Festival Kopi 2025 di Jember Angkat Kejayaan Robusta Nusantara melalui Kompetisi, Kuliner, dan Inovasi UMKM

Jember, 3 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Jember secara resmi membuka rangkaian acara Festival Kopi 2025 di Jember Sport Garden, yang mengusung tema “Robusta Unggul, Indonesia Tangguh”. Kegiatan tingkat nasional ini berlangsung selama tiga hari, mulai 31 Oktober hingga 2 November 2025, dan memadukan kompetisi kopi robusta, festival kuliner, serta berbagai agenda pendukung untuk memperkuat ekosistem kopi nusantara sebagai identitas budaya dan pendorong ekonomi daerah.

Acara dibuka oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Kabupaten Jember, M. Sigit Budi Ismohartono, yang menekankan peran festival sebagai momentum strategis untuk meningkatkan daya saing kopi robusta Indonesia di pasar global. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., yang menyaksikan langsung kegiatan pendukung seperti Festival Kuliner 2025 dan Fun Cupping & Latte Art Competition. Ribuan pengunjung dari berbagai daerah memadati venue, menciptakan sinergi antara sektor perkebunan, UMKM, kuliner, dan pariwisata.

Pembukaan Resmi dan Komitmen Pemerintah Daerah

Festival Kopi 2025 resmi dibuka pada 31 Oktober 2025 di Jember Sport Garden, dengan kehadiran ratusan pelaku usaha kopi, petani, komunitas pecinta kopi, serta masyarakat umum. Plt. Kepala Dinas M. Sigit Budi Ismohartono menyatakan bahwa acara ini bukan hanya perlombaan atau pameran, melainkan upaya memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kopi terbesar dunia.

“Kopi bukan hanya komoditas, tetapi juga identitas budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia. Melalui Festival Kopi 2025 ini, kami ingin menumbuhkan kebanggaan nasional sekaligus memperkuat jaringan antara petani, pelaku usaha, dan konsumen agar tercipta ekosistem kopi yang berdaya saing tinggi,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Kegiatan ini juga menarik perhatian pembeli dan pengamat kopi mancanegara, menyoroti potensi robusta Indonesia. Pemerintah daerah berkomitmen mendorong sinergi lintas sektor, termasuk pemberdayaan UMKM dan promosi pariwisata berbasis komoditas lokal.

Kompetisi Utama: Lomba Kopi Robusta dan Kreativitas Barista

Inti dari festival adalah Lomba Kopi Robusta Tingkat Nasional, diikuti lebih dari 40 peserta dari berbagai daerah. Penilaian mencakup cita rasa melalui cupping test, aroma, tingkat keasaman, keseragaman, serta penanganan pasca panen. Juri berasal dari Asosiasi Kopi Indonesia (AEKI), Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Jember, serta praktisi industri, dengan sistem blind tasting untuk menjamin objektivitas.

Sebagai bagian pendukung, Fun Cupping & Latte Art Competition digelar pada 1–2 November 2025, melibatkan barista dan komunitas kreatif lokal. Peserta beradu kemampuan dalam seni latte art dan pengujian rasa, memadukan keahlian teknis dengan inovasi kopi robusta daerah. Kompetisi ini menjadi ajang bergengsi yang memperkaya tema robusta unggul.

Agenda Pendukung: Bazar, Pelatihan, dan Festival Kuliner

Festival diramaikan beragam kegiatan, seperti bazar produk kopi unggulan (biji mentah, bubuk, hingga minuman siap saji), pelatihan barista untuk generasi muda, talkshow inovasi hilirisasi kopi, serta pameran alat pengolahan modern. Sesi cupping publik, workshop barista, penampilan kesenian daerah, dan pameran foto sejarah kopi turut memperkenalkan keragaman cita rasa robusta.

Bersamaan dengan itu, Festival Kuliner 2025 menampilkan Lomba Cipta Menu Makanan Khas Jember dengan hadiah total Rp7,5 juta, serta Bazar UMKM. Kegiatan ini, diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, menjadi wadah promosi inovasi kuliner yang terintegrasi dengan kopi lokal. Sinergi dengan Festival Sapi Jember 2025 menunjukkan kolaborasi agribisnis, kuliner, dan industri kreatif.

Pada hari pertama, pengunjung mencapai lebih dari 1.000 orang, dengan stand-stand kopi dan kuliner menarik minat luas.

Dampak Ekonomi dan Rencana Ke Depan

Festival Kopi 2025 memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah, termasuk peningkatan pendapatan petani dan eksposur UMKM ke pasar lebih luas. “Melalui festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa kopi bukan hanya hasil tani, tetapi juga sarana pemberdayaan ekonomi dan promosi budaya lokal. Jember memiliki potensi luar biasa di sektor kopi, dan dengan dukungan lintas sektor, kami optimistis kopi robusta Jember akan semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional,” tambah Plt. Kepala Dinas M. Sigit Budi Ismohartono.

Pemerintah berencana menjadikan acara ini agenda tahunan, dengan perluasan kerjasama perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan industri kopi internasional. Acara berakhir pada 2 November 2025 dengan pengumuman pemenang lomba robusta, diharapkan menginspirasi inovasi berkelanjutan dan pelestarian warisan kopi nusantara. Jember semakin memantapkan diri sebagai pusat kopi nasional yang tangguh dan berdaya saing.

Related Articles

Back to top button