Stabilitas Harga Bapokting di Kabupaten Jember Tetap Terjaga Meski Fluktuasi Terjadi Sepanjang Februari 2026

Jember, 28 Februari 2026 – Sepanjang Februari 2026, harga barang kebutuhan pokok dan barang penting (Bapokting) di pasar rakyat di Kabupaten Jember mengalami berbagai fluktuasi yang mencerminkan dinamika pasar sehari-hari. Pemantauan harian yang dilakukan oleh Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (DiskopUKMDag) serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember menunjukkan bahwa perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan, tetap berada dalam batas normal dan tidak mengganggu daya beli masyarakat. Fluktuasi ini didominasi oleh komoditi seperti daging ayam ras/broiler, cabai merah besar, cabai merah rawit, dan bawang merah, dengan penyebab utama berupa dorongan permintaan dan kelimpahan suplai. Meskipun demikian, stabilitas harga secara keseluruhan terjaga melalui intervensi pemerintah daerah, memastikan ketersediaan barang yang cukup bagi masyarakat.
Pemantauan ini mencakup 21 komoditi utama, termasuk beras, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, cabai, dan bawang, sebagai bagian dari kebijakan pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Data dari berbagai hari pemantauan pada Februari 2026 menggambarkan pola fluktuasi yang wajar, di mana kenaikan harga sering disebabkan oleh peningkatan permintaan, sementara penurunan dipengaruhi oleh pasokan yang melimpah.
Tren Fluktuasi Harga Komoditi Utama
- Daging Ayam Ras/Broiler Awal Februari cenderung mengalami kenaikan di sejumlah pasar, namun tren berbalik menjadi penurunan dominan pada pertengahan hingga akhir bulan. Pada 23 Februari, hampir seluruh pasar yang melaporkan perubahan mengalami penurunan, sehingga harga stabil di kisaran Rp35.000–Rp41.000. Pada 26 Februari, pergerakan harga kembali bercampur namun dengan amplitudo kecil.
- Cabai Merah Rawit Komoditi ini menunjukkan volatilitas tertinggi. Kenaikan signifikan terjadi pada 19–20 Februari dengan lonjakan hingga Rp30.000–Rp35.000 di beberapa pasar, mendorong harga mencapai Rp80.000–Rp130.000. Koreksi besar berupa penurunan terjadi pada 23 Februari di hampir seluruh pasar, menurunkan harga ke kisaran Rp80.000–Rp110.000. Pada 26 Februari, tren kembali bercampur.
- Cabai Merah Besar Tren relatif lebih stabil dibandingkan cabai rawit. Penurunan mendominasi pada 11 Februari dan 23 Februari (kisaran Rp22.000–Rp35.000), sementara kenaikan sporadis terjadi pada 20 Februari. Pada 26 Februari, penurunan masih lebih banyak dibandingkan kenaikan.
- Bawang Merah Fluktuasi bersifat moderat dan seimbang antara kenaikan dan penurunan sepanjang bulan. Penurunan lebih sering tercatat pada 11–20 Februari, sementara kenaikan muncul sporadis tanpa lonjakan signifikan.
Semua perubahan harga yang tercatat tetap berada dalam kategori aman dan tidak menimbulkan tekanan ekonomi bagi masyarakat. Pemantauan harian yang konsisten serta intervensi pemerintah daerah berhasil menjaga stabilitas pasokan dan harga, sehingga kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi tanpa hambatan berarti.
Dampak dan Upaya Stabilitas
Fluktuasi harga ini tidak menimbulkan gangguan signifikan terhadap daya beli masyarakat, karena tetap berada dalam kategori normal. Ketersediaan barang tercatat cukup di seluruh pasar, dan pemerintah daerah melalui dinas terkait aktif melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas. Pemantauan harian ini menjadi alat penting dalam mendeteksi potensi ketidakstabilan dini, sehingga masyarakat dapat terus memenuhi kebutuhan pokok tanpa hambatan. Stabilitas yang terjaga sepanjang Februari 2026 menjadi indikasi positif bagi upaya pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat.



