Wujudkan Pemerataan Akses Medis, Pemkab Jember Gencarkan Layanan Home Care bagi Kelompok Rentan hingga ke Pelosok

JEMBER, 28 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang merata dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemkab Jember melalui dinas terkait, pihak kecamatan, dan berbagai Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Puskesmas secara serentak menggencarkan program Home Care atau layanan kesehatan berbasis kunjungan rumah.

Program prioritas arahan Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., ini menyasar kelompok rentan dengan keterbatasan mobilitas, seperti ibu hamil risiko tinggi (bumil resti), lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, balita stunting, hingga penderita penyakit kronis. Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah hadir langsung ke kediaman warga guna memastikan tidak ada satupun masyarakat yang luput dari akses kesehatan dasar.

Penanganan Terpadu untuk Ibu Hamil dan Lansia

Pelaksanaan Home Care menitikberatkan pada penanganan yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pasien. Di Kelurahan Wirolegi, Kecamatan Sumbersari, tim medis yang didampingi oleh sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) memberikan pelayanan kepada seorang ibu hamil risiko tinggi pada Jumat (28/8/2026). Pasien yang memiliki riwayat hipertensi dan masalah keluarga tersebut mendapatkan pemeriksaan perdana menggunakan USG mobile serta pendampingan lintas sektor yang melibatkan Dinas Sosial.

Fokus pelayanan pada kelompok lansia juga dilakukan di berbagai wilayah. Pada hari yang sama, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jember bersama Camat Tanggul memantau langsung pemeriksaan kesehatan bagi dua lansia di Dusun Teko’an, Desa Tanggul Kulon, yang menderita tunanetra dan hipertensi. Langkah serupa turut dilaksanakan di Dusun Gendir, Kecamatan Sukorambi, pada Rabu (26/8/2026), di mana pelayanan Home Care menyasar lansia yang membutuhkan pendampingan medis langsung di rumahnya.

Bentuk pelayanan yang diberikan tidak sebatas pemeriksaan fisik dan pemberian obat-obatan, melainkan juga sarana komunikasi. Seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Lojejer di Dusun Sulakdoro, Kecamatan Wuluhan, Rabu (26/8/2026). Selain memberikan layanan kepada 10 sasaran lansia dan penyandang disabilitas, tenaga kesehatan juga memberikan edukasi kepada pihak keluarga mengenai pola makan, aktivitas, serta kepatuhan pengobatan pasien.

Capaian Ratusan Sasaran dan Evaluasi Berkelanjutan

Skala pelaksanaan program Home Care ini menunjukkan angka yang signifikan. Di Kecamatan Gumukmas, UPTD Puskesmas setempat mencatat telah menindaklanjuti 350 sasaran Home Care hingga Kamis (27/8/2026). Data sasaran tersebut dihimpun secara terpadu dari Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Bagian Kesejahteraan Sosial, serta aduan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e.

Meskipun capaian tersebut diapresiasi, pelaksanaan di lapangan tidak lepas dari kendala. Penanggung Jawab Program Home Care Puskesmas Gumukmas, Zidni Ilman, mengungkapkan bahwa tim kerap menghadapi ketidaksesuaian data sasaran, sasaran yang telah meninggal dunia, pasien yang tidak berada di tempat saat dikunjungi, hingga adanya penolakan dari sasaran penyandang disabilitas mental yang hidup sebatang kara.

Menyikapi temuan tersebut, Camat Gumukmas Dannie Allcholin mengapresiasi keterbukaan petugas kesehatan. Kendala tersebut dinilai sebagai bahan evaluasi penting untuk memperbarui basis data secara berkala dan memperkuat koordinasi dengan perangkat desa serta tokoh masyarakat.

Secara keseluruhan, kolaborasi lintas sektor yang mengiringi jalannya program Home Care di Kabupaten Jember diharapkan mampu mendeteksi risiko kesehatan masyarakat sejak dini. Pemantauan yang dilakukan secara berkelanjutan diproyeksikan akan terus mendongkrak derajat kesehatan masyarakat, memastikan perlindungan medis yang setara, serta memberikan rasa aman bagi warga dan keluarganya hingga ke pelosok desa.

Related Articles

Back to top button