Bunga Desaku di Mumbulsari Sukses Dongkrak Ekonomi UMKM dan Bantu Masyarakat Lewat Pasar Murah

JEMBER, 8 April 2026 – Program “Bunga Desaku” (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) yang digagas Bupati Jember Muhammad Fawait berhasil menjadi katalisator pemberdayaan ekonomi lokal di Kabupaten Jember. Digelar pada 6–8 April 2026 di Kecamatan Mumbulsari, tepatnya Desa Suco, program ini tidak hanya mendekatkan pelayanan publik, tetapi juga secara nyata mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta menyediakan akses pasar murah bagi masyarakat.
Melalui penyelenggaraan bazar dan pasar murah, pelaku UMKM diberi ruang promosi langsung kepada masyarakat setempat, aparatur pemerintah, serta pengunjung dari berbagai wilayah. Kehadiran bupati beserta jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) yang bermalam di desa turut meningkatkan mobilitas ekonomi dan menciptakan peluang pasar baru bagi produk kuliner, kerajinan, serta olahan lokal.
Peningkatan Penjualan UMKM dan Pendampingan Usaha
Salah satu bukti nyata dampak program ini terlihat dari peningkatan penjualan pelaku UMKM. Siti Aisyatul Munawaroh, warga Desa Suco, Dusun Mandigu, yang berjualan bakso, mengaku dagangannya lebih laris selama kegiatan berlangsung. Senada dengan itu, Samsul, pedagang bakso lainnya, menyatakan bahwa acara tersebut membuat dagangannya cepat laku dan habis, berbeda dengan kondisi biasa yang sering menyisakan stok.
Program “Bunga Desaku” tidak berhenti pada pemasaran semata. Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (DisKopUKMDag) Kabupaten Jember memberikan pendampingan usaha secara langsung, termasuk edukasi pengembangan produk, pengemasan, akses perizinan, dan sertifikasi. Kunjungan Neng Ghyta selaku Ketua TP-PKK Jember bersama DisKopUKMDag ke Madina Cake, UMKM lokal asal Kecamatan Mumbulsari, menjadi contoh konkret komitmen pemerintah. Usaha rumahan yang berdiri sejak 2020 ini kini telah mempekerjakan 50 warga setempat dan terus berkembang meski dimulai di masa pandemi COVID-19.
Layanan Legalitas Usaha On the Spot Meriahkan Hari Terakhir
Pada hari terakhir kegiatan, DisKopUKMDag membuka layanan legalitas usaha secara langsung di lokasi pasar murah. Masyarakat dapat mengurus Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), sertifikasi halal, hingga pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) merek tanpa harus ke kantor dinas. Tim pendamping halal turut aktif membantu pelaku UMKM memahami persyaratan sertifikasi.
Kepala DisKopUKMDag Kabupaten Jember, Dra. Sartini, M.M., menyatakan bahwa layanan jemput bola ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan kemudahan kepada pelaku usaha. “Kami ingin memastikan pelaku UMKM tidak lagi kesulitan dalam mengurus legalitas usaha. Dengan layanan langsung seperti ini, prosesnya menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Pasar Murah Serbu Warga, Harga Serba Terjangkau
Pasar murah yang digelar dalam rangkaian “Bunga Desaku” menjadi magnet utama bagi masyarakat. Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember menyediakan berbagai komoditas pokok dengan harga serba Rp5.000, antara lain cabai rawit, cabai merah besar, tomat, bawang merah, serta kebutuhan dapur lainnya. Sementara DisKopUKMDag menjual minyak goreng, beras SPHP, telur, dan gula dengan harga di bawah pasaran.
Antusiasme warga terlihat dari antrean panjang sejak pagi hari. Pembatasan pembelian diberlakukan agar manfaat dirasakan secara merata. Haris Aje, warga yang dikenal sebagai selebgram Yak Kadek, menyatakan kegiatan ini sangat membantu di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Senada dengan itu, seorang ibu rumah tangga mengaku rela datang lebih awal karena harga cabai, tomat, dan bawang merah yang sangat terjangkau.
Warga Desa Suco, Hari, menambahkan bahwa pasar murah ini sangat meringankan beban masyarakat saat harga kebutuhan sehari-hari fluktuatif. Jajanan pasar tradisional seperti klepon, cenil, lupis, dan kue basah khas daerah juga laris manis, membuktikan bahwa program ini mampu menggerakkan ekonomi kecil di tingkat desa.
Harapan Masyarakat agar Program Berlanjut
Berbagai pihak, termasuk pedagang dan warga, berharap program “Bunga Desaku” terus dilanjutkan. Tomo, salah satu warga, menyatakan bahwa kehadiran bupati secara langsung memberikan kepuasan karena keluhan masyarakat dapat ditampung segera. Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi langsung, mengingat tidak semua warga desa memiliki akses media sosial atau telepon genggam. Bagian Tata Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember turut mendukung kelancaran program melalui koordinasi lintas sektor, memastikan sinergi antara pemerintah dan masyarakat berjalan optimal.
Melalui “Bunga Desaku”, Pemerintah Kabupaten Jember menegaskan komitmennya menjadikan UMKM sebagai pilar utama peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini diharapkan terus berlanjut, tidak hanya sebagai ajang promosi dan pasar murah, tetapi juga sebagai wadah kolaborasi berkelanjutan untuk membangun desa yang mandiri dan produktif di Kabupaten Jember.



