Hyang Argopuro Festival IX: Merayakan Harmoni Budaya dan Mendorong Ekonomi Lokal Jember

Jember, 20 September 2025 – Hyang Argopuro Festival IX yang berlangsung pada 12–14 September 2025 di Desa Wisata Adat Arjasa, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur, sukses memukau pengunjung dengan perayaan budaya yang kaya makna. Mengusung tema “Mawar, Kenongo, Kanthil: Filosofi dalam Harmoni Budaya,” festival ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi, tetapi juga penggerak ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan seni, ritual adat, dan promosi produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Puncak acara ditandai dengan prosesi sakral Mendhak Tirta Manggala Hyang, yang mencerminkan kesinambungan antara warisan leluhur dan semangat masa depan.

Menggali Makna Filosofi Bunga

Tema festival tahun ini, “Mawar, Kenongo, Kanthil: Filosofi dalam Harmoni Budaya,” merefleksikan nilai-nilai cinta, kesucian, dan keabadian yang terkandung dalam simbolisme ketiga bunga tersebut. Nilai-nilai ini dihadirkan sebagai pedoman hidup yang relevan bagi masyarakat Jember, menegaskan bahwa budaya bukan sekadar warisan, melainkan panduan yang terus hidup dan mengakar. Beragam pertunjukan seni, lomba tari, permainan tradisional, bazar UMKM, dan festival kuliner khas Jember turut memeriahkan acara selama tiga hari, menciptakan ruang interaksi yang memperkuat kearifan lokal.

Ragam Kegiatan yang Memikat

Kegiatan festival dimulai pada hari pertama dengan lomba permainan tradisional dan lomba tari, yang diikuti antusias oleh masyarakat setempat. Hari kedua diisi dengan festival kuliner dan berbagai lomba lainnya, yang menampilkan kekayaan cita rasa khas Jember. Pada hari terakhir, 14 September 2025, acara mencapai puncaknya dengan prosesi sakral Mendhak Tirta Manggala Hyang. Ritual pengambilan air suci dari sumber mata air di lereng Pegunungan Argopuro ini, yang dipercaya membawa berkah, diiringi oleh pertunjukan seni, doa bersama, serta pagelaran budaya yang memadukan nuansa sakral dan keceriaan masyarakat.

Selain itu, festival ini juga menampilkan seni musik, teater rakyat, dan tari kolosal yang dikemas secara meriah, memberikan pengalaman budaya yang mendalam bagi pengunjung. Acara ini terbuka untuk umum dan diadakan di Lapangan Desa Arjasa, berdekatan dengan Kantor Desa Arjasa, menjadikannya salah satu agenda pariwisata unggulan Kabupaten Jember di tahun 2025.

Pelestarian Budaya dan Dampak Ekonomi

Hyang Argopuro Festival IX dianggap sebagai wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Jember dalam melestarikan kekayaan sejarah, budaya, dan kearifan lokal di kawasan Pegunungan Argopuro. Wilayah ini dikenal tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga sebagai penyimpan peninggalan sejarah dan tradisi yang menjadi jati diri masyarakat Jember. Festival ini menjadi momentum untuk memperkuat identitas budaya sekaligus meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap warisan leluhur.

Lebih dari sekadar perayaan, festival ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Kolaborasi antara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) menghasilkan efek pengganda ekonomi melalui promosi UMKM, kuliner, dan ekonomi kreatif. Bazar UMKM yang digelar selama festival menjadi wadah bagi pelaku usaha lokal untuk memasarkan produk mereka, memberikan manfaat nyata bagi perekonomian masyarakat.

Sinergi untuk Masa Depan

Bupati Jember, Muhammad Fawait, menegaskan bahwa Hyang Argopuro Festival IX merupakan bukti kekayaan tradisi dan kearifan lokal Jember. Festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga pengingat akan pentingnya pelestarian budaya. Ia juga menyoroti potensi sinergi dengan agenda pariwisata lain, seperti Jember Fashion Carnaval (JFC), untuk menjadikan Jember sebagai pusat perhatian nasional melalui event-event budaya berkelas dunia. Rencana untuk menggelar lebih banyak acara besar pada 2026 pun disampaikan sebagai langkah strategis untuk memperkuat posisi Jember di kancah pariwisata.

Hyang Argopuro Festival IX telah sukses meneguhkan Jember sebagai daerah yang kaya akan budaya dan tradisi. Dengan mengusung filosofi harmoni budaya, festival ini tidak hanya mempererat hubungan masyarakat dengan warisan leluhur, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian lokal. Keberhasilan acara ini menjadi landasan bagi penyelenggaraan agenda budaya yang lebih besar di masa depan, sekaligus memperkuat identitas Jember sebagai destinasi wisata budaya yang unggul.

Related Articles

Back to top button