Pasca-Lebaran, Harga Bapokting di Jember Turun dan Pasokan Stabil

JEMBER, 28 Maret 2026 – Harga bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Jember mulai menunjukkan tren penurunan pasca-perayaan Kupatan dan Idulfitri. Pemantauan Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Jember mencatat penurunan paling mencolok pada komoditas cabai rawit merah, sementara pasokan secara keseluruhan kembali stabil dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional berjalan normal.

Penurunan Harga Cabai Rawit

Pantauan lapangan pada Minggu, 29 Maret 2026, menunjukkan harga cabai rawit merah di pasar-pasar tradisional Jember kini berada di kisaran Rp60.000 per kilogram. Angka tersebut turun drastis dibandingkan puncak Lebaran yang sempat mencapai Rp70.000 per kilogram. Di Pasar Tanjung, penurunan serupa juga terpantau. Sebelum Lebaran, harga cabai rawit bahkan sempat melonjak hingga Rp120.000–Rp130.000 per kilogram akibat tingginya permintaan. Kini, harga mulai turun secara bertahap, meskipun belum sepenuhnya kembali ke level normal sebelum Ramadan.

Selain cabai rawit, beberapa komoditas lain seperti cabai merah besar, tomat, dan kacang kedelai impor juga menunjukkan stabilitas harga. Kondisi ini kontras dengan situasi jelang Lebaran, di mana pemantauan Diskopumdag mencatat kenaikan harga pada berbagai bapokting, termasuk daging sapi, daging ayam, bawang merah, bawang putih, cabai merah besar, dan cabai rawit merah. Kenaikan tersebut terjadi karena meningkatnya permintaan masyarakat menjelang hari raya, dengan cabai rawit mencatat lonjakan paling tinggi, antara Rp10.000 hingga Rp40.000 per kilogram tergantung pasar.

Pernyataan Pedagang: Permintaan Turun, Pasokan Lancar

Pedagang di pasar tradisional menyambut positif tren penurunan ini. Riyem, pedagang di salah satu pasar Jember, menyatakan bahwa penurunan harga dipicu oleh normalisasi pola konsumsi masyarakat. “Permintaan sudah tidak setinggi saat Lebaran, jadi harga perlahan turun. Pasokan dari daerah penghasil juga mulai lancar, sehingga ketersediaan barang di pasar lebih terjaga,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Pri, pedagang sayuran di Pasar Tanjung, pada pemantauan Jumat, 27 Maret 2026. Menurutnya, harga sudah mulai turun sedikit demi sedikit setelah sempat mencapai level tertinggi menjelang Lebaran. Aktivitas perdagangan di Pasar Tanjung pun kembali ramai, dengan jumlah pembeli yang meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Masyarakat mulai berbelanja untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga perputaran barang di pasar menjadi lebih lancar.

Diskopumdag Terus Pantau dan Koordinasikan Rantai Pasok

Diskopumdag Kabupaten Jember terus melakukan pemantauan ketat di berbagai pasar, termasuk Pasar Tanjung dan Pasar Mangli. Petugas melakukan dialog langsung dengan pedagang untuk memantau perkembangan harga dan ketersediaan stok. Penata Layanan Operasional Diskopumdag, Alfina Erika Agustin, S.M., menegaskan bahwa pemantauan dilakukan setiap hari di seluruh pasar titik pantau guna memudahkan pengendalian harga. Pemerintah daerah juga berkoordinasi dengan distributor, petani, dan pedagang untuk menjaga kelancaran rantai pasok.

Penurunan harga bapokting ini disambut baik oleh warga, mengingat beban pengeluaran rumah tangga yang biasanya membengkak selama periode hari raya. Pemerintah Kabupaten Jember mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam berbelanja dan menghindari pembelian berlebihan (panic buying) agar keseimbangan pasar tetap terjaga.

Dengan normalisasi siklus pasokan dan sinergi antara pedagang, distributor, serta pengawasan ketat dari Diskopumdag, stabilitas harga bapokting di Jember diharapkan terus berlanjut. Hal ini menjadi fondasi penting bagi pemulihan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi lokal pasca-momentum hari besar keagamaan.

Related Articles

Back to top button