Apresiasi Dedikasi KKN Kolaboratif 2026, Pemkab Jember Perluas Kolaborasi Pembangunan Bersama Perguruan Tinggi

JEMBER, 26 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember resmi menutup pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaboratif ke-5 Tahun 2026 melalui agenda Ngaji Kebangsaan dalam rangka peringatan HUT ke-81 RI di Alun-Alun Jember, Senin (24/8/2026). Ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi diapresiasi secara langsung oleh Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., atas kontribusi nyata mereka dalam mendukung pendataan sosial, inovasi desa, dan program pengentasan kemiskinan di berbagai pelosok wilayah.

Sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam mengintegrasikan potensi akademis dengan kebutuhan daerah, Pemkab Jember tidak hanya menyudahi program pengabdian tahun ini, melainkan langsung bergerak memperluas jejaring kemitraan strategis ke tingkat regional, salah satunya dengan menjajaki kerja sama pengabdian dan riset bersama Universitas Brawijaya (UB) Malang.

Akselerasi Pendataan Desil 2 untuk Pengentasan Kemiskinan

Salah satu capaian paling krusial dari penugasan mahasiswa KKN Kolaboratif 2026 adalah keberhasilan melakukan pemutakhiran data sosial ekonomi warga, khususnya pendataan Desil 2 yang mencapai sekitar 85 persen hingga akhir masa pengabdian. Pendataan lapangan secara langsung dari pintu ke pintu ini menjadi basis data penting bagi pemerintah daerah dalam merumuskan intervensi kebijakan yang presisi.

Bupati Jember, Dr. H. Muhammad Fawait, menegaskan bahwa penanganan persoalan kemiskinan memerlukan sinergi lintas elemen secara terpadu. Mahasiswa dinilai memiliki peran vital sebagai jembatan yang menghubungkan kondisi riil warga dengan program pembangunan pemerintah daerah.

“Kami sebagai Pemerintah Kabupaten Jember menundukkan kepala mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN Kolaboratif Kabupaten Jember. Kontribusi mahasiswa sangat berarti dalam membantu pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Jember,” tegas Gus Fawait dalam sambutannya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.STP., M.Si., menambahkan bahwa KKN Kolaboratif merupakan wujud kolaborasi yang tidak hanya memberikan pengalaman aplikatif bagi mahasiswa, tetapi juga menghadirkan solusi konkret yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat desa.

Dampak Sektoral di Tingkat Kecamatan dan Desa

Keberadaan mahasiswa KKN selama satu bulan di wilayah kecamatan dan kelurahan meninggalkan dampak berkelanjutan di berbagai sektor, diantaranya:

  • Pemberdayaan Multi-Sektor di Kecamatan Silo: Menjangkau 9 desa (Sempolan, Pace, Mulyorejo, Harjomulyo, Karangharjo, Sumberjati, Sidomulyo, Silo, dan Garahan) melalui program bimbingan belajar, pelatihan guru TPQ, literasi desa, pendampingan posyandu, pencegahan stunting, serta edukasi pemasaran bagi pelaku UMKM. Camat Silo Bagas Wahyudi Witjaksono, S.E., menyatakan kehadiran mahasiswa menjadi energi penggerak bagi jalannya program-program desa yang sebelumnya terkendala.
  • Prestasi Lingkungan di Kelurahan Banjarsengon: Mahasiswa berhasil menginisiasi pembentukan dan pengelolaan bank sampah “Basoka” (Banjarsengon Bebas Sarka) bersama warga Kelurahan Banjarsengon, Kecamatan Patrang, hingga sukses meraih penghargaan kategori Pengelolaan Sampah Terbaik dari Bupati Jember. Lurah Banjarsengon, Sudik Haryono, S.Sos., M.Si., berharap model pengelolaan lingkungan ini tetap dijaga mandiri oleh masyarakat setempat.

Momen penarikan mahasiswa di Alun-Alun Jember juga diwarnai aksi penghormatan simbolis saat Bupati Jember bersama jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan para camat menundukkan kepala secara serentak ke arah peserta KKN dan dosen pembimbing lapangan sebagai wujud kerendahan hati serta apresiasi tertinggi atas dedikasi mereka.

Perluas Kemitraan Strategis dengan Universitas Brawijaya

Memperkuat kesinambungan kerja sama perguruan tinggi, Pemkab Jember melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) segera menggelar audiensi dan penjajakan kerja sama dengan Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Universitas Brawijaya di Malang, Rabu (26/8/2026). Sekretaris Bakesbangpol Kabupaten Jember, Poerwahjoedi, S.E., M.M., memaparkan profil potensi wilayah—mulai dari sektor pertanian, UMKM, hingga dinamika sosial kemasyarakatan—kepada Direktur DRPM UB, Prof. Luchman Hakim, S.Si., M.Agr.Sc., Ph.D. Pertemuan tersebut mengkaji peluang penempatan mahasiswa KKN UB di desa-desa Kabupaten Jember, riset terapan, hingga program transfer inovasi keilmuan yang adaptif dengan potensi lokal.

Langkah perluasan kemitraan akademis ini menegaskan arah pembangunan Kabupaten Jember yang berpijak pada kolaborasi keilmuan. Integrasi program riset dan pengabdian mahasiswa perguruan tinggi diharapkan terus memperkuat kapasitas masyarakat desa sekaligus mempercepat perwujudan kesejahteraan yang merata di seluruh wilayah Kabupaten Jember.

Related Articles

Back to top button