Bupati Jember Dorong Siswa Prioritaskan Pendidikan dan Tunda Pernikahan Dini di Bunga Desaku Mumbulsari

JEMBER, 8 April 2026 – Ratusan siswa SMP Negeri 1 Mumbulsari berkumpul dengan penuh semangat di halaman sekolah pada Selasa (7/4/2026). Mereka mengikuti apel siswa yang menjadi bagian dari rangkaian Program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari. Apel tersebut dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Jember untuk mendorong para pelajar agar lebih serius menekuni pendidikan, merencanakan masa depan dengan baik, serta menunda pernikahan di usia dini guna melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan mandiri.
Bupati Jember Muhammad Fawait, yang akrab disapa Gus Fawait, hadir langsung bersama Ketua TP PKK Kabupaten Jember, Ghyta Eka Puspita (Ning Ghyta). Kehadiran mereka disambut hangat oleh peserta apel. Dalam sambutannya, Gus Fawait menekankan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama meraih masa depan. Ia mengingatkan siswa agar tidak meremehkan pelajaran di kelas karena menjadi bekal jenjang berikutnya. Selain itu, ia menyinggung isu stunting dan kesiapan generasi muda dalam mengambil keputusan penting, termasuk pernikahan.
Gus Fawait secara tegas mengajak siswa untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan tidak terburu-buru menikah setelah lulus SMP atau SMA. “Setelah lulus SMP dan SMA, kalian harus punya cita-cita kuliah. Jangan sampai berpikir untuk menikah dulu. Kita ingin generasi Jember ke depan lebih sehat, cerdas, dan siap,” tegasnya. Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember telah menyiapkan program Beasiswa Cinta Bergema dengan enam jalur, yaitu afirmasi ekonomi, santri atau tahfidz Al-Qur’an, anak guru dan perangkat, prestasi, kompetisi, serta jalur khusus. “Kuliah di mana saja itu aman, karena kita punya program Beasiswa Cinta Bergema. Jadi, jangan khawatir soal biaya. Yang penting kalian punya niat dan semangat belajar,” ujarnya, disambut tepuk tangan peserta. Gus Fawait pun meminta Kepala Dinas Pendidikan Jember, Arief Tjahyono, menjelaskan jalur beasiswa tersebut secara langsung.
Dispendik Jember Berikan Dukungan Penuh dan Apresiasi kepada Siswa
Dinas Pendidikan Kabupaten Jember (Dispendik) turut hadir dan mendukung penuh kegiatan Bunga Desaku yang berlangsung pada 6-7 April 2026. Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Jember, M. Hafid Yasin, memberikan souvenir secara simbolis kepada perwakilan siswa sebagai bentuk motivasi. Ia menyatakan bahwa kehadiran Dispendik merupakan upaya mendekatkan dunia pendidikan dengan masyarakat. “Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena mampu menggabungkan unsur pendidikan, budaya, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu rangkaian acara. Ini adalah contoh nyata bagaimana pendidikan bisa menjadi motor penggerak kemajuan desa,” ungkapnya.
Gus Fawait dalam kesempatan tersebut juga menyoroti fasilitas sekolah yang telah mendukung pengembangan minat dan bakat siswa, mulai dari seni tari, olahraga seperti sepak bola, hingga kegiatan keagamaan seperti tahfidz. Ia mengajak siswa memanfaatkan fasilitas tersebut secara maksimal agar potensi mereka dapat diasah sejak dini.
Dinsos PPPA dan Duta GenRe Edukasi Pencegahan Pernikahan Dini
Program Bunga Desaku di Mumbulsari juga menjadi wadah sosialisasi pencegahan pernikahan dini. Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Jember, melalui perwakilannya Mauvirotul Arifah, S.H., mengingatkan orang tua dan anak usia SD-SMP tentang tiga larangan utama: dilarang memperlakukan anak secara kasar, dilarang mempekerjakan anak, dan dilarang menikahkan anak di usia dini. Mauvi menegaskan bahwa usia ideal untuk memikirkan pekerjaan dan pernikahan adalah minimal 19 hingga 20 tahun, dengan kesiapan mental dan kemandirian ekonomi sebagai prioritas utama.
Sementara itu, Forum Generasi Berencana (GenRe) yang dinaungi Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DINKESPPKB) Kabupaten Jember mengisi materi apel siswa di SMPN 1 Mumbulsari. Duta GenRe Navilla dan Daniel menyampaikan edukasi tentang dampak pernikahan dini dari aspek kesehatan, pendidikan, dan kesiapan mental. “Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak teman-teman remaja untuk memahami pentingnya menunda usia pernikahan hingga pada usia yang ideal, agar lebih siap dari segi pendidikan, kesehatan, dan mental,” ujar Navilla. Daniel menambahkan bahwa pernikahan memerlukan kesiapan menyeluruh, bukan sekadar usia.
Ning Ghyta Eka Puspita, yang juga menjabat sebagai Bunda GenRe, memberikan apresiasi langsung kepada Duta GenRe. “Dengan adanya GenRe ini sangat bagus untuk remaja Jember, karena hidup itu membutuhkan perencanaan yang baik. Adik-adik ini sudah berada di jalur yang tepat untuk mengedukasi teman sebayanya agar lebih siap dalam merencanakan masa depan,” katanya. Ia berharap peran Duta GenRe terus diperkuat melalui sinergi pemerintah daerah dan generasi muda.
Sinergi Lintas Sektor untuk Generasi Emas Jember
Melalui rangkaian Bunga Desaku yang mencakup apel siswa, sosialisasi di Balai Desa Karang Kedawung, serta berbagai program lintas sektor dari OPD terkait, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen nyata mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Kegiatan ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membangun kesadaran siswa tentang pentingnya pendidikan, pemanfaatan beasiswa, serta perencanaan masa depan yang matang.
Dengan semangat kolaborasi ini, para siswa diharapkan semakin termotivasi untuk fokus belajar, menghindari pacaran dini, serta memanfaatkan seluruh peluang yang disediakan pemerintah. Program Bunga Desaku di Kecamatan Mumbulsari pun menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember dalam menciptakan generasi emas yang mandiri, berdaya saing, dan siap menghadapi masa depan.



