Bupati Jember Muhammad Fawait Terima Penghargaan Ganda Mohamad Syafei Awards 2025, Bukti Komitmen Daerah terhadap Pendidikan Berkualitas

Jakarta, 14 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten Jember menorehkan prestasi gemilang di tingkat nasional dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Mohamad Syafei Awards 2025. Penghargaan ini diserahkan pada puncak acara Temu Pendidik Nusantara XII di Jakarta, pada Minggu (12/10/2025). Ajang tersebut menghormati kontribusi tokoh dan lembaga yang memajukan pendidikan Indonesia, terinspirasi dari Mohamad Syafei (1896–1969), pelopor pendidikan progresif asal Sumatera Barat yang mendirikan sekolah INS Kayutanam dengan penekanan pada kemandirian dan keberpihakan pada rakyat.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., menerima penghargaan kategori Pemimpin Daerah Peduli Pendidikan (disebut juga Kepala Daerah Inspiratif di Bidang Pendidikan dalam beberapa sumber). Prestasi ini mengakui komitmennya dalam memperkuat manajemen pendidikan di Jember. Selain itu, Pondok Pesantren Nurul Chotib (Al Qodiri IV) di Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, yang berada di bawah asuhan keluarga besar Gus Fawait, turut dianugerahi kategori Organisasi Pendidikan Berprestasi. Penghargaan kedua ini diterima oleh Ning Ghyta mewakili pengasuh pesantren.
Komitmen Anggaran dan Inovasi Pendidikan sebagai Fondasi Prestasi
Di bawah kepemimpinan Gus Fawait, sektor pendidikan Jember mengalami peningkatan signifikan. Untuk pertama kalinya, anggaran pendidikan memperoleh porsi terbesar sepanjang sejarah Pemerintah Kabupaten Jember. Alokasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas guru dan tenaga kependidikan, perbaikan fasilitas sekolah, serta pemerataan akses pendidikan bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk hingga ke pelosok desa.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Hadi Mulyono, menjelaskan bahwa pembangunan pendidikan di daerahnya memiliki tiga pilar utama: pemerataan akses dan sarana pendidikan, peningkatan kompetensi guru, serta digitalisasi dan inovasi sistem pembelajaran. Pendekatan ini selaras dengan semangat pendidikan berbasis karakter dan kemandirian yang digagas Mohamad Syafei, di mana pendidikan tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membentuk manusia unggul yang mandiri dan berakhlak mulia.
Tahun 2025 menjadi momentum bersejarah bagi Jember dengan program pembangunan infrastruktur pendidikan terbesar. Didukung efisiensi anggaran dan kolaborasi dengan pemerintah pusat, rencana renovasi mencakup sekitar 1.500 gedung sekolah yang rusak. Upaya ini bertujuan memastikan setiap anak Jember memiliki kesempatan belajar yang setara, meskipun masih dihadapkan pada berbagai tantangan seperti kondisi fasilitas yang memerlukan perbaikan berkelanjutan.
Penghargaan sebagai Persembahan untuk Guru dan Generasi Muda
Gus Fawait menekankan bahwa prestasi ini bukan milik pribadi, melainkan hasil kerja kolektif. Penghargaan yang diraihnya dipersembahkan untuk seluruh guru, tenaga pendidik, dan masyarakat Jember yang tak kenal lelah mencerdaskan generasi bangsa. Ia menyebut para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa yang menyalakan api belajar di seluruh penjuru daerah.
Lebih lanjut, Gus Fawait menyoroti peran pendidikan sebagai kunci utama dalam mengatasi persoalan sosial dan ekonomi, seperti pengentasan kemiskinan, pengurangan pengangguran, dan penyelesaian masalah sosial lainnya. Beliau berharap penghargaan ini menjadi motivasi bagi para pendidik untuk terus berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran.
Hadi Mulyono menambahkan bahwa prestasi ini dapat menjadi pemicu momentum bagi seluruh sekolah di Jember, menjadikannya bukan hanya ruang mengajar, tetapi juga wadah menumbuhkan karakter dan kemandirian siswa.
Prestasi ganda ini memperkuat posisi Jember sebagai daerah yang serius memajukan pendidikan, sejalan dengan visi nasional untuk menciptakan generasi yang kompetitif dan berdaya. Ke depan, Pemerintah Kabupaten Jember berjanji mempertahankan momentum ini melalui kebijakan yang berkelanjutan, demi masa depan bangsa yang lebih cerah.



