Disnaker Jember Gulirkan Program ‘Lentera Cinta’, Perkuat Ketahanan Keluarga dan Pola Asuh Anak Pekerja Migran

JEMBER, 8 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) mengambil langkah nyata dalam memperkuat ketahanan keluarga Pekerja Migran Indonesia (PMI). Langkah strategis ini diwujudkan melalui peluncuran program inovatif bernama “Lentera Cinta” yang diselenggarakan secara maraton di beberapa desa kantong migran di Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, pada Senin (06/07/2026) dan Selasa (07/07/2026).
Mengusung tema “Strategi Pengasuhan dalam Keluarga Migran untuk Mewujudkan Keluarga Kuat dan Anak Hebat”, program ini hadir sebagai respons pemerintah daerah terhadap tantangan psikologis, emosional, sosial, dan pola asuh yang kerap dihadapi anak-anak PMI ketika ditinggal orang tuanya bekerja ke luar negeri. Melalui edukasi parenting yang intensif, program ini berupaya membangun ekosistem pendukung yang solid agar anak-anak tetap mendapatkan kasih sayang dan tumbuh kembang secara optimal meski terpisah jarak fisik dengan orang tua.
Sinergi Lintas Sektor dalam Menjaga Tumbuh Kembang Anak
Pelaksanaan hari pertama program “Lentera Cinta” digelar di Balai Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, pada Senin (06/07/2026) mulai pukul 09.00 WIB dengan diikuti sekitar 30 keluarga pekerja migran. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Disnaker Jember Drs. Hadi Mulyono, M.Si., Camat Wuluhan Hanifah, S.Pt., M.Si., Kepala Desa Glundengan Upadi, serta Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Jember Widyani Aviani, S.E., M.M. (Ny. Arief Widianie A.).
Kepala Disnaker Kabupaten Jember, Drs. Hadi Mulyono, M.Si., menegaskan bahwa perlindungan terhadap PMI wajib menyentuh dimensi krusial seperti ketahanan keluarga, bukan sebatas aspek administratif ketenagakerjaan semata.
“Ketika orang tua harus berjuang di negeri orang, anak-anak mereka di rumah membutuhkan fondasi pengasuhan yang kuat. Negara hadir melalui kegiatan ini untuk memastikan bahwa jarak tidak memutus ikatan kasih sayang dan tanggung jawab orang tua kepada anak-anaknya,” ujar Hadi Mulyono.
Sementara itu, Ketua Bidang I TP PKK Kabupaten Jember, Widyani Aviani, S.E., menjelaskan bahwa Lentera Cinta didesain sebagai layanan edukasi untuk memastikan keharmonisan keluarga tetap terjaga, terutama saat tanggung jawab pengasuhan dialihkan kepada ayah, kakek, nenek, atau anggota keluarga lainnya.
“Lentera Cinta hadir untuk menguatkan cinta dan kebersamaan dalam keluarga pekerja migran meskipun terpisah oleh jarak. Kami ingin memastikan setiap anak tetap tumbuh dalam pelukan kasih sayang, perhatian, dan pengasuhan yang baik,” jelas Widyani.
Pendekatan Interaktif dan Ruang Aman di Desa Dukuhdempok
Rangkaian program berlanjut pada Selasa (07/07/2026) di Balai Desa Dukuhdempok, Kecamatan Wuluhan. Di lokasi kedua ini, kegiatan dihadiri oleh 25 perwakilan keluarga PMI yang terdiri dari kakek, nenek, dan wali anak migran. Untuk memastikan materi terserap secara optimal, Disnaker dan TP PKK mengemas acara melalui metode diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) serta sesi tanya jawab interaktif.
Pendekatan partisipatif tersebut membuka ruang aman bagi para wali untuk saling berbagi pengalaman mengenai tantangan nyata mengasuh anak di era digital dengan keterbatasan kehadiran fisik orang tua. Forum ini turut melibatkan perwakilan Desa Peduli Buruh Migran (DESBUMI), yang bertindak sebagai garda terdepan pendampingan keluarga PMI di tingkat akar rumput.
Sekretaris Desa Dukuhdempok, M. Donna Putra (M.D. Putra), menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kehadiran program ini di wilayahnya. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Disnaker Jember dan TP PKK. Perhatian seperti ini sangat dibutuhkan untuk menguatkan mental dan pola asuh keluarga yang ditinggalkan di desa. Kami berharap program luar biasa ini bisa terus berlanjut,” tutur Putra.
Strategi Pola Asuh Positif dan Komunikasi Sehat
Dalam kedua sesi edukasi di Desa Glundengan maupun Desa Dukuhdempok, panitia menghadirkan pakar parenting Nuraini Kusuma Ningtyas, S.P., S.I., bersama Sofiah Alifah sebagai narasumber. Materi yang dipaparkan secara mendalam meliputi:
- Komunikasi Sehat: Pentingnya membangun dan menjaga kualitas komunikasi yang adaptif antara orang tua di luar negeri dan anak di rumah.
- Penguatan Peran Pengasuh Pendamping: Memberikan pembekalan bagi anggota keluarga (ayah, kakek, nenek) yang memegang mandat pengasuhan harian.
- Pemenuhan Kebutuhan Emosional: Memastikan aspek psikologis, sosial, dan mental anak tetap terjaga agar perkembangannya berjalan optimal.
- Pola Asuh Positif: Penerapan metode pengasuhan yang suportif demi mencetak generasi yang tangguh, mandiri, dan berprestasi.
Camat Wuluhan, Hanifah, S.Pt., M.Si., menilai program ini sangat relevan dengan kondisi geografis wilayah Kecamatan Wuluhan yang menjadi salah satu kantong pekerja migran di Jember. Menurutnya, keberhasilan PMI tidak hanya diukur dari peningkatan ekonomi, melainkan dari keberhasilan menjaga kualitas masa depan anak-anak yang ditinggalkan.
Komitmen Preventif dan Implementasi Visi Daerah
Selain memperkuat ketahanan keluarga dari sisi domestik, Disnaker Kabupaten Jember juga mengintegrasikan program ini dengan upaya preventif ketenagakerjaan. Kepala Disnaker Hadi Mulyono mengungkapkan, pemerintah daerah berkomitmen menekan angka keberangkatan PMI nonprosedural melalui peningkatan kompetensi sejak dini.
Saat ini, Disnaker tengah menyiapkan langkah kerja sama dengan sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk memberikan pelatihan bahasa serta pemahaman prosedur penempatan resmi kepada para siswa yang berminat berkarier di luar negeri. Program “Lentera Cinta” yang didukung penuh oleh Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc., ini merupakan bagian dari perwujudan visi dan misi Bupati Jember menuju “Jember Baru, Jember Maju” yang sejahtera melalui semangat cinta.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan di Kecamatan Wuluhan, jajaran Kepala Disnaker Jember, Ketua Bidang I TP PKK, dan Camat Wuluhan melakukan peninjauan langsung ke Sekretariat Pusat Pelayanan Terpadu Desa Peduli Buruh Migran (PPT DESBUMI) di Desa Dukuhdempok. Kunjungan ini menegaskan dukungan penuh pemerintah terhadap penguatan peran pelayanan informasi, perlindungan, dan pendampingan bagi PMI yang mandiri dan berkelanjutan dari tingkat desa. Ke depan, Pemkab Jember berkomitmen untuk mereplikasi model pemberdayaan berbasis komunitas “Lentera Cinta” ini ke berbagai desa kantong PMI lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Jember.



