Pemkab Jember Responsif Tindaklanjuti Beragam Aduan Wadul Gus’e di Bulan Februari 2026

Jember, 28 Februari 2026 – Program Wadul Gus’e yang menjadi kanal pengaduan langsung masyarakat terus menunjukkan efektivitasnya dalam menyerap aspirasi dan keluhan warga Kabupaten Jember. Sepanjang Februari 2026, pemerintah daerah bersama instansi terkait secara responsif menindaklanjuti sejumlah laporan penting, mulai dari sengketa tanah, dampak bencana alam, kualitas layanan publik, hingga ancaman longsor yang mengganggu akses dan keselamatan warga.

Tindak lanjut ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan pelayanan cepat dan transparan, sekaligus memastikan penanganan proporsional sesuai kewenangan masing-masing pihak.

Klarifikasi Sengketa Tanah di Kelurahan Tegalgede

Pada 26 Februari 2026, Lurah Tegalgede Shierley Aisyah, ST, MM, memfasilitasi pertemuan klarifikasi terkait aduan sengketa tanah warga yang dilaporkan melalui Wadul Gus’e. Pertemuan di ruang kerja lurah menghadirkan salah satu pihak terkait, Sugihartini, beserta dokumen pendukung yang disampaikan secara langsung.

Pemerintah Kelurahan Tegalgede menegaskan sikap hati-hati dan netral, tidak berpihak pada salah satu pihak, serta berperan sebagai fasilitator komunikasi. Sebelumnya, pihak lain juga telah dimintai keterangan untuk memastikan informasi berimbang. Lurah Shierley Aisyah menyatakan bahwa upaya ini bagian dari komitmen pelayanan responsif, dengan tujuan memetakan persoalan secara jelas agar dapat diselesaikan melalui musyawarah sesuai ketentuan berlaku.

Sekretaris Kelurahan Suripto, ST, menekankan pentingnya penanganan profesional dan transparan untuk meminimalisir kesalahpahaman. Sementara Kasi Pelayanan Umum dan Pemerintahan Syamsuri, S.IP, mengingatkan kompleksitas isu pertanahan yang melibatkan aspek hukum dan administrasi, sehingga kelurahan hanya memfasilitasi tanpa kewenangan memutus sengketa.

Penanganan Dampak Banjir di Balung Lor

Pasca banjir akibat luapan sungai pada 13 Februari 2026, Wadul Gus’e ditindaklanjuti pada 15 Februari 2026 di Dusun Krajan, Desa Balung Lor, Kecamatan Balung. Kejadian tersebut menyebabkan tebing belakang rumah warga ambrol sepanjang sekitar 10 meter dengan tinggi 6 meter, membahayakan satu keluarga beranggotakan enam jiwa.

Pemerintah Kabupaten Jember melalui BPBD melakukan asesmen bersama perangkat desa dan relawan, serta mendistribusikan bantuan logistik seperti paket sembako, terpal, lauk pauk, dan makanan siap saji. Laporan disampaikan kepada Bupati dan diteruskan ke instansi terkait, termasuk BNPB, guna penanganan lanjutan. Pemilik rumah sementara bertahan di tempat tinggal sambil mencari alternatif kontrakan yang lebih aman.

Perbaikan Kualitas Menu MBG di SPPG Jalan Batu Raden

Aduan masyarakat mengenai menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai tidak layak konsumsi di SPPG Jalan Batu Raden, Kecamatan Sumbersari, ditindaklanjuti dengan peninjauan langsung pada 26 Februari 2026. Tim lintas sektor yang dipimpin Asisten II Setda Kabupaten Jember Ratno C Sembodo menemukan catatan terkait kualitas menu, kebersihan dapur, dan penyimpanan bahan pangan.

Rekomendasi perbaikan mencakup penguatan higienitas, pemilahan bahan segar, serta penyesuaian proses distribusi. Asisten II menegaskan bahwa mutu dan keamanan pangan menjadi prioritas utama program MBG, dengan pengawasan rutin oleh kecamatan, kelurahan, dan Satgas MBG. Penanggung jawab SPPG menyatakan komitmen melakukan pembenahan SOP, pelatihan petugas, dan penguatan kontrol kualitas.

Mitigasi Longsor di Jelbuk

Pada 25 Februari 2026, tim BPBD Jember menindaklanjuti laporan Wadul Gus’e terkait longsor di Dusun Pakel, Desa Sucongepok, Kecamatan Jelbuk, yang terjadi pada 22 Februari 2026 akibat hujan lebat. Longsoran sepanjang 6 meter dan tinggi 6 meter menggerus pondasi jalan lingkungan, membatasi akses kendaraan roda empat, serta mengancam lima kepala keluarga.

Penanganan darurat dilakukan dengan penutupan lereng menggunakan terpal untuk mengurangi infiltrasi air. Asesmen dan koordinasi lintas sektor melibatkan pemerintah desa serta Babinsa. Rekomendasi jangka pendek mencakup peningkatan kewaspadaan, konservasi vegetasi dengan tanaman berakar kuat, dan penambahan drainase. Untuk jangka panjang, diusulkan pembangunan dinding penahan tanah yang akan diteruskan ke Dinas PUPR.

Melalui serangkaian tindak lanjut ini, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan keseriusan dalam merespons aduan masyarakat secara cepat dan terkoordinasi. Program Wadul Gus’e diharapkan terus menjadi jembatan efektif antara pemerintah dan warga, mendukung terciptanya lingkungan yang lebih aman, adil, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat di tengah tantangan alam maupun administrasi.

Related Articles

Back to top button