Gandeng UGM, Pemkab Jember Matangkan Integrasi E-SAKIP Papuma untuk Wujudkan Birokrasi Berdampak Nyata

JEMBER, 8 September 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus mempercepat langkah reformasi birokrasi guna mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berorientasi pada hasil. Komitmen ini diwujudkan melalui pelaksanaan Asistensi Tindak Lanjut Hasil Evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) dan Pengembangan E-SAKIP Papuma yang digelar secara intensif pada 7 hingga 8 September 2026 di Lobi Bupati Jember.
Bekerja sama dengan tenaga ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM), agenda ini difokuskan untuk memastikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak hanya menggugurkan kewajiban pelaporan administratif, melainkan mampu merancang, mengeksekusi, dan mempertanggungjawabkan program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Pergeseran Paradigma Kinerja
Kegiatan pendampingan ini diinisiasi melalui sinergi antara Inspektorat, Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida), serta Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Jember. Asistensi ini dipimpin oleh Penny Artha Medya, S.E., Ak., yang menjabat sebagai Plt. Inspektur sekaligus Kepala Bagian Organisasi Setda Jember, dengan menghadirkan pakar ekonomi dan pembangunan wilayah dari UGM, Prof. Mudrajad Kuncoro, Ph.D.
Dalam arahannya, Penny Artha Medya menekankan bahwa penerapan SAKIP menuntut keseriusan seluruh perangkat daerah untuk mengaitkan dokumen perencanaan, indikator pelaksanaan, hingga pelaporan kinerja. Hal ini didukung oleh perspektif akademis dari Prof. Mudrajad Kuncoro yang memandu puluhan perwakilan OPD—termasuk di antaranya BKPSDM, Bakesbangpol, BPBD, Dinas PUPR, hingga jajaran Rumah Sakit Daerah—untuk membangun budaya kerja yang berfokus pada hasil ukur, bukan sekadar penyelesaian kegiatan.
Pentingnya perumusan indikator yang tajam juga disoroti oleh Perencana Ahli Pertama Bagian Tata Pemerintahan, Siti Rofika, S.M. Indikator kinerja yang disusun secara tepat dan terukur dinilai krusial sebagai jembatan antara perencanaan pembangunan daerah dan eksekusi program di lapangan agar berjalan efektif dan efisien.
Optimalisasi Tata Kelola Digital melalui E-SAKIP Papuma
Selain pendalaman aspek perencanaan, fokus utama asistensi ini adalah pematangan integrasi aplikasi e-SAKIP Jember Papuma. Perangkat daerah diarahkan untuk memverifikasi ulang Laporan Hasil Evaluasi (LHE) SAKIP dan memastikan seluruh data pendukung telah diinput secara presisi ke dalam sistem.
Terkait hal ini, Perwakilan Inspektorat Kabupaten Jember, Ria Puspitasari Setiadi, S.E., Ak., menyampaikan bahwa proses tindak lanjut evaluasi harus terukur dan dilandasi oleh bukti dokumen yang memadai di dalam aplikasi Papuma. Digitalisasi ini diharapkan mampu mempermudah proses pemantauan capaian program secara sistematis.
Sementara itu, Sekretaris Bapperida Kabupaten Jember, Leon Lazuardy, S.T., menegaskan bahwa pengawalan asistensi secara berkala ini bertujuan untuk menjaga konsistensi perbaikan. Penajaman Indikator Kinerja Utama (IKU) dan validasi data pada e-SAKIP Papuma diharapkan terus berkesinambungan tanpa terhenti di tengah jalan.
Akuntabilitas Penanaman Modal Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Dampak positif dari penguatan SAKIP ini salah satunya telah dibuktikan oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Jember. Dalam evaluasi e-SAKIP, instansi ini berhasil mencatatkan prestasi gemilang dengan meraih predikat A (nilai 80,20).
Kualitas akuntabilitas tersebut berbanding lurus dengan kinerja pelayanan publik dan investasi. Penata Perizinan Ahli Muda DPMPTSP Kabupaten Jember, Dimitri Krisdhanara, memaparkan bahwa realisasi investasi Jember hingga Triwulan II telah menyentuh angka 45,38 persen, atau sekitar Rp844 miliar dari total target tahunan sebesar Rp1,8 triliun.
Untuk mengejar sisa target pada Triwulan III dan IV, DPMPTSP menempuh langkah strategis melalui pendampingan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Melalui pendampingan ini, petugas terjun langsung membantu pelaku usaha agar pelaporan dan realisasi investasi di lapangan dapat berjalan lancar, yang hasil perbandingannya dengan tahun lalu akan dievaluasi secara komprehensif pada akhir Triwulan IV.
Ke depan, melalui kolaborasi yang solid, pemanfaatan sistem e-SAKIP Papuma, dan pendampingan berkelanjutan dari UGM, Pemkab Jember optimistis dapat meraih nilai akuntabilitas kinerja yang lebih baik di tingkat nasional. Lebih dari itu, transformasi birokrasi ini dipastikan akan bermuara pada satu tujuan utama: menghadirkan pelayanan publik yang prima dan kebijakan pembangunan yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Jember.



