Bunga Desaku di Mumbulsari: Bupati Fawait Hadir Langsung, Layani Masyarakat dan Serap Aspirasi Petani serta UMKM

JEMBER, 7 April 2026 – Pemerintah Kabupaten Jember kembali menghadirkan program unggulan “Bunga Desaku” atau Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan di Kecamatan Mumbulsari. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Senin (6 April) hingga Selasa (7 April) 2026, dan dipusatkan di Desa Suco ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah untuk mendekatkan pelayanan publik kepada masyarakat.

Program yang digagas langsung oleh Bupati Jember Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., ini menghadirkan berbagai layanan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara terpadu di tengah masyarakat. Mulai dari pelayanan administrasi kependudukan, kesehatan, perizinan usaha, hingga pasar murah dan pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pedagang kecil mlijo. Bupati beserta jajaran OPD tidak hanya berkantor, tetapi juga bermalam di lokasi guna memastikan pelayanan berjalan optimal dan aspirasi masyarakat dapat diserap secara langsung.

Dialog Terbuka dengan Kelompok Tani

Salah satu agenda utama adalah pertemuan dengan kelompok tani yang berlangsung pada Selasa siang di Balai Desa Suco. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Jember, Drs. Moh. Djamil, M.Si., beserta jajaran. Para petani menyampaikan berbagai aspirasi secara terbuka, antara lain harapan insentif bagi kelompok tani dan gabungan kelompok tani (gapoktan), pembukaan kembali pengajuan pupuk organik, perbaikan akses jalan pertanian, pemeliharaan irigasi, optimalisasi lahan, serta keterbatasan lahan pemakaman umum.

Seorang perwakilan kelompok tani menyampaikan, “Kami berharap ada insentif untuk poktan dan gapoktan, serta pengajuan pupuk organik bisa dibuka kembali karena sangat bermanfaat untuk kesuburan tanah.” Perwakilan lainnya menambahkan apresiasi atas program yang telah berjalan dan berharap perhatian terhadap BPJS untuk kelompok tani serta gapoktan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala DTPHP Moh. Djamil menjelaskan bahwa pemerintah telah menjalankan berbagai program keberpihakan kepada petani. Pada tahun 2025, optimalisasi lahan (oplah) telah mencapai 4.400 hektare untuk 107 kelompok tani, capaian terbesar sepanjang sejarah Kabupaten Jember. Tahun 2026, DTPHP kembali mendapat tambahan program optimalisasi lahan seluas 7.070 hektare yang akan diberikan kepada sekitar 350 kelompok tani. Selain itu, bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) tahun 2025 mencapai Rp38 miliar, serta disiapkan bantuan irigasi perpompaan (irpom) ke 100 titik untuk kelompok tani.

Terkait pupuk organik, Bupati Fawait menegaskan bahwa pemerintah tidak lagi menyediakan pupuk organik secara langsung. “Pemerintah tidak boleh bersaing dengan masyarakatnya sendiri. Saat ini sudah banyak kelompok tani yang memproduksi pupuk organik, sehingga kami mendorong agar petani membeli dari sesama petani. Ini juga menjadi nilai ekonomi tambahan bagi mereka,” jelasnya. Bupati juga mengimbau agar seluruh kebutuhan petani disampaikan melalui kecamatan atau dinas terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Dorong UMKM melalui Program Mlijo Cinta

Dalam pertemuan dengan pelaku UMKM dan pedagang mlijo di Balai Desa Suco, Bupati Fawait menegaskan komitmen pemerintah memperkuat sektor usaha kecil melalui program Mlijo Cinta. “Setiap kali terjadi krisis, yang menyelamatkan Indonesia adalah para pelaku UMKM, termasuk pedagang mlijo yang berada di garis terdepan perekonomian,” ujarnya.

Pemerintah membuka kesempatan bagi pelaku UMKM dan mlijo yang membutuhkan bantuan sarana usaha seperti rombong atau gerobak. Pengajuan dapat dilakukan melalui Kecamatan Mumbulsari dan akan didata sebagai basis data penerima program yang akan direalisasikan secara bertahap dalam lima tahun ke depan. Bupati mengingatkan agar bantuan yang diberikan dijaga dan dimanfaatkan secara maksimal.

Tinjau Penanganan Banjir dan Kesiapsiagaan Bencana

Pada hari pertama, Senin (6 April) 2026, kegiatan juga difokuskan pada penanganan dampak bencana. Bupati Fawait melakukan peninjauan langsung ke titik-titik terdampak banjir luapan dan area rawan pohon tumbang, didampingi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember serta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). BPBD melakukan pemotongan pohon tumbang yang menimpa pagar SDN 01 Lampeji dan membersihkan Sungai Mumbulsari sebagai langkah mitigasi banjir susulan.

Hingga pukul 21.45 WIB, banjir luapan telah surut tanpa meninggalkan genangan signifikan. Akses jalan kembali normal, dan tidak ditemukan korban jiwa maupun kerusakan berat. Bupati Fawait menyatakan, “Melalui kegiatan Bunga Desaku ini, kami ingin memastikan bahwa pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat. Penanganan bencana tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat.” Ia menekankan pentingnya langkah preventif seperti normalisasi sungai dan pemangkasan pohon rawan secara berkelanjutan.

Turut mendampingi Bupati dalam berbagai kegiatan adalah Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Ervan Setiawan, S.STP., serta Kepala Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Penny Artha Medya, S.E.Ak., yang memastikan aspek regulasi dan tata kelola berjalan sesuai ketentuan.

Komitmen Pemerintah untuk Pembangunan Berkelanjutan

Melalui program Bunga Desaku, Pemerintah Kabupaten Jember menunjukkan komitmen kuat untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi secara langsung, dan memberikan solusi nyata. Kegiatan ini tidak hanya mempererat hubungan antara pemerintah dan warga, tetapi juga memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendukung kemajuan sektor pertanian, pemberdayaan UMKM, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi bencana.

Dengan pendekatan langsung ini, diharapkan pelayanan publik semakin berkualitas, pembangunan di tingkat desa semakin cepat, dan kebijakan daerah semakin tepat sasaran sesuai kebutuhan riil masyarakat di Kecamatan Mumbulsari dan sekitarnya.

Related Articles

Back to top button