Pemkab Jember dan IDAI Jatim Bersinergi Peringati Hari Anak Nasional 2026, Padukan Layanan Kesehatan dan Promosi Wisata Daerah

JEMBER, 19 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember bersama Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Timur menggelar kolaborasi strategis dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2026 yang berlangsung pada 18–19 Juli 2026. Rangkaian kegiatan ini secara inovatif memadukan aksi nyata pelayanan kesehatan anak di tingkat akar rumput dengan promosi sektor pariwisata serta ekonomi kreatif unggulan daerah.
Langkah bersama tersebut sejalan dengan komitmen Pemkab Jember di bawah kepemimpinan Bupati Jember, Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., untuk memperkuat pelayanan kesehatan ibu dan anak melalui pendekatan promotif dan preventif. Melalui sinergi ini, pemerintah daerah berupaya mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing menuju pembangunan “Jember Baru Jember Maju”.
Fokus Promotif-Preventif Melalui Bakti Sosial Kesehatan Anak
Puncak aksi klinis peringatan Hari Anak Nasional dilaksanakan melalui bakti sosial pemeriksaan kesehatan balita di UPTD Puskesmas Sukorambi pada Minggu, 19 Juli 2026. Agenda ini dihadiri langsung oleh Ketua IDAI Jawa Timur beserta jajaran, Sekretaris Daerah Kabupaten Jember, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Jember, Camat Sukorambi, serta masyarakat dari desa-desa se-Kecamatan Sukorambi. Dalam pelaksanaannya, rangkaian kegiatan yang diselenggarakan meliputi pemeriksaan kesehatan balita secara berkala, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, konsultasi kesehatan anak, penyuluhan gizi, hingga edukasi mengenai pentingnya imunisasi serta pola asuh yang tepat kepada orang tua.
Ketua IDAI Jawa Timur, Prof. Dr. dr. Ahmad Suryawan, Sp.A., Subsp.T.K.P.S.(K), menegaskan bahwa deteksi dini melalui pemeriksaan rutin sangat krusial untuk mengidentifikasi gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak agar penanganan medis yang cepat dan tepat dapat segera diberikan. Camat Sukorambi, Musyaffa, S.HI., M.M., turut menyampaikan apresiasinya atas sinergi yang menghadirkan layanan kesehatan langsung ke tengah masyarakat ini karena kolaborasi seluruh pihak merupakan fondasi penting dalam melahirkan generasi yang berkualitas.
“Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian bersama agar setiap anak tumbuh sehat, bahagia, dan memperoleh hak-haknya secara optimal,” ungkap Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ning Ghyta Eka Puspita, S.E., M.Sc. Ia menambahkan bahwa keluarga adalah garda terdepan di mana pemenuhan gizi dan pola asuh harus menjadi prioritas karena anak-anak hari ini akan menentukan masa depan Kabupaten Jember.
Kenalkan Potensi Wisata dan Ekonomi Kreatif Lewat Program Bus Si Cinta
Selain agenda kesehatan, kolaborasi HAN 2026 di Kabupaten Jember juga dioptimalkan sebagai sarana promosi daerah oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Jember. Melalui program Bus Si Cinta, Pemkab Jember memfasilitasi perjalanan wisata edukatif (city tour) bagi rombongan IDAI Jawa Timur. Sebanyak 41 peserta yang terdiri dari 21 Pengurus IDAI Jawa Timur dan 20 dokter Spesialis Anak (Sp.A) Kabupaten Jember dijemput langsung menggunakan Bus Si Cinta dari Stasiun Jember untuk mengunjungi berbagai destinasi dan sentra Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) unggulan daerah.
Destinasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah Pusat Oleh-Oleh Raddina Cokelat, tempat para peserta diperkenalkan pada berbagai produk olahan cokelat khas Jember serta proses pengolahannya yang berkualitas tinggi dan berbasis pemberdayaan pelaku lokal. Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Batik Rezti’s yang merupakan salah satu sentra batik khas Jember. Di lokasi ini, para dokter spesialis anak berkesempatan melihat langsung proses pembuatan batik serta mengenal filosofi motif lokal yang mengangkat kekayaan budaya dan potensi alam daerah. Sebagai penutup rangkaian city tour, Bus Si Cinta membawa rombongan menikmati suasana panorama alam pesisir selatan di Pantai Watu Ulo yang terkenal dengan ikon batu memanjangnya.
Kepala Disporabudpar Jember, Bobby Arie Sandy, menjelaskan bahwa program Bus Si Cinta diproyeksikan sebagai instrumen strategis untuk memperluas pemasaran pariwisata secara autentik. Menurutnya, Bus Si Cinta bukan sekadar sarana transportasi wisata, tetapi menjadi wajah keramahan Kabupaten Jember dalam menyambut setiap tamu yang datang. Pihaknya berharap pengalaman positif yang diperoleh para peserta selama berada di Jember dapat disebarluaskan kembali kepada keluarga dan kolega di daerah asal mereka, sehingga mereka dapat bertindak sebagai duta wisata yang mendorong angka kunjungan wisatawan ke Kabupaten Jember di masa mendatang.



