Perkuat Ketahanan Pangan dan Sektor Peternakan, DKPPP Jember Gencarkan Layanan Kesehatan Hewan hingga Inovasi Pangan Lokal

JEMBER, 27 Agustus 2026 — Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan (DKPPP) Kabupaten Jember mengintensifkan serangkaian program strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendorong produktivitas sektor peternakan masyarakat. Langkah komprehensif ini diwujudkan melalui pelaksanaan pelayanan kesehatan hewan gratis secara masif di pedesaan, pendampingan kemandirian pakan lokal bagi peternak ayam petelur, serta peningkatan keterampilan pengolahan pangan lokal Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).
Upaya jemput bola dan pendampingan lapangan tersebut diselenggarakan secara serentak di berbagai wilayah di Kabupaten Jember guna menekan potensi penyebaran penyakit ternak, menumbuhkan kemandirian ekonomi kelompok penerima manfaat, dan memperluas diversifikasi produk olahan pangan lokal bernilai jual tinggi.
Layanan Kesehatan Hewan dan Vaksinasi PMK Terpadu di Tiga Wilayah
Sebagai langkah preventif melindungi aset peternak, DKPPP Jember melalui pos kesehatan hewan (Puskeswan) memberikan pelayanan kesehatan gratis langsung ke lokasi peternak. Ratusan hewan ternak tercatat menerima penanganan berupa vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), pemberian vitamin bolus, asupan mineral, hingga obat cacing.
Di Desa Mojogemi, Kecamatan Sukowono, Petugas Puskeswan Sukowono melayani 61 ekor sapi dan 38 ekor domba pada Senin (24/8/2026). Perwakilan DKPPP Jember, drh. Lian Candra Kumala, menjelaskan bahwa vaksinasi PMK dan pemberian nutrisi tambahan secara rutin merupakan langkah penting dalam mendeteksi dan mencegah penyakit sejak dini demi menjaga keberlangsungan usaha ternak warga.
Langkah serupa dilanjutkan pada Rabu (26/8/2026) oleh Petugas Puskeswan Ambulu di Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, dengan menyasar 55 ekor sapi. Perwakilan DKPPP Kabupaten Jember, Drh. Rencong Dwi Putra, menyampaikan bahwa pengendalian penyakit membutuhkan peran aktif peternak melalui pemantauan rutin dan koordinasi cepat dengan petugas saat muncul gejala.
Pada hari yang sama, Petugas Puskeswan Gumukmas menangani 48 ekor sapi di Desa Menampu, Kecamatan Gumukmas. Dokter hewan Puskeswan Gumukmas, drh. Nanik Ariyani, menegaskan pentingnya pemberian vaksin dan nutrisi secara berkesinambungan tanpa menunggu ternak sakit, sembari mengimbau para peternak untuk terus menjaga sanitasi serta kebersihan lingkungan kandang.
Dorong Formulasi Pakan Alternatif Pasca-Bantuan Ayam Petelur di Desa Suco
Selain penanganan kesehatan ternak besar, DKPPP Jember berupaya memastikan keberlanjutan program bantuan ternak unggas skala rumah tangga. Penyaluran pakan bantuan bagi 40 kepala keluarga (KK) penerima manfaat program ayam petelur di Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, resmi memasuki tahap akhir pada Rabu (26/8/2026).
Guna mengantisipasi kerentanan peternak terhadap lonjakan harga pakan pabrikan, DKPPP Jember merancang formulasi pakan alternatif berbasis sumber daya lokal bersama Pemerintah Desa Suco. Petugas Bidang Peternakan DKPPP Jember, Amelia Rahmawaty Santoso, mengungkapkan bahwa skema bantuan sejak awal disiapkan sebagai stimulus usaha, sehingga pendampingan manajemen pemeliharaan dan efisiensi pakan mandiri terus diperkuat agar peternak cilik dapat menekan biaya produksi dan menjaga margin keuntungan.
Tingkatkan Nilai Tambah Komoditas Pangan Lokal di Arjasa
Pada sektor ketahanan pangan, DKPPP Jember melalui Bidang Ketahanan Pangan menggelar Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal di Pendopo Kecamatan Arjasa, Rabu (26/8/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari jajaran TP PKK Kecamatan Arjasa dan TP PKK Kabupaten Jember. Perwakilan DKPPP Jember, Rachman Cahyono, STP, M.Si., menekankan pentingnya kreativitas dalam mengolah komoditas pangan yang tersedia di daerah agar memiliki nilai ekonomi lebih tinggi serta memenuhi standar keamanan pangan.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mempraktikkan langsung pembuatan hidangan bernilai jual bersama chef dari Hotel Java Lotus. Beberapa menu inovatif yang dipraktikkan meliputi Tahu Fantasi berbahan dasar tahu dan ikan lele, serta Pie Singkong dengan isian vla santan nangka. Olahan ini menjadi contoh konkrit pemanfaatan bahan pangan lokal sederhana menjadi sajian kreatif dan bergizi seimbang.



