Dorong Modernisasi Pertanian, DTPHP Pemkab Jember Salurkan Bantuan Alsintan dan Bekali Belasan Kelompok Tani
8
JEMBER, 18 Juni 2026 – Dalam upaya mempercepat modernisasi sektor pertanian dan mewujudkan swasembada pangan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) secara resmi mendistribusikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2026. Penyerahan fasilitas kepada 17 Kelompok Tani (Poktan) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) ini dilaksanakan secara terpadu dengan sesi pengarahan di Aula DTPHP Kabupaten Jember, Rabu (17/6/2026).
Kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penyaluran sarana prasarana fisik, tetapi juga dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi para petani. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh penerima bantuan memahami mekanisme tata kelola pemerintah sekaligus mampu mengoperasikan dan merawat alsintan secara tepat guna, berkesinambungan, dan bertanggung jawab.
Pembekalan Teknis dan Verifikasi Administrasi
Agenda penyerahan bantuan dipimpin langsung oleh Kepala Bidang Prasarana, Sarana, dan Penyuluhan Pertanian DTPHP Kabupaten Jember, Moch. Kosim, S.TP., M.P., yang didampingi oleh Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Ahli Muda, Misnari, S.P. Tercatat sebanyak 17 Poktan dan Gapoktan penerima bantuan hadir bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) masing-masing. Kelompok-kelompok tani tersebut merupakan representasi dari 11 kecamatan di Kabupaten Jember, meliputi Kecamatan Bangsalsari, Jenggawah, Jombang, Wuluhan, Sumberbaru, Balung, Kencong, Puger, Ajung, Panti, dan Semboro.
Sebelum aset diserahkan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti tahapan verifikasi dokumen administrasi dan pembekalan. Peserta mendapatkan arahan komprehensif mengenai tata kelola kelompok, kelengkapan syarat pengajuan, fungsi teknis alat, hingga tanggung jawab moral sebagai penerima bantuan.
Moch. Kosim menegaskan bahwa integrasi teknologi dan mekanisasi merupakan faktor krusial untuk memperkuat daya saing sektor pertanian. Menurutnya, alsintan bukan sekadar fasilitas pasif, melainkan instrumen esensial untuk memangkas biaya produksi dan menggenjot hasil panen. “Bantuan alsintan ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mendukung produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani,” tegas Moch. Kosim dalam arahannya kepada para peserta. Menyambung hal tersebut, Misnari menambahkan bahwa pembinaan ini merupakan wujud komitmen pemerintah yang tidak hanya berfokus pada distribusi, tetapi juga memastikan alat tersebut difungsikan secara optimal untuk kemajuan kelompok tani itu sendiri.
Apresiasi Petani atas Pendampingan Berkelanjutan
Langkah edukatif yang diinisiasi oleh DTPHP Kabupaten Jember mendapat respons positif dan apresiasi tinggi dari para petani. Sesi pengarahan dinilai berhasil mengurai kebingungan administratif yang selama ini sering menjadi kendala bagi petani dalam mengakses program bantuan pemerintah.
Munir, salah satu perwakilan petani penerima bantuan, mengungkapkan rasa syukur atas bimbingan yang diberikan. Ia menyebutkan bahwa arahan yang sistematis membuat kelompoknya semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha tani.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah, khususnya DTPHP Kabupaten Jember, karena selama proses ini kami diberikan arahan dengan sangat sabar dan jelas. Kami jadi lebih memahami alur pengajuan bantuan, syarat yang harus dipenuhi, hingga bagaimana memanfaatkan bantuan ini untuk kepentingan kelompok tani,” ujar Munir.
Ia menambahkan, kehadiran pemerintah di tengah-tengah kelompok tani memberikan suntikan moral yang besar. “Kami merasa diperhatikan. Tidak hanya diberi bantuan, tetapi juga dibimbing agar bantuan ini benar-benar bermanfaat. Harapan kami tentu hasil pertanian semakin meningkat dan bisa mendukung program swasembada pangan yang sedang didorong pemerintah,” katanya menambahkan.



