BPBD Kabupaten Jember Tangani Serangkaian Tanah Longsor Akibat Hujan Lebat, Beberapa Akses Jalan dan Infrastruktur Terdampak

Jember, 23 Februari 2026 – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember melaporkan terjadinya sejumlah peristiwa tanah longsor dan ambrolnya plengsengan di berbagai kecamatan selama pertengahan Februari 2026. Kejadian-kejadian ini dipicu oleh intensitas hujan lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Jumat malam hingga Sabtu pagi, menyebabkan tanah menjadi jenuh air dan labil sehingga rentan longsor.
Peristiwa tanah longsor tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Kaliwates, Patrang, Jelbuk, Rambipuji, Panti, dan Arjasa. Dampaknya meliputi kerusakan infrastruktur seperti plengsengan sungai, pagar sekolah, jembatan penghubung antardusun, serta bahu jalan desa yang mengancam akses transportasi warga. Hingga saat ini, kondisi di seluruh lokasi terdampak dilaporkan aman dan terkendali, meskipun potensi longsor susulan masih tetap ada apabila curah hujan tinggi kembali terjadi.
Kerusakan Infrastruktur di Beberapa Titik Rawan
Di Kecamatan Kaliwates, ambrolnya plengsengan sungai sepanjang sekitar 3 meter dengan tinggi 6 meter terjadi di Lingkungan Kaliwates Kidul, Kelurahan Kaliwates. Kejadian serupa juga menimpa pagar belakang SDN 01 Kaliwates yang tergerus aliran air. Sementara di Kecamatan Patrang, longsor mengakibatkan ambrolnya plengsengan rumah di Lingkungan Wetan Kantor, Kelurahan Jember Lor, serta tebing rumah di Jalan Branjangan, Lingkungan Mojan, Kelurahan Bintoro, yang berpotensi mengancam dua unit rumah warga.
Kecamatan Jelbuk mengalami ambrolnya jembatan penghubung antara Dusun Pakel dan Dusun Krajan Barat di Desa Sucopangepok, sehingga akses kendaraan roda empat terputus sementara. Kondisi jembatan tersebut dinilai masih rawan ambrol susulan. Di Kecamatan Rambipuji, plengsengan bantaran Sungai Dinoyo di wilayah Tempean, Desa Rambipuji, ambrol dengan lebar 3 meter dan tinggi 2 meter, berdekatan dengan permukiman penduduk. Sedangkan di Kecamatan Panti, Dusun Glengsengan, Desa Suci, satu rumah warga rusak ringan akibat longsor, dan jembatan penghubung antardesa juga ambrol sehingga mengganggu mobilitas masyarakat setempat.
Longsor di Dusun Gumitir Ancam Akses Utama Warga
Pada Sabtu, 14 Februari 2026, sekitar pukul 09.00 WIB, BPBD menerima laporan longsor di Dusun Gumitir, Desa Kamal, Kecamatan Arjasa. Longsoran tanah berdimensi panjang sekitar 15 meter dan tinggi 8 meter berada tepat di bahu jalan desa yang menjadi akses utama warga dusun tersebut. Kejadian ini dipicu oleh hujan lebat pada 4 Januari 2026 malam hari, yang menyebabkan struktur tanah kehilangan daya ikat akibat kejenuhan air.
Tim BPBD melakukan penanganan pada pukul 14.50 WIB hari yang sama, dengan berkoordinasi bersama Kepala Desa Kamal dan perangkat desa. Langkah pengamanan meliputi pemasangan terpal untuk mencegah erosi lanjutan serta police line guna membatasi aktivitas di area rawan. Akses jalan desa masih dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, meskipun pengguna jalan diimbau berhati-hati.
Upaya Penanganan dan Imbauan Kewaspadaan
BPBD Kabupaten Jember telah melakukan koordinasi lintas sektor serta assessment di seluruh lokasi terdampak. Beberapa rekomendasi yang disampaikan mencakup peningkatan kewaspadaan masyarakat terhadap cuaca ekstrem, pelaksanaan kerja bakti pembersihan longsor oleh pemerintah kelurahan/desa bersama warga setelah cuaca membaik, distribusi logistik serta pemasangan terpal darurat jika diperlukan, serta pertimbangan pemasangan bronjong sebagai solusi penguatan struktur tanah jangka menengah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat hujan intensitas tinggi kembali turun, serta segera melaporkan tanda-tanda bahaya kepada pihak berwenang. Kejadian ini sejalan dengan rilis kewaspadaan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10–20 Februari 2026 di wilayah Jawa Timur.
Dengan respons cepat dari BPBD dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan risiko bencana dapat diminimalkan sehingga keselamatan warga serta kelancaran aktivitas sehari-hari tetap terjaga di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.



