Tingkatkan Kualitas Kesehatan Warga Pesantren, Pemkab Jember Optimalkan Poskestren dan Pembinaan Cluster

JEMBER, 5 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus menunjukkan komitmennya dalam memperkuat pelayanan dan pemberdayaan kesehatan di lingkungan pondok pesantren melalui program Pesantren Sehat. Langkah strategis ini dilakukan secara komprehensif, mulai dari mendorong percepatan pembentukan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren), menerapkan pola pembinaan berbasis cluster, menguatkan peran kader Santri Husada, hingga menghadirkan pelayanan kesehatan langsung (Home Care) bagi para tokoh agama dan pengasuh pesantren.

Penguatan kesehatan pesantren ini berfokus pada terciptanya kemandirian warga pesantren dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, organisasi perangkat daerah (OPD), puskesmas, akademisi, hingga organisasi masyarakat, Pemkab Jember berupaya memastikan seluruh rangkaian program berjalan secara terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Percepat Pembentukan Poskestren dan Pembinaan Berbasis Cluster

Sebagai bentuk penguatan koordinasi lintas sektor, Pemkab Jember menggelar Pertemuan Koordinasi Tim Pembina Pesantren Sehat Kabupaten Jember pada Rabu (30/09/2026) di Aula Bawah Pemkab Jember. Dari sekitar 700 pesantren yang tersebar di Kabupaten Jember, saat ini tercatat sebanyak 69 pesantren telah memiliki Poskestren. Pemkab Jember mendorong agar pesantren yang belum memiliki Poskestren dapat segera membentuknya dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia.

Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, S.H., menegaskan pentingnya pendampingan berkelanjutan dari fasilitas kesehatan setempat agar Poskestren yang dibentuk dapat berfungsi optimal. “Kami berharap melalui koordinasi ini, pesantren yang belum memiliki Poskestren dapat segera membentuknya dengan memanfaatkan anggaran yang tersedia. Selain itu, diperlukan pendampingan dari Dinas Kesehatan serta evaluasi secara berkala agar program ini dapat terus dipantau dan berjalan secara berkelanjutan,” ujar Ratno.

Guna memastikan penanganan masalah kesehatan tepat sasaran, Dinkes PPKB Jember menyiapkan pola pembinaan berbasis wilayah atau cluster. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes PPKB Jember, dr. Gini Wuryandari, M.Kes., menjelaskan bahwa pembagian wilayah binaan ini bertujuan untuk mempermudah identifikasi dan pemecahan masalah sesuai karakteristik masing-masing pesantren. “Ke depannya, Dinas Kesehatan akan membagi wilayah binaan atau cluster pondok pesantren yang akan menjadi binaan masing-masing tim agar setiap permasalahan yang ada di masing-masing wilayah binaan dapat disampaikan dan dibahas, sehingga tindak lanjutnya dapat dilakukan dengan lebih terarah,” ungkap dr. Gini.

Melalui pendekatan cluster ini, masalah non-kesehatan juga dapat ditangani secara lintas sektor. Sebagai contoh, persoalan pengelolaan sampah dapat dikoordinasikan bersama Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH), sedangkan aspek pendidikan dan pemberdayaan dapat dikomunikasikan dengan kalangan akademisi.

Pemberdayaan UKTren dan Edukasi Teman Sebaya Melalui Santri Husada

Selain penguatan kelembagaan, Pemkab Jember juga memfokuskan pembinaan pada aspek SDM di dalam pesantren. Pada Sabtu (03/10/2026), Dinkes PPKB Jember bersama Puskesmas Kalisat melaksanakan kegiatan pembinaan di Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kecamatan Kalisat. Kegiatan ini berfokus pada penguatan Unit Kesehatan Pesantren (UKTren) dan regenerasi kepengurusan Santri Husada melalui pendekatan edukasi berbasis teman sebaya (peer education).

Perwakilan Dinkes PPKB Jember, Triyaningsih, S.KM., M.Kes., menyampaikan bahwa Santri Husada disiapkan sebagai kader penggerak yang akan meneruskan edukasi kesehatan kepada sesama santri. “Melalui UKTren, kita ingin menyiapkan santri sebagai penggerak kesehatan di pesantren. Adik-adik akan mendapatkan pembekalan dari tim Puskesmas Kalisat, kemudian meneruskan pengetahuan tersebut kepada teman-teman sebayanya,” kata Triyaningsih.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kalisat, Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi. Ia berharap pendampingan dari puskesmas dapat terus berjalan secara konsisten. “Mari kita wujudkan lingkungan pesantren yang sehat, dengan warga pesantren yang sehat jasmani dan rohani, lingkungan yang sehat, serta akhlak yang baik. Kami berharap pendampingan dari Puskesmas dapat terus berlanjut agar Santri Husada semakin mampu menjalankan perannya,” tutur Nyai Hj. Nurul Kamila Rosyidi.

Program Home Care Jangkau Tokoh Agama dan Pengasuh Pesantren

Sebagai wujud perhatian menyeluruh, Pemkab Jember juga memperluas sasaran program prioritas Home Care. Selain menyasar lansia, penyandang disabilitas, bayi stunting, dan masyarakat kurang mampu, layanan kesehatan jemput bola ini kini menjangkau para guru ngaji, ustaz, kiai, dan pemilik pondok pesantren.

Pada Jumat (02/10/2026), tim Home Care yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinkes PPKB Jember beserta jajaran tenaga kesehatan dan Camat Tempurejo mendatangi kediaman KH Achmad Syarif Baidowi, pemilik Pondok Pesantren Al-Khairiyah di Kecamatan Tempurejo.

Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Deni Irawan, S.Sos., menyatakan bahwa program Home Care merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk mempermudah akses kesehatan bagi masyarakat. “Ini merupakan program prioritas Gus Bupati. Pemerintah ingin memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan dengan lebih mudah, termasuk dengan mendatangi langsung masyarakat di kediamannya,” tegas Deni Irawan.

Camat Tempurejo, Adi Kusnandar Zulkifli Ahmad Husein, S.H., M.M., memastikan bahwa pelayanan kesehatan kepada tokoh agama di wilayahnya akan dipantau secara rutin setiap bulan. “Kami akan terus mendampingi. Insyaallah setiap bulan kami akan datang ke sini untuk memastikan kondisi kesehatan beliau tetap terpantau dan pelayanan dapat terus diberikan,” jelas Adi Kusnandar.

Atas perhatian tersebut, Pengasuh Ponpes Al-Khairiyah, KH Achmad Syarif Baidowi, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemkab Jember, Dinkes PPKB, dan Pemerintah Kecamatan Tempurejo. “Terima kasih sebesar-besarnya. Semoga apa yang dilakukan ini menjadi amal jariyah dan mendapatkan keberkahan,” ungkap KH Achmad Syarif Baidowi.

Related Articles

Back to top button