RSD dr. Soebandi Perkuat Kesehatan Anak melalui Skrining Jantung di SD Al Furqan dan Pemeriksaan Lanjutan Santri Ponpes Nurul Chotib

Jember, 27 Februari 2026 – Rumah Sakit Daerah (RSD) dr. Soebandi terus menegaskan komitmennya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, khususnya anak dan remaja, melalui pendekatan promotif, preventif, dan kolaboratif lintas sektor. Dalam beberapa kegiatan terbaru pada Februari 2026, rumah sakit rujukan di Kabupaten Jember ini aktif melaksanakan deteksi dini penyakit jantung bawaan serta pemantauan kesehatan berkelanjutan di lingkungan pendidikan formal dan pondok pesantren.

Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan dalam CHD Awareness Week 2026

Dalam rangka CHD Awareness Week 2026, RSD dr. Soebandi menyelenggarakan pemeriksaan kesehatan terpadu di SD Al Furqan Jember pada Sabtu, 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut melibatkan tim multidisiplin yang terdiri dari Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah dr. Dwi Arianti, Sp. JP-FIHA, Dokter Spesialis Anak dr. Saraswati Dewi, Sp. A (K), serta Dokter Spesialis THT Bedah Kepala Leher dr. Nindya Shinta, Sp. THTBKL, didukung oleh Dokter Muda.

Pemeriksaan difokuskan pada skrining penyakit jantung bawaan (PJB) dan penyakit jantung katup melalui ekokardiografi, disertai penyuluhan kesehatan kepada siswa dan wali murid. Selain aspek kardiovaskular, kolaborasi dengan organisasi profesi seperti Perhimpunan Dokter Kardiovaskular Indonesia (PERKI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jember, Perhimpunan Ahli THT Bedah Kepala Leher Indonesia (PERHATI-KL) Jatim Selatan, serta Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) Cabang Jember memungkinkan pelaksanaan pemeriksaan gigi, mulut, dan THT secara terintegrasi.

Sinergi ini juga melibatkan Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan PERKI serta Departemen/KSM Kardiologi dan Kedokteran Vaskular Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga – RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Tujuan utama adalah menemukan kelainan sejak dini agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi berkala, pencegahan infeksi saluran pernapasan serta rongga mulut, dan penerapan pola hidup sehat sejak usia anak-anak.

Pemantauan Kesehatan Berkelanjutan bagi Santri Ponpes Nurul Chotib

Tidak berhenti di lingkungan sekolah formal, RSD dr. Soebandi melanjutkan pengabdiannya melalui bakti sosial pemeriksaan kesehatan lanjutan di Pondok Pesantren Nurul Chotib, Wringin Agung, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jember, pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pemeriksaan sebelumnya, dengan melibatkan tim yang sama untuk memastikan pemantauan berjalan optimal dan berkesinambungan.

Tim medis dipimpin oleh Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr. Rosmarini Estri Sih Hananti, M.Sc., Sp.KK, bersama perawat spesialis Eka Yufi Septriana Candra, S.Kep., Ners., M.Kep, Endang Sri Wahyuningsih, S.Kep., Ners, serta sejumlah Dokter Muda. Sebanyak 42 santri menjalani pemeriksaan lanjutan dengan fokus utama pada deteksi dan penanganan gangguan kesehatan kulit yang umum di lingkungan pesantren.

Selain pelayanan medis, para santri mendapatkan edukasi intensif mengenai kebersihan diri, kebersihan lingkungan asrama, serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Antusiasme santri terlihat dari partisipasi aktif mereka dalam berkonsultasi mengenai keluhan kesehatan. Program ini diprakarsai oleh Plt. Direktur RSD dr. Soebandi, Dr. dr. I Nyoman Semita, Sp.OT (K) Spine-FICS, sebagai wujud komitmen manajemen untuk memberikan pelayanan kesehatan yang holistik dan berkala.

Pihak Pondok Pesantren Nurul Chotib menyampaikan apresiasi atas konsistensi pendampingan tersebut, yang diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat dan mendukung perkembangan generasi muda.

Komitmen Berkelanjutan untuk Generasi Sehat Jember

Melalui kedua kegiatan tersebut, RSD dr. Soebandi menunjukkan peranannya tidak hanya sebagai penyedia layanan kuratif di rumah sakit, melainkan juga sebagai penggerak utama upaya promotif dan preventif di tengah masyarakat. Kolaborasi lintas sektor dan lintas profesi menjadi kunci dalam mendeteksi masalah kesehatan sejak dini serta membangun kesadaran kolektif.

Langkah-langkah ini diharapkan dapat terus diperluas, sehingga mampu menyelamatkan masa depan anak-anak serta mewujudkan generasi Jember yang sehat, berkualitas, dan siap menghadapi tantangan di masa mendatang.

Related Articles

Back to top button