Pembukaan Rekening Massal Guru Ngaji, Modin, dan Marbot Digelar di Beberapa Kecamatan Kabupaten Jember

Jember, 7 Maret 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui sejumlah kecamatan melaksanakan pembukaan rekening secara massal bagi guru ngaji, modin nikah, dan marbot pada Jumat (6 Maret 2026). Kegiatan ini bertujuan memperlancar penyaluran insentif dan bantuan pemerintah tahun 2026, sekaligus meningkatkan inklusi keuangan bagi para tokoh keagamaan yang selama ini berdedikasi membina masyarakat.

Pelaksanaan pembukaan rekening dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Aula Kecamatan Mayang, Pendopo Kecamatan Ajung, dan Pendopo Praja Mukti Kecamatan Gumukmas. Proses ini difasilitasi langsung oleh petugas Bank Jatim yang hadir di lokasi, sehingga para penerima tidak perlu mendatangi kantor cabang bank secara terpisah. Kegiatan berlangsung tertib, kondusif, dan mendapat antusiasme tinggi dari para peserta.

Fasilitasi Pembukaan Rekening di Kecamatan Mayang

Di Kecamatan Mayang, pembukaan rekening dilaksanakan di Aula Kecamatan Mayang dan diperuntukkan bagi guru ngaji Muslim, guru ngaji non-Muslim, modin nikah, serta marbot yang belum memiliki rekening. Kegiatan ini dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Mayang, pendamping guru ngaji, dan petugas Bank Jatim yang membantu proses pengisian formulir serta verifikasi identitas.

Para peserta diimbau membawa dokumen pendukung seperti identitas diri dan surat keterangan sebagai guru ngaji, modin nikah, atau marbot agar proses berjalan lancar dan cepat. Langkah ini merupakan upaya pemerintah untuk memudahkan pengelolaan keuangan, sehingga mereka dapat lebih fokus pada tugas keagamaan dan pembinaan masyarakat.

Pembuatan Rekening Guru Ngaji di Kecamatan Ajung

Sementara itu, di Kecamatan Ajung, kegiatan pembuatan rekening digelar di Pendopo Kecamatan Ajung dan diikuti sekitar 150 guru ngaji yang baru terdata sebagai penerima insentif tahun 2026. Guru ngaji yang sebelumnya telah menerima insentif pada tahun 2025 tidak diwajibkan membuat rekening baru, kecuali jika terdapat perubahan data atau keperluan administratif lainnya.

Proses dilayani petugas Bank Jatim dengan penuh kesabaran, mulai dari pengisian formulir hingga penyelesaian pembuatan buku rekening. Kegiatan juga dihadiri Kasi PMKS Kecamatan Ajung serta seluruh pendamping desa yang aktif membantu mengarahkan dan mendampingi peserta. Antusiasme para guru ngaji terlihat sejak pagi, dengan suasana penuh kebersamaan dan rasa syukur atas perhatian pemerintah.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program percepatan penyaluran insentif yang dicanangkan pemerintah daerah, dengan harapan pencairan dapat dilakukan sebelum Hari Raya Idul Fitri 2026. Para guru ngaji menyambut positif langkah ini sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka dalam mengajarkan Al-Qur’an dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

Verifikasi dan Pembukaan Rekening Tambahan di Kecamatan Gumukmas

Di Kecamatan Gumukmas, sebanyak 50 guru ngaji tambahan yang baru masuk daftar penerima insentif mengikuti pembuatan rekening kolektif di Pendopo Praja Mukti Kecamatan Gumukmas, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini diawasi langsung oleh Sekretaris Camat Gumukmas dan Kasi PMKS setempat guna memastikan proses berjalan tertib serta sesuai ketentuan administrasi.

Tim Bank Jatim menerjunkan petugas khusus untuk melayani pengisian formulir dan verifikasi data. Dengan adanya rekening ini, para guru ngaji tambahan resmi terintegrasi dalam sistem penyaluran insentif, yang diharapkan meningkatkan transparansi dan memudahkan akses bantuan tanpa hambatan administratif.

Komitmen Pemerintah dalam Mendukung Tokoh Keagamaan

Kegiatan pembukaan rekening di berbagai kecamatan ini mencerminkan komitmen pemerintah Kabupaten Jember untuk mengapresiasi peran guru ngaji, modin nikah, dan marbot sebagai pilar pembinaan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui fasilitasi langsung di lokasi, proses administrasi menjadi lebih efisien, aman, dan terpantau.

Dengan kepemilikan rekening, penyaluran insentif dapat dilakukan secara tepat sasaran, transparan, dan tepat waktu. Para tokoh keagamaan diharapkan dapat lebih fokus menjalankan tugas mulia mereka dalam membimbing umat, sekaligus meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kehidupan masyarakat di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sinergi dengan pihak perbankan dan pendamping desa agar program-program dukungan serupa dapat berjalan optimal di masa mendatang.

Related Articles

Back to top button