Perkuat Kualitas SDM dan Ekonomi Akar Rumput, Bunga Desaku Hadir Terpadu di Sumberbaru

JEMBER, 11 Agustus 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan pelayanan publik secara langsung di tengah masyarakat melalui pelaksanaan program Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) di Kecamatan Sumberbaru, Minggu (9/8/2026). Dipimpin langsung oleh Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc. (Gus Fawait) bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), agenda terpadu ini menyasar penguatan di berbagai sektor strategis, mulai dari deteksi dini kesehatan generasi muda, literasi, administrasi kependudukan, jaring pengaman sosial, pemberdayaan ekonomi mikro, hingga penguatan infrastruktur pertanian.

Pendekatan jemput bola yang menyebar di sejumlah titik, seperti Desa Sumberbaru, Desa Rowotengah, dan Desa Yosorati, dirancang untuk memangkas jalur birokrasi, mendengar langsung aspirasi warga, serta memastikan setiap intervensi program pembangunan terlaksana secara presisi dan tepat sasaran.

Edukasi Kesehatan Remaja, Pencegahan Anemia, dan Dukungan Literasi

Penguatan kualitas sumber daya manusia sejak dini diwujudkan melalui pelaksanaan Apel Siswa di SMPN 1 Sumberbaru yang diikuti sekitar 1.000 pelajar dari empat sekolah, yakni 426 siswa SMPN 1 Sumberbaru, 116 siswa SMPN 2 Sumberbaru, 390 siswa MTsN 8 Sumberbaru, dan 68 siswa SMP Mambaul Huda. Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan PPKB Kabupaten Jember, dr. Gini Wuryandari, M.Kes., menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah masif, terstruktur, dan berkelanjutan untuk mengedukasi gizi seimbang, kesehatan reproduksi, penguatan karakter, serta deteksi dini gangguan kesehatan melalui skrining guru dan Kader Kesehatan Remaja (KKR).

Pada agenda tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc. (Ning Ghyta), turut mendampingi para siswi dalam pembiasaan konsumsi Tablet Tambah Darah (TTD). Langkah ini difokuskan guna mencegah anemia pada masa pertumbuhan, sekaligus menjadi investasi kesehatan jangka panjang dalam menyiapkan calon ibu yang sehat untuk menekan angka stunting dan mencegah pernikahan dini.

Aktivitas di SMPN 1 Sumberbaru turut diperkuat oleh layanan Perpustakaan Keliling dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Jember. Kepala Bidang Perpustakaan Dispusip Jember, Kyrin Leda Wardhani, S.Sos., menyatakan kehadiran armada satu unit bus perpustakaan keliling bertujuan memperluas akses bahan bacaan berkualitas ke wilayah pelosok dan memfasilitasi peningkatan minat baca para pelajar di sela rangkaian kegiatan.

Layanan Adminduk Cepat dan Penyaluran Bantuan Sosial di Rowotengah

Kemudahan birokrasi dihadirkan langsung oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember melalui mobil pelayanan keliling di Kantor Desa Rowotengah. Kepala Disdukcapil Jember Bambang Saputro memimpin langsung layanan dokumen administrasi kependudukan (adminduk) yang selesai dalam satu hari sebagai implementasi Gerakan Nasional Pelayanan Publik (GNPP). Dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 Republik Indonesia, Disdukcapil juga membagikan Bendera Merah Putih secara gratis kepada warga yang mengurus dokumen kependudukan.

Pada lokasi yang sama, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember menyalurkan 25 paket sembako berisi beras, minyak goreng, kecap, dan mi instan. Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinsos PPPA Jember Mohammad Irfan Pratama menjelaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan berbasis verifikasi data desil dan Kartu Keluarga secara ketat, menyasar warga rentan di sekitar target layanan homecare guna memastikan perlindungan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.

Penguatan Ekonomi Pelaku UMKM, Mlijo, dan Akses Aduan Terbuka

Guna menggerakkan perekonomian akar rumput, Bupati Gus Fawait berdialog dengan sekitar 600 pelaku usaha mikro, pedagang keliling (mlijo), dan kelompok tani di Kecamatan Sumberbaru. Pemkab Jember memaparkan program prioritas seperti Mlijo Cinta dan Peta Cinta yang memberikan kemudahan permodalan, peningkatan kapasitas usaha, dan perlindungan sosial sektor informal.

Bupati berpesan agar bantuan sarana usaha, seperti gerobak dagang atau rombong, dijaga dan dimanfaatkan secara optimal untuk menaikkan kelas usaha harian warga. Guna menjaga keterbukaan informasi dan kualitas pelayanan publik, masyarakat juga diarahkan untuk memanfaatkan saluran aduan langsung melalui kanal Wadul Gus’e apabila menemukan kendala pelaksanaan program di lapangan.

Alokasi Pertanian Rp312 Miliar dan Komitmen Pengawasan Alsintan

Sebagai langkah strategis penguatan sektor agraris, Pemkab Jember mengalokasikan program senilai Rp312 miliar untuk periode 2025–2026. Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., dalam pertemuan di Balai Desa Yosorati menyampaikan bahwa dana tersebut dialokasikan untuk optimalisasi lahan, pembangunan irigasi perpompaan, jaringan irigasi tersier, serta mekanisasi melalui alat dan mesin pertanian (alsintan).

Bupati Jember menegaskan bahwa ketersediaan jaringan air dan irigasi perpompaan ditargetkan mampu meningkatkan intensitas panen petani dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Terkait bantuan alsintan bernilai ekonomis tinggi—seperti combine harvester, traktor roda dua, dan traktor roda empat—pemerintah menekankan pentingnya transparansi pemanfaatan di tingkat kelompok tani, melarang keras penjualan atau penyalahgunaan alat, serta membuka pengawasan partisipatif warga demi mendongkrak produktivitas pertanian daerah.

Rangkaian Bunga Desaku di Kecamatan Sumberbaru menegaskan komitmen terintegrasi Pemerintah Kabupaten Jember dalam menghadirkan solusi konkret dari hulu ke hilir, merajut pelayanan sosial-kesehatan, pemenuhan dokumen sipil, hingga akselerasi ekonomi dan ketahanan pangan secara langsung di tingkat desa.

Related Articles

Back to top button