Kolaborasi Yappika, YPSM dan Pemkab Jember Untuk Turunkan Stunting

JEMBER, Tiga instansi di antaranya Yayasan Penguatan Partisipasi dan Kemitraan Indonesia (Yappika), Yayasan Prakarsa Swadaya Masyarakat Jember (YPSM Jember) dan Pemkab Jember berkomitmen bersama untuk menurunkan angka stunting, Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi (AKI-AKB) di Kabupaten Jember.

Sinergi bersama itu diikat dalam Memory of Understanding yang ditandatangani oleh masing-masing pimpinan instansi tersebut di Pendopo Wahyawibawagraha, Rabu 28 September 2022.

“Saya bahagia sekali banyak pihak yang bersedia mengabdikan dirinya untuk membantu pemerintah menyelesaikan permasalahan yang ada, seperti stunting, AKI-AKB, pencegahan pernikahan dini,” ungkap Bupati Jember Hendy Siswanto.

Ia menyebutkan terdapat beberapa gerakan bersama yang disepakati dalam perjanjian kerjasama tersebut seperti edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat mengenai berbagai sektor masalah tersebut kepada masyarakat.

Dengan adanya edukasi secara massif dan berkelanjutan tersebut diharapkan masyarakat paham akan bahaya yang ditimbulkan.

“Sebagai awalan, ada 4 Kecamatan yaitu Sumbersari, Kaliwates, Silo dan Rambipuji menjadi target sasaran sosialisasi dan edukasinya, dengan melibatkan juga kades dan camat dalam pelaksanaannya, ” pungkasnya.

Untuk diketahui, berdasarkan hasil operasi timbang yang dilakukan Dinas Kesehatan Jember pada Februari 2022, dimana dari 173.043 sasaran, terdapat 12.754 balita yang mengalami stunting atau 7,37 persen.

Angka ini menurun dari tahun 2021 sejumlah 11,74 persen. Pemerintah Kabupaten Jember terus berupaya menurunkan angka stunting. (ipf)

Related Articles

Back to top button