Puluhan Siswa SDN Jamintoro 03 Gembira Bisa Kembali Belajar dengan Layak

JEMBER, Puluhan siswa SDN Jamintoro 03 kini tersenyum gembira, mereka bergojed merayakan sekolahnya yang baru saja selesai dibangun kembali.

Sekolah ini berada di Desa Jamintoro, Kecamatan Sumberbaru Jember. Butuh perjuangan ekstra menguras tenaga untuk dapat sampai ke sekolah ini, aksesbilitasnya cukup menantang, dan lokasinya memang terpencil.

Ya, sekolah yang berada di perbatasan Jember-Lumajang ini sebelumnya jauh dari kata layak untuk kegiatan belajar mengajar, bangunannya lapuk, temboknya retak, eternit ambrol sehingga membahayakan apabila berada di dalamnya.

Mereka terpaksa belajar dalam kondisi darurat di emperan rumah warga, musala, bekas kandang bebek dan di ruang terbuka, selama 4 tahun sebelumnya.

Kini gedung sekolah sudah dibangun kembali oleh Pemkab Jember, total ada 3 ruangan yang baru dan layak.

Menandai selesainya pembangunan gedung ruangan kelas baru tersebut, mereka menggelar syukuran yang dihadiri langsung Bupati Jember Hendy Siswanto dan Kepala Dispendik Sukowinarno, Jumat 23 September 2022.

Bupati Jember Hendy Siswanto datang dan disambut tarian manuk dadali para siswa-siswi. Bupati Hendy terlihat sumringah melihat kegembiraan puluhan siswa-siswi SDN Jamintoro 03.

“Alhamdulillah kali ini siswa-siswi sudah bisa belajar dengan layak, setelah sebelumnya terpaksa belajar di tempat darurat,” ujar Bupati Hendy Siswanto.

Ia berpesan kepada para siswa untuk tidak pernah lelah dalam menuntut ilmu, karena ilmu adalah bekal hidup yang sangat penting.

Sementara itu Kepala SDN Jamintoro 03, Mohammad Eksan menghaturkan terima kasih kepada Bupati Jember.

Ia menyampaikan, mimpi 27 siswa-siswi untuk memiliki ruang kelas yang layak akhirnya terjawab di masa pemerintahan Bupati Jember Hendy Siswanto dan Wakil Bupati Jember MB. Firjaun Barlaman.

“Alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih kepada bapak Bupati Jember Hendy Siswanto, sekolah ini sudah dibangun lagi, setelah sebelumnya siswa-siswi kami belajar dalam keadaan yang memprihatinkan selama 3 tahun sebelumnya, di emperan rumah warga, musala, bahkan bekas kandang bebek,” kata Eksan.

Eksan menyampaikan ada total 27 siswa di sekolah ini. Dengan tiga ruangan baru ini, Eksan memutuskan untuk menggabungkan 2 kelas dalam satu ruangan.

“Kami sangat bersyukur, kini siswa-siswi kami tidak perlu keliling lagi saat hujan, bahkan tidak perlu jongkok lagi seperti waktu belajar di tempat darurat,” pungkasnya. (ipf)

Related Articles

Back to top button