menawarkan pesona wisata yang asri dengan suasana dikelilingi pepohonan pinus yang rindang. Destinasi ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi dan kuliner, tetapi juga memperkuat posisi Desa Sidomulyo sebagai percontohan koperasi desa melalui program Koperasi Merah Putih. Gapuro bukan sekadar bangunan. Ini adalah harapan tentang bagaimana ekonomi digerakkan dari bawah dan mimpi-mimpi dibangun dari desa.
Peresmian Gapuro Cafe & Resort berlangsung bersamaan dengan kegiatan Serasehan RT/RW dalam rangka program Bunga Desaku, yang dihadiri ratusan warga meski diguyur gerimis. Acara ini menjadi momen penting untuk mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat. Selain meresmikan cafe dan resort, Gus Fawait juga menyerahkan secara simbolis sarana pendukung destinasi wisata serta Surat Keputusan (SK) pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), yang akan menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata desa.
Sinergi Koperasi dan Pemerintah untuk Ekonomi Desa
Gapuro Cafe & Resort merupakan wujud nyata keberhasilan Koperasi Desa Merah Putih dalam menggerakkan ekonomi kerakyatan. Dikelola secara profesional oleh warga Sidomulyo, destinasi ini menunjukkan bahwa desa mampu mandiri dan berdaya saing melalui kolaborasi dan semangat gotong royong. “Koperasi adalah tulang punggung ekonomi rakyat. Jika desa kuat, maka Jember akan maju,” tegas Gus Fawait, menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif berbasis masyarakat.
Hadir dalam acara ini sejumlah pejabat daerah, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Jember, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemasdes), Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jember, dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan. Kehadiran mereka menunjukkan keseriusan Pemkab Jember dalam mendukung pengembangan pariwisata dan pemberdayaan masyarakat desa.
Dialog Langsung dengan Warga
Selain peresmian, acara ini juga menjadi ajang dialog terbuka antara Gus Fawait dan warga Sidomulyo. Dalam sesi penyampaian aspirasi, para ketua RT/RW menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran bupati yang bersedia mendengar langsung keluhan dan harapan masyarakat. “Kami sangat senang dengan program seperti ini. Biasanya kami harus ke kota untuk bertemu bupati, sekarang beliau yang datang ke kami,” ujar Hariyanto, salah seorang Ketua RT Desa Sidomulyo, mencerminkan antusiasme warga.
Gus Fawait menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab Jember untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat melalui program Bunga Desaku. “Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan pemerintahan lebih dekat dengan rakyat. Tidak hanya mendengar, tapi juga langsung bertindak,” ujar beliau di hadapan peserta.
Menuju Jember yang Berdaya Saing
Peresmian Gapuro Cafe & Resort tidak hanya menambah destinasi wisata baru di Jember, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa ekonomi kerakyatan dapat menjadi pendorong pembangunan daerah. Dengan memanfaatkan potensi lokal dan semangat kebersamaan, Desa Sidomulyo menunjukkan bahwa desa dapat menjadi pelaku utama dalam menciptakan peluang ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, Pemkab Jember berencana menggelar program serupa di desa-desa lain untuk memperluas dampak positif dari inisiatif seperti Gapuro Cafe & Resort. Dengan dukungan koperasi, pemerintah, dan masyarakat, Jember terus melangkah menuju visi “Jember Baru, Jember Maju” yang berfokus pada pemberdayaan desa, pengembangan pariwisata, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.



