Peringati Harganas 2026, Pelayanan KB Mantap di Jember Tembus 258 Akseptor dalam Sehari

JEMBER, 14 Juni 2026 – Antusiasme masyarakat Kabupaten Jember dalam mengikuti pelayanan Keluarga Berencana (KB) gratis tercatat sangat tinggi pada pelaksanaan Bakti Sosial Pelayanan KB Metode Operasi Wanita (MOW) dan Metode Operasi Pria (MOP). Kegiatan massal yang digelar di RSD dr. Soebandi pada Sabtu, 13 Juni 2026 ini berhasil melayani sebanyak 258 akseptor dalam sehari. Sinergi kuat antara Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kabupaten Jember, BKKBN Provinsi Jawa Timur, RSD dr. Soebandi, serta unsur TNI menjadi kunci utama kesuksesan program kontrasepsi jangka panjang ini.
Pelaksanaan bakti sosial ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026. Program tersebut merupakan bentuk komitmen nyata pemerintah dalam meningkatkan cakupan pelayanan keluarga berencana, khususnya kontrasepsi mantap bagi pasangan usia subur yang telah memenuhi syarat medis serta administratif. Melalui langkah konkret ini, pemerintah berharap dapat mendukung terwujudnya keluarga yang terencana, sehat, mandiri, dan berkualitas di wilayah Kabupaten Jember.
Tingginya Partisipasi Masyarakat dan Keterlibatan Kaum Pria
Berdasarkan data hasil pelayanan akhir, dari total 258 akseptor yang mendapatkan layanan KB mantap, mayoritas merupakan peserta MOW yaitu sebanyak 233 akseptor. Sementara itu, sebanyak 25 akseptor lainnya merupakan peserta MOP. Keterlibatan kaum pria dalam program MOP ini menjadi capaian membanggakan yang menunjukkan meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya partisipasi aktif dalam program KB.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., memberikan apresiasi tinggi terhadap capaian dan tingginya minat warga Jember dalam menyukseskan program ini. “Kami mengucapkan banyak terima kasih karena antusias warga Jember luar biasa hari ini untuk mengikuti pelayanan KB. Yang membanggakan, peserta yang mengikuti pelayanan tidak hanya perempuan, tetapi juga ada bapak-bapak yang hadir dan berpartisipasi dalam program MOP,” ujarnya.
Sebagai bentuk perhatian dan dukungan pemerintah, seluruh akseptor yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian tindakan medis tidak hanya mendapatkan pelayanan secara cuma-cuma. Para peserta juga memperoleh fasilitas penunjang pasca-tindakan yang meliputi pemberian obat-obatan, pemberian souvenir menarik, serta penyediaan bantuan transportasi untuk kembali ke tempat asal.
Tahapan Skrining Ketat untuk Memastikan Keselamatan Medis
Sebelum tindakan operasi dilakukan pada hari pelaksanaan, seluruh calon akseptor wajib melewati proses pemeriksaan fisik yang ketat. Tahapan skrining kesehatan tersebut dilaksanakan selama dua hari berturut-turut pada tanggal 10 hingga 11 Juni 2026 di RSD dr. Soebandi. Proses ini sangat krusial guna menguji kesiapan fisik dan memastikan seluruh peserta benar-benar memenuhi kriteria medis sebelum memasuki ruang operasi.
Staf Dinkes PPKB Kabupaten Jember yang terlibat langsung dalam kepanitiaan bakti sosial, Hidayati Agustiani, S.KM, menjelaskan bahwa total calon akseptor yang hadir mengikuti tahapan pemeriksaan awal mencapai 239 orang, mendekati target yang ditetapkan sebanyak 250 peserta. “Pada hari pertama terdapat 111 calon akseptor yang mengikuti pemeriksaan. Kemudian pada hari kedua sebanyak 128 calon akseptor menjalani skrining, sehingga total peserta yang telah diperiksa mencapai 239 orang. Dari target 250 peserta, terdapat 11 calon akseptor yang tidak hadir,” kata Hidayati.
Dari data pemetaan yang dihimpun oleh pihak panitia, sebaran peserta terbanyak berasal dari tiga wilayah, yaitu Kecamatan Silo, Kecamatan Kaliwates, dan Kecamatan Panti. Selain mendapatkan pemeriksaan klinis, para calon akseptor juga dibekali dengan sesi konsultasi serta edukasi agar memahami secara utuh mengenai manfaat kesehatan, tahapan operasi, hingga persiapan mandiri yang wajib dipenuhi.
Kolaborasi Sumber Daya Kesehatan, Manajemen, dan TNI
Kelancaran agenda berskala besar ini bertumpu pada kolaborasi lintas sektor yang solid. Tindakan operasi medis ditangani langsung oleh tim medis profesional dari BKKBN Provinsi Jawa Timur. Dukungan penuh juga diberikan dengan hadirnya Kepala Dinkes PPKB Kabupaten Jember, Muhammad Zamroni, S.H., M.Si., bersama jajaran TNI yang dikoordinasikan oleh KAPTEN INF Catur Purnomo Hadi selaku Pasiter Kodim 0824/Jember.
RSD dr. Soebandi, yang ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan utama, memastikan kesiapan total dari aspek operasional mulai dari tenaga SDM hingga layanan pemulihan pasca tindakan. Direktur RSD dr. Soebandi, dr. I Nyoman Semita, Sp.OT, Spine (K), menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan kekuatan internal secara maksimal. “RSD dr. Soebandi memberikan dukungan fasilitas, SDM, serta sarana dan prasarana dalam rangka bakti sosial yang dilaksanakan hari ini. Kami mengerahkan 125 tenaga fungsional dan 25 tenaga manajemen. Selain itu, kami juga menyiapkan kamar operasi dan layanan penanganan pasca operasi untuk menjaga proses pemulihan peserta. Keamanan, kenyamanan, dan keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa keberhasilan pelayanan KB mantap ini diharapkan mampu memberikan dampak positif, khususnya dalam upaya menekan angka kematian ibu (AKI), menurunkan angka kematian bayi (AKB), serta mendukung percepatan penurunan stunting di Kabupaten Jember.
Kisah Inspiratif dari Ruang Tunggu Operasi
Di balik pencapaian kuantitatif tersebut, pelaksanaan bakti sosial memperingati Harganas 2026 ini juga menyimpan cerita inspiratif. Salah satunya datang dari Wina, warga berusia hampir 42 tahun asal Kecamatan Tanggul yang secara sukarela mendaftarkan diri sebagai akseptor MOW.
Memiliki tiga orang anak dan pertimbangan faktor usia menjadi motivasi utamanya untuk memantapkan diri memilih jalur sterilisasi medis demi masa depan keluarga. Meskipun ia sempat merasakan ketegangan psikologis saat berada di lokasi penanganan melihat peserta lain yang keluar dari ruang operasi, keyakinannya tidak berubah.
“Perasaan saya ketika akan dilakukan tindakan tegang ya, karena melihat yang lain keluar dari ruang operasi jadi ikut gelisah. Tapi saya tetap siap dan mantap seratus persen untuk mengikuti MOW. Alasan saya mantap ikut MOW karena anak saya sudah tiga dan usia saya juga sudah mau 42 tahun,” aku Wina.
Upaya Berkelanjutan Membangun Keluarga Berkualitas
Melalui kesuksesan penyelenggaraan kegiatan Bakti Sosial KB MOW dan MOP, Pemerintah Kabupaten Jember menaruh harapan besar terhadap kelangsungan program pembangunan keluarga. Sinergi yang terjalin erat antara jajaran pemerintah daerah, lembaga vertikal BKKBN, fasilitas layanan kesehatan rujukan, hingga unsur komando teritorial TNI diharapkan dapat terus berkontribusi.
Dengan semakin tingginya kesadaran pasangan usia subur dalam memanfaatkan metode kontrasepsi jangka panjang, kualitas kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Jember diharapkan terus meningkat. Langkah integratif ini menjadi dorongan utama untuk mewujudkan keluarga yang terencana, sehat, sejahtera, dan berkualitas.



