Pemkab Jember Gencarkan Pemberdayaan UMKM Melalui Sosialisasi Pelatihan dan Pengembangan UMKM di Gumukmas dan Sumbersari

Jember, 25 November 2025 – Dua kecamatan di Kabupaten Jember, yaitu Gumukmas dan Sumbersari, secara bersamaan menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pada Senin, 24 November 2025. Melalui kegiatan pelatihan keterampilan praktis dan sosialisasi program pemberdayaan, pemerintah kecamatan berupaya meningkatkan kapasitas pelaku UMKM, memperluas akses pasar, serta memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di tingkat lokal.
Kegiatan ini mencerminkan strategi terpadu Pemerintah Kabupaten Jember untuk menjadikan UMKM sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di tengah tantangan persaingan pasar yang semakin ketat dan transformasi digital.
Pelatihan Pembuatan Kue di Gumukmas, Bekali Ibu Rumah Tangga dan Pemula UMKM
Di Kecamatan Gumukmas, pelatihan bertajuk “Pelatihan Pembuatan Kue dalam Rangka Peningkatan Kapasitas Bagi Warga Kurang Mampu” digelar di Pendopo Praja Mukti mulai pukul 09.00 WIB. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, ST., M.Si., ini diikuti sekitar 16 peserta yang didominasi ibu-ibu rumah tangga dan remaja putri dari berbagai desa di wilayah setempat.
Peserta mendapatkan pembekalan langsung dari Mbak Wiwid, pemilik Wida Catering Desa Bagorejo. Materi mencakup teknik pembuatan kue populer seperti bolu kering, nastar, dan risol, disertai pengetahuan pengemasan menarik, perhitungan modal usaha, strategi pemasaran, hingga pentingnya sertifikasi Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT).
“Kami ingin Gumukmas tidak hanya dikenal sebagai lumbung pangan, tetapi juga sebagai sentra UMKM kue dan makanan ringan yang produknya mampu menembus pasar lebih luas,” ujar Camat Dannie saat meninjau hasil kreasi peserta.
Camat berharap keterampilan baru ini menjadi sumber penghasilan tambahan atau bahkan usaha utama yang dapat membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat Gumukmas.
Sosialisasi Intensif di Sumbersari, Perkuat Akses Permodalan dan Pemasaran Digital
Di tempat terpisah, Kecamatan Sumbersari menggelar Sosialisasi Pengembangan UMKM Tahun 2025 di Aula IWAPI RTH Sukorejo dan Gedung IWAPI Kabupaten Jember. Kegiatan ini dihadiri puluhan pelaku UMKM dari empat kelurahan, yaitu Karangrejo, Kranjingan, Wirolegi, dan Antirogo.
Narasumber dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Jember menyampaikan materi strategis, meliputi akses permodalan, penyederhanaan perizinan, peningkatan kualitas produk, manajemen keuangan, serta optimalisasi platform digital untuk pemasaran. Sesi diskusi interaktif memungkinkan pelaku usaha menyampaikan kendala riil yang dihadapi sehari-hari.
Sekretaris Camat Sumbersari yang mewakili Plt Camat menegaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. “Kami terus mendorong peningkatan kualitas, daya saing, dan kemampuan adaptasi pelaku UMKM terhadap perkembangan zaman,” ungkapnya.
Kehadiran sekretaris kelurahan dari keempat wilayah serta antusiasme peserta menunjukkan dukungan lintas level pemerintahan terhadap penguatan UMKM di Sumbersari.
Sinergi Daerah Wujudkan UMKM Jember yang Berdaya Saing dan Inklusif
Kedua kegiatan di Gumukmas dan Sumbersari yang berlangsung pada hari yang sama memperlihatkan pola pendekatan ganda yang saling melengkapi: pelatihan keterampilan teknis bagi pemula dan warga kurang mampu di satu sisi, serta penguatan strategi bisnis dan akses kebijakan bagi pelaku UMKM yang sudah berjalan di sisi lain.
Langkah ini sejalan dengan visi Kabupaten Jember untuk menciptakan ekosistem UMKM yang inklusif, inovatif, dan berorientasi pasar. Dengan terus menggelar program serupa secara berkelanjutan, diharapkan semakin banyak pelaku usaha mikro dan kecil yang mampu meningkatkan skala usaha, menyerap tenaga kerja, serta berkontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Jember.
Pemerintah kecamatan berharap inisiatif ini menjadi katalisator bagi lahirnya lebih banyak wirausaha baru serta penguatan UMKM yang sudah ada, sehingga Jember dapat mempercepat tercapainya ekonomi kerakyatan yang tangguh dan berkelanjutan.



