DKPPP Kabupaten Jember Gencarkan Vaksinasi PMK dan Layanan Kesehatan Ternak Terpadu di Berbagai Kecamatan

JEMBER, 16 April 2026 – Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember terus mengintensifkan upaya pencegahan dan pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) melalui program vaksinasi massal serta pelayanan kesehatan ternak terpadu. Dalam rentang beberapa hari pada pertengahan April 2026, ribuan ekor ternak di berbagai kecamatan telah memperoleh vaksin PMK beserta suplemen dan obat pencegahan lainnya, sebagai komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesehatan hewan, meningkatkan produktivitas peternak, serta mendukung ketahanan pangan regional.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara terjadwal dan melibatkan tim Puskeswan dari masing-masing kecamatan, bekerja sama dengan penyuluh pertanian lapangan. Selain vaksinasi, petugas juga memberikan vitamin, obat cacing, premix, serta mineral untuk memperkuat daya tahan tubuh ternak. Program ini sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada peternak mengenai pentingnya menjaga kebersihan kandang, pemberian pakan berkualitas, dan deteksi dini gejala penyakit.
Vaksinasi dan Pemberian Suplemen di Mayang, Wuluhan, serta Rowosari
Pada Selasa, 14 April 2026, Tim Puskeswan Mayang melaksanakan vaksinasi PMK di Dusun Lekong, Desa Mrawan, Kecamatan Mayang. Sebanyak 53 ekor sapi berhasil divaksin, disertai distribusi 30 bolus vitamin B-Complex dan 32 bolus obat cacing. Kegiatan serupa dilakukan di Desa Kesilir, Kecamatan Wuluhan, dengan melibatkan Petugas Puskeswan Ambulu dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sebanyak 54 ekor sapi mendapatkan vaksin PMK, premix, serta obat cacing.
Sementara itu, pada Kamis, 9 April 2026, Tim Puskeswan Sukowono melaksanakan vaksinasi dan sosialisasi kesehatan ternak secara door to door di Desa Rowosari, Kecamatan Sumberjambe. Sebanyak 53 ekor sapi memperoleh vaksin PMK, vitamin injeksi dan bolus, mineral cattle-mix, serta obat cacing. Kepala Puskeswan Sukowono, drh. Lian Candra Kumala Ratri, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen pelayanan kesehatan hewan secara langsung kepada masyarakat.
Perlindungan Ternak di Lampeji, Jenggawah, dan Kencong
Di Kecamatan Mumbulsari, Tim Puskeswan Jenggawah melaksanakan vaksinasi PMK pada Senin, 13 April 2026, di Desa Lampeji, kawasan Curah Laos. Sebanyak 71 ekor sapi berhasil divaksin. Dokter hewan pelaksana, drh. Fahmi Galuh Nurrohman, menegaskan bahwa vaksinasi merupakan langkah strategis untuk menekan potensi penyebaran PMK dan melindungi produktivitas ternak masyarakat.
Pada Sabtu, 11 April 2026, kegiatan vaksinasi juga berlangsung di Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, dengan 56 ekor sapi yang divaksin. Salah seorang peternak setempat, Suyono (45), mengungkapkan rasa terima kasihnya karena merasa lebih tenang setelah ternaknya mendapat perlindungan.
Di Kecamatan Kencong, fokus vaksinasi tertuju pada domba. Pada Sabtu, 11 April 2026, Petugas Puskeswan Kencong berhasil memvaksin 427 ekor domba di Desa Kraton. Kepala Puskeswan Kencong, drh. Asthalia, menyampaikan bahwa vaksinasi PMK merupakan langkah strategis untuk melindungi ternak milik masyarakat dan menjaga stabilitas sektor peternakan.
Seluruh kegiatan vaksinasi tersebut disambut antusias oleh para peternak yang merasa terbantu dengan pelayanan langsung dari pemerintah. drh. Mash Ariel Huda dari Tim Puskeswan Mayang dan drh. Rencong Dwi Putra dari Puskeswan Ambulu menekankan bahwa program ini bukan hanya sekadar vaksinasi, melainkan bentuk komitmen pemerintah dalam meningkatkan imunitas ternak, mendukung produktivitas peternak, serta meminimalisir risiko penyebaran penyakit.
DKPPP Kabupaten Jember menyatakan akan terus melakukan monitoring dan pelayanan kesehatan hewan secara berkala di seluruh wilayah. Dengan sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat peternak, diharapkan sektor peternakan di Kabupaten Jember tetap sehat, produktif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan daerah.



