Genangan Banjir di Sumbersari Jember Dipicu Saluran Tersumbat, BPBD Lakukan Survei Mitigasi Wilayah Rawan

Jember, 23 Februari 2026 – Kabupaten Jember kembali menghadapi masalah genangan banjir akibat hujan deras di wilayah Kecamatan Sumbersari. Kejadian terbaru terjadi pada Minggu, 8 Februari 2026, di Kelurahan Wirolegi, sementara upaya pencegahan jangka panjang terus digalakkan melalui survei identifikasi wilayah rawan banjir oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember. Kedua peristiwa tersebut menegaskan bahwa penyumbatan dan ketidakmampuan kapasitas saluran drainase menjadi faktor utama penyebab banjir genangan di kawasan perkotaan tersebut.
Banjir Rendam Rumah Warga di Wirolegi
Hujan deras yang mengguyur sejak pukul 15.00 WIB pada Minggu, 8 Februari 2026, memicu banjir genangan di Jalan KH Yasin, Lingkungan Sumberejo RT 003 RW 016, Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari. Banjir mulai terlihat sekitar pukul 18.00 WIB setelah saluran irigasi di sekitar permukiman mengalami penyumbatan pada pukul 15.30 WIB. Akibatnya, air meluap dan merendam rumah milik Mashudi (56 tahun) beserta lima anggota keluarganya. Ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 5 sentimeter, sementara di halaman rumah genangan mencapai 20 sentimeter. Perabot rumah tangga dan lantai rumah menjadi basah, meskipun tidak dilaporkan adanya korban jiwa atau luka-luka.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama Lurah Wirolegi dan unsur Desa Tangguh Bencana (Destana) segera melakukan peninjauan lokasi mulai pukul 16.00 WIB. Setelah asesmen, pendataan dampak, dan dokumentasi, tim memastikan situasi aman dan kembali ke markas pada pukul 18.00 WIB. Air di rumah dan halaman warga dilaporkan telah surut sepenuhnya pada pukul 17.00 WIB, sehingga warga dapat membersihkan secara mandiri. Kondisi lokasi kini terpantau aman dan aktivitas masyarakat berangsur normal.
Survei Identifikasi Titik Rawan Banjir di Sumbersari
Untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa mendatang, BPBD Kabupaten Jember melaksanakan survei awal identifikasi wilayah rawan banjir di Kecamatan Sumbersari pada Rabu–Kamis, 18–19 Februari 2026. Survei menyasar beberapa titik yang sering mengalami genangan, yaitu Jalan Kaliurang–Jalan Mastrip serta Jalan Jawa.
Di Jalan Kaliurang, khususnya RW 015 sekitar Universitas Terbuka, ditemukan penyempitan gorong-gorong crossing jalan dari ukuran semula 2 meter x 0,8 meter menjadi 1,2 meter x 0,4 meter. Penumpukan sampah dan pengeblokan drainase menggunakan karung pasir turut memperburuk kapasitas aliran. Di Jalan Mastrip, sedimentasi pada gorong-gorong mencapai lebih dari 60 persen, ditambah penumpukan sampah dan kemiringan saluran yang tidak sesuai arah aliran menuju Sungai Antirogo. Sementara di Jalan Jawa, ketidakseimbangan kapasitas terlihat jelas antara outlet saluran pintu selatan Universitas Jember (2,5 meter x 1,1 meter) dengan saluran drainase di jalan yang hanya 0,9 meter x 0,8 meter.
Rekomendasi Mitigasi dan Pencegahan Jangka Panjang
Berdasarkan temuan survei, BPBD merekomendasikan evaluasi kapasitas sistem drainase terhadap debit puncak, pembangunan bak kontrol untuk memudahkan pemeliharaan, serta normalisasi drainase guna mengurangi sedimentasi dan memastikan kelancaran aliran. Pada kasus banjir di Wirolegi, BPBD juga menyarankan kerja bakti pembersihan saluran irigasi yang tersumbat sebagai langkah pencegahan langsung.
Pemerintah daerah melalui BPBD mengimbau masyarakat dan pihak kelurahan untuk secara rutin menjaga kebersihan saluran air serta lingkungan sekitar. Upaya kolektif ini diharapkan dapat meminimalkan risiko genangan banjir, terutama pada musim hujan dengan intensitas tinggi, sehingga kenyamanan dan keselamatan warga di Kecamatan Sumbersari dapat lebih terjaga. Koordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan bencana di wilayah rawan tersebut.



