Pemkab Jember Tingkatkan Luas Optimasi Lahan Pertanian Menjadi 7.070 Hektare di 2026 untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional

JEMBER, 10 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember terus memperkuat komitmennya dalam mendukung Program Strategis Nasional Optimasi Lahan (Oplah) dari Kementerian Pertanian. Pada tahun 2026, luas lahan yang dioptimalkan mencapai 7.070 hektare, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya 4.400 hektare. Capaian ini menjadi yang terbesar sepanjang pelaksanaan program di wilayah tersebut dan menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh pertanian, serta petani dalam memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional.

Kegiatan survei lapangan Oplah nonrawa yang digelar awal pekan ini di berbagai lokasi menjadi bagian penting dari upaya tersebut. Survei dilakukan untuk memastikan kesiapan lahan, kondisi tanah, sistem pengairan, serta pola tanam yang tepat sasaran. Salah satunya berlangsung di wilayah H9, Krajan, Desa Pakusari, Kecamatan Pakusari. Survei serupa juga dilaksanakan pada Senin, 6 April 2026, di lahan milik Kelompok Tani (Poktan) Mutiara Baru di Desa Sumber Ketampa, Kecamatan Kalisat, serta di lahan Poktan Sumber Salak, Desa Arjasa, Kecamatan Arjasa.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si, menjelaskan bahwa survei lapang ini bertujuan melihat secara langsung kondisi lahan yang akan dioptimalkan sekaligus memastikan infrastruktur pendukung siap digunakan. Menurutnya, pendekatan ini tidak sekadar mengejar luasan, melainkan memastikan intervensi program benar-benar tepat sasaran dan berdampak langsung bagi petani.

“Peningkatan ini menunjukkan komitmen kuat dari semua pihak, baik pemerintah daerah, penyuluh, maupun petani. Kami terus memastikan bahwa setiap tahapan program berjalan sesuai rencana dan tepat sasaran,” ujar Djamil, Jumat (10/4/2026).

Djamil menambahkan bahwa pengawalan program dilakukan secara terintegrasi, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Pendampingan teknis mencakup pengolahan lahan, pemilihan komoditas unggul, perbaikan tata air, serta penerapan teknologi pertanian modern. Hal ini sejalan dengan arah kebijakan pertanian di era kepemimpinan Bupati Jember Fawait, yang menekankan efektivitas program dan kesejahteraan petani.

Sinergi Lapangan Berikan Semangat Baru bagi Petani

Ketua Poktan setempat di berbagai lokasi menyambut positif program Oplah. Holili, Ketua Poktan di Desa Pakusari, menyatakan bahwa kehadiran pemerintah langsung di lapangan memberikan semangat baru bagi petani. “Sekarang kami merasa lebih diperhatikan. Tidak hanya diberi program, tapi juga didampingi langsung. Harapannya hasil panen bisa meningkat dan biaya produksi lebih efisien,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Supriyono, Ketua Poktan Mutiara Baru sekaligus Ketua Poktan wilayah Kalisat, mengatakan program ini sangat membantu memaksimalkan lahan yang sebelumnya kurang produktif. “Kami sangat terbantu dengan adanya program oplah ini. Lahan yang sebelumnya kurang produktif kini mulai bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal. Harapannya hasil panen ke depan juga semakin meningkat,” katanya.

Sementara Husnan, Ketua Poktan Sumber Salak di Kecamatan Arjasa, menambahkan bahwa pendampingan pemerintah membuat petani lebih percaya diri mengelola lahan. “Dengan adanya program ini, lahan yang sebelumnya kurang maksimal sekarang bisa ditanami dengan lebih baik. Kami juga mendapatkan pendampingan, sehingga hasil panen lebih meningkat,” ujarnya.

Manfaat Jangka Panjang dan Komitmen Bupati Fawait

Program Oplah dirancang untuk mengoptimalkan lahan pertanian yang belum dimanfaatkan secara maksimal melalui berbagai intervensi, antara lain perbaikan infrastruktur, pengelolaan air, penggunaan benih unggul, dan penerapan teknologi. Manfaatnya tidak hanya dirasakan dalam peningkatan hasil panen jangka pendek, tetapi juga keberlanjutan lahan, peningkatan pendapatan petani, serta penguatan ketahanan pangan di tengah tantangan alih fungsi lahan pertanian.

Bupati Fawait dalam berbagai kesempatan menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi prioritas utama pembangunan daerah. “Setiap jengkal lahan yang kita optimalkan hari ini adalah investasi untuk masa depan pangan. Kita ingin petani Jember sejahtera dan mampu menjadi penopang ketahanan pangan nasional,” tegasnya.

Dengan capaian luas lahan Oplah yang terus meningkat dan pengawalan yang konsisten, Pemerintah Kabupaten Jember optimistis dapat menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus memperkuat posisi Jember sebagai salah satu penopang utama ketahanan pangan nasional, dimulai dari sinergi nyata antara pemerintah dan petani di tingkat lapangan.

Related Articles

Back to top button